BusinessUpdate – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mampu meningkatkan kinerja di segala lini secara konsisten dan berkesinambungan melalui inovasi Smart Production. Smart Production ini diusung Pupuk Kaltim dalam Hannover Messe 2023 yang berlangsung di Jerman pada 17-21 April 2023 lalu.
Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta mengungkapkan Smart Production merupakan digital platform yang mengintegrasikan berbagai data dan informasi, untuk meningkatkan performa operasi pabrik melalui beberapa aplikasi yang dibangun secara in-house.
Hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam transformasi industri 4.0 di Pupuk Kaltim, di mana Smart Production merupakan salah satu aspek utama dalam mendorong kinerja optimal, mulai dari meningkatkan keandalan pabrik, produktivitas hingga efisiensi konsumsi energi dan bahan baku.
“Smart Production di Pupuk Kaltim telah dibangun melalui berbagai aplikasi pendukung, hingga pengembangan yang dirancang saling terintegrasi satu sama lain untuk meningkatkan manfaat sekaligus efisiensi guna menghindari redundansi data,” jelas Hanggara.
Menurut Hanggara, gagasan Smart Production sekaligus wujud dukungan Pupuk Kaltim selaku National Lighthouse 4.0 di industri petrokimia, terhadap peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah ditetapkan Pemerintah.
Pupuk Kaltim memberikan perhatian penuh terhadap implementasi industri 4.0 di lingkungan perusahaan, melalui Roadmap IT Master Plan yang dirancang agar tetap sesuai jalur. Didukung evaluasi berkala untuk disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan perusahaan.
Sejumlah hal yang sudah dilakukan perusahaan adalah peningkatan infrastruktur teknologi informasi, guna menjaga realibility aplikasi seperti Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC), serta meningkatkan security untuk menjaga berbagai data confidential perusahaan. Selain itu continuous improvement juga terus dilakukan, dengan beragam aplikasi yang saling terintegrasi.
“Salah satunya pengembangan aplikasi supply chain NPK, guna menjaga availability bahan baku dan perencanaan produksi untuk meningkatkan efisiensi serta profitabilitas,” terang Hanggara.
Lebih lanjut, pengembangan Smart Production juga langkah Pupuk Kaltim untuk memperkuat posisi dan berperan strategis pada pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia, sehingga daya saing perusahaan akan meningkat.
Di samping itu Pupuk Kaltim selaku benchmark Industri 4.0 di bidang petrochemical, turut didorong agar semakin berperan menjadi contoh bagi industri sejenis, sehingga peningkatan daya saing perusahaan makin tinggi dalam menjangkau potensi yang lebih besar di pasar global.
“Transformasi industri 4.0 melalui Smart Production telah memberikan business impact yang baik bagi Pupuk Kaltim, utamanya meningkatkan efektivitas kinerja di segala lini secara konsisten dan berkesinambungan. Hal ini akan terus dikembangkan Pupuk Kaltim, guna mendorong transformasi bisnis yang sejalan dengan roadmap pertumbuhan perusahaan,” pungkas Hanggara. (rn/jh)


