BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan tambahan laba sekitar Rp115 miliar dari rencana memperbesar kepemilikan saham di anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). ASII berencana membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO atau setara 4,94% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Tambahan laba tersebut diproyeksikan seiring dengan pelaksanaan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) yang dilakukan ASII untuk saham AUTO.
Adapun, harga yang ditawarkan ASII dalam VTO sebesar Rp 3.600 per saham. Harga tersebut di atas harga saham AUTO yang berada pada level Rp 3.340 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (10/9/2026).
Presiden Direktur Astra International, Rudy mengatakan, apabila seluruh saham yang ditawarkan dalam VTO terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat menjadi sekitar 84,95%. Menurutnya, dengan peningkatan kepemilikan tersebut, ASII berpotensi memperoleh tambahan laba sekitar Rp100 miliar hingga Rp115 miliar.
“Kalau kita bisa mengambil semua, kepemilikan kita akan naik ke 84,95%, jadi akan naik 4,95%. Kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp2,2 triliun, Rp2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp100 miliar, Rp115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” ujar Rudy dalam public expose 2026, Kamis (10/9/2026).
ASII telah menyiapkan anggaran sekitar Rp858 miliar untuk mempertebal kepemilikan saham di AUTO. Keputusan ini dilakukan dengan mempertimbangkan fundamental AUTO yang dinilai solid, termasuk kondisi arus kas yang sehat.
Selain itu, Astra Otoparts dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. “Fundamentalnya bagus, cash flow-nya sehat dan kami melihat ke depan masih banyak potensi pertumbuhan,” jelasnya.
Meski meningkatkan kepemilikan, ASII memastikan AUTO akan tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan terbuka. Astra juga akan menjaga tingkat saham yang beredar di publik atau free float AUTO minimal sebesar 15%. (rn/jh. Foto: Dok ASII)


