BusinessUpdate – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap porsi kredit perbankan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai angka 30% pada 2024 nanti.
Saat ini porsi kredit perbankan untuk UMKM berada di kisaran 20%. “Kita tahu bahwa 99,9% pelaku usaha kita adalah pelaku UMKM. Meskipun jumlahnya besar, sampai saat ini porsi kredit perbankan masih ada di kisaran 20%. Target kita di tahun 2024 bisa mencapai 30% porsi untuk UMKM,” kata Jokowi dalam agenda Sekretariat Presiden yang dipantau secara virtual pada Senin (19/12/2022).
Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo menyerahkan kredit usaha rakyat (KUR) klaster dan penyaluran dana bergulir kepada koperasi melalui lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) koperasi dan UMKM. Jokowi menyerahkan secara simbolis KUR Klaster kepada 10 penerima baik UMKM individu maupun koperasi.
Selain disalurkan melalui LPDB, KUR Klaster juga disalurkan Bank BUMN, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Syariah Indonesia Tbk., hingga sejumlah bank pembangunan daerah (BPD).
Untuk percepatan akses penyaluran kredit usaha rakyat, Kementerian Koperasi dan UMKM bersama seluruh stakeholder menghadirkan inovasi percepatan penyaluran KUR melalui skema KUR Klaster yang memudahkan pelaku UMKM untuk naik kelas melalui aksi konsolidasi umkm mikro melalui offtaker dan agregator.
Dalam skema yang dibagikan, anggota kelompok KUR Klaster yang mengajukan permohonan KUR secara individu akan dibiayai oleh perbankan BUMN, Swasta maupun Koperasi untuk kemudian membangun perjanjian kerjasama dengan offtaker, baru nantinya membangun kerjasama kemitraan dengan kelompok usaha terkait.
Adapun, pelaku UMKM yang tergabung dalam klaster nantinya akan memiliki manfaat kolektif berupa akses pembiayaan dan akses pasar. Tercatat, data jumlah klaster yang telah mengakses KUR Klaster sebanyak 14.888 klaster dengan jumlah UMKM sebanyak 1,3 juta unit.
Hingga 15 Desember 2022, realisasi penyaluran kredit tembus Rp4,8 triliun rupiah atau 96,7% dari ekspektasi seluruh kredit Rp49 triliun tahun 2022. Ke depannya, pemerintah akan kembali menaikkan nilai alokasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2023 menjadi Rp460 triliun dari Rp373,17 triliun pada 2022. (rn/jh)


