HomeECONOMICGadai Barang Mewah Tumbuh di Kalangan Pengusaha dan Kolektor

Gadai Barang Mewah Tumbuh di Kalangan Pengusaha dan Kolektor

BusinessUpdate – PT Lesca Gadai Premier menyebut tren gadai barang mewah tumbuh seiring ekspansi industri pergadaian nasional yang mencatat pembiayaan Rp160,78 triliun pada Juli 2026. Segmen gadai barang mewah juga merasakan pertumbuhan ini, terutama di kalangan pengusaha dan kolektor yang membutuhkan likuiditas tanpa harus menjual aset bernilai tinggi.

“Melalui skema gadai premium, nasabah dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum peluang usaha baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya,” kata Direktur PT Lesca Gadai Premier Bastian Purnama dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Aset seperti jam tangan bernilai tinggi, tas desainer, hingga perhiasan berlian dapat dimanfaatkan sebagai agunan untuk memperoleh likuiditas, termasuk untuk kebutuhan modal kerja.

Bastian mengatakan sebagian pemilik aset memilih skema tersebut karena ingin mempertahankan kepemilikan barang ketika pasar berfluktuasi maupun saat nilai aset berpotensi mengalami apresiasi.

Pertumbuhan segmen tersebut berlangsung di tengah ekspansi industri pergadaian secara nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran pembiayaan industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh 50,73% secara tahunan (yoy) menjadi Rp160,78 triliun.

Dari total tersebut, pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp136,39 triliun atau 84,83% dari keseluruhan pembiayaan industri pergadaian.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pertumbuhan industri pergadaian didukung kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang cepat dan efisien serta perluasan jangkauan wilayah operasional pelaku usaha.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Agusman mengingatkan perusahaan pergadaian untuk tetap menerapkan manajemen risiko dengan memperhatikan kualitas dan pergerakan harga barang yang dijadikan agunan.

“Pelaku usaha perlu mencermati kualitas serta pergerakan harga agunan yang memengaruhi risiko usaha, di samping tantangan akses dan efisiensi biaya pendanaan yang masih dihadapi oleh pergadaian swasta dalam memperluas pembiayaannya,” ujar Agusman.

Menanggapi risiko pergerakan harga agunan, Bastian mengatakan proses penaksiran menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembiayaan berbasis barang mewah. Lesca Gadai Premier menggunakan tenaga penaksir (appraiser) profesional bersertifikat dengan basis data nilai pasar sekunder internasional untuk menilai barang yang dijadikan agunan.

Perseroan juga menyebut telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu serta ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. (pa/jh. Foto: Dok. Leska Gadai Premier)

Must Read