HomeCORPORATE UPDATEBUMNBPJS Luncurkan Program PEKA untuk Dorong Lahirnya UMKM

BPJS Luncurkan Program PEKA untuk Dorong Lahirnya UMKM

BusinessUpdate – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) sebagai langkah strategis untuk mentransformasi manfaat jaminan sosial menjadi modal produktivitas bagi keluarga pekerja.

Program yang diikuti oleh 1.426 penerima manfaat ini diluncurkan secara nasional di Bandung, Selasa (18/8/2026) oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli didampingi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain.

Program PEKA merupakan bentuk nyata dari semangat Value Beyond Protection, di mana perlindungan jaminan sosial tidak hanya berhenti pada pemberian santunan tunai, melainkan berlanjut pada pendampingan agar ahli waris mampu membangun sumber penghidupan baru secara mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini karena selaras dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan melalui penciptaan wirausaha baru.

“Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan kolaborasi ini berpotensi menumbuhkan tenaga kerja mandiri yang menjadi soko guru perekonomian bangsa serta mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan bahwa PEKA lahir dari kepedulian terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga pekerja yang kehilangan tulang punggung. Tanpa pendampingan yang tepat, dana santunan dikhawatirkan hanya akan habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek.

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” ungkap Saiful.

Sebanyak 1.426 peserta yang tersebar di 45 titik di seluruh Indonesia mengikuti berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan potensi ekonomi daerah masing-masing. Ragam pelatihan tersebut mencakup peningkatan kompetensi kewirausahaan, pemasaran digital, kuliner, tata boga, kerajinan tangan, barista, hingga jasa binatu (laundry).

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan sinergi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, perguruan tinggi, hingga komunitas praktis.

“Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tutup Saiful. (ip/jh. Foto: Dok. RRI

)

Must Read