BusinessUpdate – Jika Anda pecinta buah durian, sudah selayaknya, bahkan wajib, mengunjungi Desa Wisata Durensari Sawahan yang terletak di Trenggalek, Jawa Timur. Desa ini memiliki hutan durian seluas 650 hektar. Mau pilih jenis durian apa saja, ada di sini.
Desa Wisata Durensari masuk ke dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Untuk bisa menikmati buah durian langsung dari pohonnya, Anda harus datang saat musim durian tiba.
Di sepanjang perjalanan, Anda bisa menikmati suasana hutan yang masih alami dengan banyak pohon durian. Anda bisa menikmati langsung durian yang jatuh dari pohon. Dan jenis durian yang tersedia di kawasan tersebut banyak jenisnya, dan tentu rasanya nikmat. Ada yang manis pahit dengan daging tebal.
Kalau sedang tidak musim durian bagaimana? Jangan khawatir. Anda masih bisa menikmati perjalanan yang disajikan di desa tersebut. Desa Wisata Durensari banyak memanfaatkan situasi alam dan kearifan lokal.
Aliran sungai yang dulunya kotor penuh sampah, disulap menjadi wahana wisata yang menarik oleh para pegiat desa. Karena tidak terlalu dalam dan mengalir di antara bebatuan, aliran sungai tersebut aman digunakan untuk bermain atau mandi oleh anak-anak. Airnya jernih dan tidak ada sampahnya.
Desa Wisata Durensari berjarak sekitar 38 kilometer dari pusat Kota Trenggalek atau lebih-kurang satu jam perjalanan menggunakan kendaraan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan kunjungan ke Desa Wisata Durensari, yang berada di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu.
Kearifan lokal yang khas menjadi nilai utama yang dianggap sebagai keunggulan Desa Wisata Durensari, yang berdampak positif terhadap ekonomi, sosial, dan budaya, dengan tetap mempertahankan kelestarian aspek lingkungan.
Menurut Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf Indra Ni Tua, sungai di Desa Durensari awal mulanya kotor, namun dengan dengan kearifan lokal bisa bersih seperti ini.
“Patut dicontoh budaya bersihnya. Kalau sungai yang ada di Pulau Jawa dibuat seperti ini, tidak akan ada sampah di berbagai pantai indah di Indonesia dan itu dimulai dari budaya,” sambungnya.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan pemberdayaan tertinggi di tingkat masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan dampak perekonomian dari pelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
“Bagaimana masyarakat berbuat sesuatu di alamnya di lingkungannya, sehingga lingkungan terjaga memberikan manfaat berkelanjutan. Ini community-based tourism dan Durensari telah mempraktikkan, maka layak disebut berkelas dunia,” tutup Indra. (pa/jh)


