BusinessUpdate – Guna mengembangkan energi bersih dan pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah merogoh Rp10 triliun untuk PT PLN (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diberikan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) dan pooling fund bencana (PFB). Ketiga penerima dana itu pun melakukan penandatanganan letter of commitment (LoC) dengan pemerintah.
“Itu [Rp10 triliun] adalah angka yang sangat besar. Kami berharap tentu dana yang berasal dari uang rakyat bisa hasilkan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (18/12/2022).
Adapun rinciannya, PLN menerima suntikan PMN sebesar Rp5 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan peningkatan kapasitas usahanya. Tujuannya, meningkatkan kemampuan pendanaan perseroan untuk membiayai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Sebesar Rp2,44 triliun digunakan untuk membiayai proyek distribusi, termasuk Pembangkit EBT Listrik Desa (Lisdes) Penunjang Program Lisdes. PMN ini diyakini tak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi, tapi juga berkontribusi pada peningkatan bauran energi baru terbarukan.
Sedangkan SMF menerima suntikan PMN sebesar Rp2 triliun untuk mendukung pembangunan program satu juta rumah. Dana itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perseroan untuk menjaga kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Dengan adanya perumahan yang layak juga akan menghasilkan lingkungan yang lebih layak karena tertata dengan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, upaya mengelola lingkungan hidup didorong dengan pembentukan PFB atau Dana Bersama Penanggulangan Bencana (DBPB). Maka untuk mengelola DBPB, Sri Mulyani menugaskan BPDLH atau Indonesia Environment Fund (IEF), dengan alokasi investasi pada tahun ini sebesar Rp3 triliun. (pa/jh. Foto: Doc. Kemenkeu)


