BusinessUpdate – PepsiCo Indonesia mengembangkan kentang industri lokal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk menjadi salah satu bahan baku produksi keripik kentang Lay’s di pabrik PepsiCo Indonesia di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini memperkuat keterhubungan rantai pasok dari petani di tingkat hulu hingga industri pengolahan di hilir.
“Hasil panen kentang industri dari program ini nantinya akan diproduksi menjadi keripik kentang Lay’s di pabrik makanan ringan PepsiCo Indonesia di Cikarang, Jawa Barat,” kata Director of Supply Chain PepsiCo Indonesia Ayok Nugroho dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Ia berharap, melalui program pengembangan petani kentang industri ini, PepsiCo Indonesia dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani lokal dan masyarakat sekitar.
Pengembangan kentang industri tersebut menjadi bagian dari upaya PepsiCo Indonesia membangun ekosistem pertanian kentang industri di Jawa Barat. Program tersebut telah dimulai sejak 2024 dan dilanjutkan dengan penanaman perdana pada November 2025.
Dalam prosesnya, PepsiCo Indonesia memberikan pendampingan kepada petani melalui pengembangan kapabilitas serta transfer pengetahuan mengenai praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman, penggunaan pupuk dan pestisida secara efisien, pengelolaan lahan hingga proses panen.
Menurut Ayok, pengembangan pertanian kentang industri di Jawa Barat diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan baku untuk kebutuhan industri, tetapi juga meningkatkan produktivitas petani lokal. “Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas petani kentang industri di Jawa Barat,” katanya.
Kentang yang dihasilkan petani tidak berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi diarahkan masuk ke proses pengolahan dan menjadi bagian dari produk makanan yang diproduksi secara lokal. Dengan pola tersebut, kegiatan ekonomi tercipta mulai dari tingkat petani, proses pengumpulan dan pengendalian kualitas bahan baku, hingga pengolahan di fasilitas manufaktur PepsiCo Indonesia di Cikarang.
PepsiCo Indonesia juga memastikan kentang yang ditanam dan dipanen petani memenuhi standar kualitas yang ditetapkan untuk kebutuhan industri dan produksi keripik kentang Lay’s. Proses tersebut menjadi bagian penting karena kebutuhan industri makanan tidak hanya membutuhkan ketersediaan komoditas, tetapi juga konsistensi kualitas, produktivitas dan kesinambungan pasokan.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut Dedi mengatakan keterlibatan industri dalam pengembangan pertanian dapat memberikan manfaat bagi petani, terutama melalui pembinaan dan edukasi untuk meningkatkan hasil pertanian.
“Pertanian merupakan program strategis nasional dan hasil pertanian Garut merupakan salah satu penyumbang laju pertumbuhan ekonomi terbesar di wilayah Garut,” ujar Dedi.
Pengembangan kentang industri tersebut mencakup sejumlah wilayah di Jawa Barat, antara lain Lembang, Cisarua dan Garut. PepsiCo Indonesia menjalankan program Agriculture Development sebagai bagian dari upaya mengembangkan praktik pertanian kentang industri yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan Lay’s GrowerConnect. Melalui program tersebut, PepsiCo Indonesia telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lebih dari 200 petani dalam berbagai tahapan budidaya kentang industri. Pendampingan dilakukan secara berkala dalam setiap musim tanam.
Petani mendapatkan dukungan mulai dari persiapan sebelum penanaman, masa pertumbuhan tanaman hingga panen. Pendekatan dari hulu hingga hilir tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen sekaligus mendorong efisiensi penggunaan input pertanian.
Bagi industri makanan, penguatan rantai pasok lokal menjadi penting karena ketersediaan bahan baku merupakan salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan proses produksi. Karena itu, pengembangan kemampuan petani menjadi bagian dari strategi membangun pasokan bahan baku yang lebih tangguh. (ip/jh. Foto: Dok. PepsiCo)


