BusinessUpdate – Jumlah cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Indonesia sampai November 2022 mencapai 90% dari total populasi yang ada.
Sampai 30 November 2022 jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 246,9 juta. Tertinggi kedua di dunia setelah India dengan jumlah peserta sekitar 600 juta orang.
“Sejauh ini jumlah cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 90% dari total populasi yang ada di Indonesia. Bahkan angka ini pun bisa dikatakan menjadi yang nomor 2 di dunia setelah India dengan jumlah cakupan kepesertaan mencapai 600 juta orang,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti dalam webinar, Rabu (14/12/2022).
Sejalan dengan hal ini, BPJS Kesehatan bersama dengan JKN dan pemangku kepentingan lainnya meluncurkan buku statistik JKN 2016-2021 untuk menjadi acuan kinerja ke depan.
Buku tersebut merupakan buku statistika edisi ke 3, setelah sebelumnya diluncurkan buku statistik 2014-2018 dan 2015-2019. Buku ini menyajikan data-data yang diperlukan untuk pengambilan kebijakan ke depan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Immanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan, dalam buku statistik JKN 2016-2021 tersebut akan banyak evaluasi, pencapaian, dan kegiatan yang masih dalam tahapan proses yang nantinya bisa dilihat dan dibentuk kebijakan ke depan.
“Ini bisa berbasis bukti yang bisa membenahi program JKN ke depannya agar jauh lebih kuat dan lebih kokoh,” ujarnya.
Peluncuran buku tersebut diharapkan bisa menjadi jawaban bagi kebutuhan World Health Organization (WHO) mengenai equity to health services and financial risk protection, dan diharapkan buku ini bisa menjadi pelajaran untuk membenahi berbagai program ke depan.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo sebelumnya pernah mengarahkan untuk melakukan perluasan cakupan kepesertaan, dengan melibatkan berbagai pihak, hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bersama bagi BPJS Kesehatan dan JKN serta pemangku kepentingan lainnya ke depan. (rn/jh. Foto: Dok. BPJS Kesehatan)


