BusinessUpdate – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatatkan produksi minyak dan gas (migas) mencapai 170 mboepd (thousand barrel oil equivalent per day) pada semester I/2026, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Gas mencapai sekitar 72% dari total produksi, sejalan dengan pertumbuhan permintaan gas regional,” kata Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi Amri Siahaan dalam paparan publik (public expose) yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Perseroan mempertahankan panduan 2026 untuk produksi minyak dan sebesar 165–170 mboepd dan belanja modal minyak dan gas sebesar US$415 juta.
Pada kuartal I/2026, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar US$668,3 juta, meningkat 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, EBITDA naik 5,7% menjadi US$351,1 juta, laba bersih meningkat 282,3% menjadi US$67,4 juta.
“Kami tetap fokus pada pencapaian target operasional, disiplin biaya dan pengelolaan neraca yang sehat. Kami akan terus mengembangkan aset-aset inti dan menjalankan pertumbuhan secara disiplin untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” jelas Amri.
Di bisnis ketenagalistrikan, Medco Power mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh pada semester I/2026, meningkat 16,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan sejalan dengan panduan 2026 sebesar 4.550 GWh. Porsi kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 26%, dan tetap berada pada kisaran target jangka panjang perusahaan.
Amri mengatakan, MedcoEnergi mempertahankan momentum pertumbuhan melalui disiplin operasional atas eksekusi proyek-proyek utama yang mendukung produksi saat ini sekaligus memperkuat basis pertumbuhan masa depan.
Senoro Phase 2A telah beroperasi penuh pada Juni 2026, Bualuang Renewal Plan Phase I mulai berproduksi pada kuartal II/2026, sementara pengembangan Sakakemang terus berjalan menuju produksi gas pertama yang ditargetkan pada kuartal III/2027. (pa/jh. Foto: Dok. MedcoEnergi)


