BusinessUpdate – PT Indosat Tbk. (ISAT) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp4,31 triliun pada semester I/2026, naik 84,5% secara tahunan (yoy) dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta keuntungan satu kali (one-off gain) dari monetisasi bisnis FiberCo.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, pendapatan perseroan pada periode ini tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp30,65 triliun, sedangkan EBITDA meningkat 13,6% menjadi Rp14,60 triliun dengan margin EBITDA terjaga di level 47,6%.
“Kinerja tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis yang semakin skalabel, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta kemampuan perseroan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah persaingan industri telekomunikasi,” jelas Manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Dari sisi operasional, pendapatan seluler masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp25,53 triliun atau sekitar 83,3% dari total pendapatan, tumbuh 12,2% dibandingkan semester I/2025.
Sementara itu, segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan tercepat sebesar 18,5% menjadi Rp4,69 triliun, sedangkan pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.
Perseroan menjelaskan kenaikan laba bersih terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan meningkatnya penghasilan operasional lain-lain. Salah satu faktor utamanya berasal dari keuntungan satu kali hasil monetisasi FiberCo pada semester I/2026, meskipun sebagian diimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan, pemasaran, serta administrasi.
Indosat juga mencatat laba usaha sebesar Rp7,74 triliun atau naik 49,3% yoy. Di sisi lain, beban operasional hanya meningkat 4,5% menjadi Rp22,92 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sehingga mendukung peningkatan profitabilitas.
Kinerja operasional turut ditopang oleh peningkatan kualitas pelanggan. ARPU (average revenue per user) seluler gabungan naik 17,3% menjadi Rp46.000, sementara trafik data meningkat 19,9% menjadi 9.892 petabyte (PB). Jumlah pelanggan seluler tercatat sekitar 93,4 juta hingga akhir Juni 2026.
Untuk menopang pertumbuhan trafik, Indosat memperluas jaringan dengan mengoperasikan sekitar 214.000 BTS 4G dan lebih dari 10.000 BTS 5G hingga akhir semester I/2026. Jumlah BTS 5G melonjak lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain memperkuat infrastruktur, Indosat pada tahun ini membentuk kemitraan strategis dengan Arsari Group melalui PT Infra Fiber Teknologi (IFT) untuk mengembangkan infrastruktur fiber digital terbuka (open access).
Perseroan juga menggandeng Nokia dalam modernisasi jaringan melalui implementasi 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas layanan digital bagi pelanggan. (ip/jh. Foto: Dok. Indosat)


