BusinessUpdate – Tahun 2023 ini PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) akan fokus menyalurkan kredit kepada beberapa segmen utama, salah satunya nasabah Korean Link.
Sebagai informasi, Korean Link adalah program ekosistem korporasi yang dirancang untuk membantu perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia.
Dalam paparan publik (public expose) tahunan beberapa waktu silam, manajemen BBKP menjelaskan setidaknya terdapat tiga segmen yang akan menjadi fokus utama perseroan pada tahun ini.
“Pada tahun 2023 pinjaman akan difokuskan pada beberapa segmen utama yakni, nasabah korean link, nasabah SME yang merupakan supply chain Korean link serta segmen retail yang mencakup kredit pensiun, mortgage, dan lain-lain,” jelas manajemen BBKP dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (4/1/2023).Â
Sebelumnya Deputy President Director KB Bukopin Robby Mondong menuturkan bahwa segmen SME dan wholesale juga akan difokuskan pada Korean Link dan supply chain.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai BBKP memang perlu menyalurkan kredit yang berkualitas untuk memacu portofolio perseroan.
“Untuk penyaluran kredit berkualitas ini bukopin bisa memanfaatkan ekosistem atau jaringan nasabah Korea mereka yg saya kira di indonesia cukup besar dan prospektif,” ujarnya seperti dikutip oleh Bisnis, Rabu (3/1/2022).
Ia menambahkan, penyaluran kredit secara agresif bisa menjadi salah satu cara yang dapat diambil oleh perseroan. Namun, penyaluran kredit itu perlu berhati-hati agar peningkatan kredit tidak diikuti dengan peningkatan non-performing loan/NPL.
Piter mengingatkan, perbaikan portfolio yang dilakukan oleh BBKP perlu diawali dengan mengurangi rasio kredit bermasalah NPL. Bila dilihat pada sisi pengelolaan risiko kredit, BBKP juga menjelaskan akan memperkuat penilaian risiko dalam melakukan evaluasi debitur.
KB Bukopin tengah berupaya menekan kredit bermasalah perseroan. Perusahan berencana membersihkan sekitar Rp10 triliun kredit macet melalui bulk sales atau penerbitan obligasi syariah atau sukuk.
Hingga September 2022, BBKP mencatatkan NPL gross sebesar 8,63% dan secara net 4,89%. Sedangkan, risiko atas kredit yang disalurkan (LAR) berada di level 52,8%. Sebelumnya, BBKP juga sempat menjalin kerja sama dengan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menangani kredit bermasalah BBKP senilai Rp1,3 triliun pada September 2022 lalu melalui skema pertukaran aset (asset swap). (rn/jh)


