BusinessUpdate – Ancaman resesi tahun depan tak menyurutkan investor untuk menaruh uangnya di startup sektor tertentu.
Menurut Eddi Danusaputro, Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) jenis startup yang masih menarik bagi investor pada tahun depan adalah sektor financial technology (fintech), bidang pertanian (agriculture technology/agritech), hingga foodtech.
“Modal ventura pasti juga akan terdampak [resesi global 2023], tapi modal ventura kan sumber dana dari dalam negeri jadi masih relatif aman. Kita tetap investasi, meski lebih selektif,” kata Eddi, Selasa (6/12/2022), seperti dikutip Bisnis.
Sementara itu, jika merujuk data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2022, tercatat penyertaan saham modal ventura mengalami pertumbuhan sebesar 18,92% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp5,92 triliun menjadi Rp6,29 triliun.
Eddi menilai penyertaan saham modal ventura mengalami peningkatan karena investor masih optimistis tentang prospek ekonomi dalam negeri. Jumlah pembiayaan/penyertaan neto modal ventura berdasarkan jenis kegiatan usaha juga tumbuh 10,38% secara tahunan dari Rp16,2 triliun menjadi Rp17,89 triliun.
Sementara itu, jika melihat kinerja modal ventura dari sisi Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami penurunan 82,87%. Dari sisi investment and financing to asset ratio (IFAR) juga menurun sebanyak 73,94%. Dilihat dari rasio non performing financing (NPF) juga merosot sebesar 3,41%.
Eddi menjelaskan penurunan yang terjadi pada indikator ini harus ditelaah lebih dalam, terutama hal ini disebabkan oleh perusahaan modal ventura yang melakukan pembiayaan (kredit) bukan penyertaan ekuitas.
Di sisi lain, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) modal ventura mengalami pertumbuhan hingga September 2022, masing-masing menjadi sebesar 3,48% dan 5,43%. Peningkatan ini diduga karena perusahaan modal ventura melakukan penyertaan ekuitas. (jh)


