BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telahi menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp 7,2 triliun sepanjang 2022. Padahal, total penyaluran KUR nasional ke sektor ini pada 2022 sebesar Rp 9,9 triliun.
“Jadi total penyaluran KUR nasional kepada sektor kelautan dan perikanan Rp 9,9 triliun, dan Rp 7,2 triliun di antaranya andil BRI kepada sektor tersebut,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso di Gedung Mina Bahari 3 Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (6/3/2023).
BRI juga menyalurkan kredit ke sektor kelautan dan perikanan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp5,5 triliun kepada 5.838 nasabah. “Di segmen yang belum bankable pun, BRI memiliki program Link UMKM untuk memberdayakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, BRI terus berupaya menyalurkan kredit ke sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya melalui komitmen penyaluran kredit ke sektor kelautan dan perikanan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dilakukan pada Senin (6/3/2023).
“Kami juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan Kartu Kusuka, dan telah tercatat 250.000 kartu dan juga penyaluran pinjaman dana bergulir dengan LPM UKP dengan outstanding Rp 300 miliar selama tahun 2002,” jelas Sunarso.
Secara keseluruhan, total kredit yang telah disalurkan bank pemerintah ini sebesar Rp1.139,08 triliun di 2022. Adapun porsi terbesar yakni 84,74% disalurkan ke kredit UMKM dan 15,26% merupakan kredit korporasi.
BRI paling banyak menyalurkan kredit ke segmen mikro yaitu sebesar Rp551,27 triliun, tumbuh 13,9%. Kemudian diikuti dengan segmen kecil dan menengah sebesar Rp246,40 triliun dan segmen konsumer sebesar Rp167,63 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit ke segmen korporasi sebesar Rp173,78 triliun, lebih besar dari penyaluran kredit ke segmen konsumer. Untuk itu, tahun ini BRI optimistis kredit akan tumbuh 10-12% dan tetap didominasi oleh kredit segmen mikro. (pa/jh)


