HomeCORPORATE UPDATEBUMSPendapatan Blue Bird Tumbuh Laba Bersih Turun

Pendapatan Blue Bird Tumbuh Laba Bersih Turun

BusinessUpdate – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan penurunan laba pada semester I/2026 menjadi Rp320,56 miliar, turun 4,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 335,44 miliar.

Di sisi lain, pendapatan Blue Bird meningkat 11,3% secara tahunan menjadi Rp2,97 triliun. Pendapatan masih didominasi layanan taksi sebesar Rp2,07 triliun. Sementara layanan non taksi menyumbang Rp899,98 miliar. Penurunan laba terjadi seiring kenaikan beban langsung.

Sepanjang semester I/2026, beban langsung mencapai Rp2,05 triliun, naik 15,14% dibandingkan Rp1,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban tersebut terdiri dari beban operasional, beban penyusutan, dan beban pendukung.

Sementara itu, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tercatat sebesar Rp714 miliar. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan bisnis didorong meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Menurut Andre, kinerja tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis Bluebird di tengah ketidakpastian geopolitik, kenaikan biaya energi dan operasional, volatilitas nilai tukar rupiah, serta persaingan industri.

“Kami akan terus perkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Andre mengatakan, layanan taksi masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 69% dari total pendapatan. Segmen ini tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Layanan non taksi, yang mencakup shuttle, rental, bus, dan layanan mobilitas lainnya, menyumbang sekitar 31% dari total pendapatan.

Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produktivitas armada, penguatan kinerja di berbagai wilayah operasional, serta optimalisasi kanal digital. Pada segmen non-taksi, layanan shuttle melalui Cititrans menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat. Kinerja itu didorong penambahan armada, optimalisasi rute, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

Bigbird tetap mencatat permintaan yang stabil dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan. Bisnis rental juga terus tumbuh berkat permintaan yang konsisten dari pelanggan korporasi. Selain mengembangkan layanan mobilitas, Blue Bird juga mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada melalui penjualan kendaraan eks operasional yang telah direkondisi sesuai standar perusahaan.

“Pendekatan ini mencerminkan efektivitas pengelolaan aset yang mendukung keberlanjutan bisnis secara menyeluruh,” ujar Andre. Perseroan juga melanjutkan program pengembangan kompetensi, apresiasi, dan peningkatan kesejahteraan pengemudi serta karyawan untuk menjaga kualitas layanan.

“Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Andre. (rn/jh. Foto: Dok. Blue Bird)

Must Read