HomeCORPORATE UPDATEBUMSAstra Otoparts Gelontorkan Rp133 Miliar untuk Bangun SPKLU

Astra Otoparts Gelontorkan Rp133 Miliar untuk Bangun SPKLU

BusinessUpdate – Perusahaan produsen komponen otomotif PT Astra Otoparts Tbk., anak usaha PT Astra International Tbk. menyatakan hingga akhir Maret perseroan telah menyerap Rp133 miliar dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp500 miliar yang telah dianggarkan tahun 2023 ini. 

Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya mengatakan, belanja modal itu dipergunakan untuk menjajaki peluang bisnis di segmen kendaraan listrik, salah satunya dengan menyediakan fasilitas infrastruktur pengisian daya mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melalui Astra Otopower. 

“Saat ini kami sudah turut menunjang infrastruktur EV melalui fasilitas pengisian daya Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai [KBLBB] roda empat Astra Otopower, sambil terus memantau perkembangan terkait EV, baik itu demand, infrastruktur, dan insentif-insentif yang diberikan oleh pemerintah,” jelas Wanny, dikutip dari Bisnis, Senin, (5/6/2023). 

Meski permintaan masyarakat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) masih relatif rendah, perseroan tetap menyiapkan sejumlah strategi untuk menyambut tren kendaraan listrik di masa depan. 

Menurut Wanny, hingga saat ini permintaan masyarakat terhadap EV masih relatif kecil. Hal ini terlihat dari jumlah penjualan EV di tahun 2022 hingga April 2023 masih di kisaran 0-1% dari total penjualan mobil di Indonesia, meski pemerintah sudah memberikan program insentif. 

Ia menambahkan, perseroan masih akan terus menambah outlet untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik. Oleh karena itu, Astra Otoparts menganggarkan belanja modal alias capex sebesar Rp500 miliar tahun ini. 

“Tahun ini kami menganggarkan capex Rp500 miliar untuk capex rutin yang menunjang produktivitas perseroan. Pada kuartal I/2023, sekitar Rp133 miliar telah dipergunakan untuk menunjang produktivitas tersebut,” tambah Wanny. 

Soal target perusahaan, Wanny mengatakan perseroan hanya akan mengacu pada target asosiasi seperti Gaikindo dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). 

Sebagai informasi, Gaikindo mematok target penjualan mobil Indonesia mencapai 975 ribu unit pada 2023. Sedangkan target penjualan sepeda motor AISI tahun ini sebanyak 5,8 juta unit. (pa/jh)

Must Read