BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memastikan pemanfaatan tambahan likuiditas dari pemerintah melalui penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan digunakan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dan program prioritas nasional.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan tambahan likuiditas dari penempatan dana pemerintah akan dikelola untuk memperkuat fungsi intermediasi, guna mendukung pembiayaan sektor produktif dan program prioritas nasional sehingga perseroan tidak akan ekspansi kredit secara agresif.
“Kepercayaan ini menjadi amanah bagi BNI untuk memperkuat peran sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembiayaan sektor-sektor produktif dan program prioritas nasional sehingga mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/8/2026).
Menurut Okki, pengelolaan dana tersebut akan tetap mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan dunia usaha, serta kualitas debitur. Tambahan likuiditas bukan menjadi alasan untuk menurunkan standar pemberian kredit. “Seluruh penyaluran kredit tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang kuat,” katanya.
Masuknya likuiditas pemerintah membuat bank memiliki ruang lebih besar dalam mengatur strategi pendanaan di tengah tantangan intermediasi perbankan. Di sisi lain, perbankan tetap menghadapi tantangan untuk memastikan dana yang tersedia dapat tersalurkan ke sektor riil secara produktif.
BNI menyatakan akan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan, kecukupan likuiditas, dan kualitas aset. Perseroan akan mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional dengan tetap memperhatikan profil risiko.
Penempatan dana SAL sendiri menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat likuiditas industri perbankan, khususnya kelompok bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperbesar kapasitas intermediasi bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Tantangan bagi bank adalah memastikan tambahan likuiditas tidak hanya meningkatkan dana mengendap, melainkan mampu diterjemahkan menjadi pembiayaan produktif yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi. (rn/jh. Foto: Dok. BNI)


