BusinessUpdate – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) atau PGE dan PT Jasa Daya Chevron (Chevron Geothermal) sebagai pemenang lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) Way Ratai, Lampung.
Konsorsium PGEO dan Chevron Gheotermal menyiapkan besaran komitmen eksplorasi mencapai US$28,85 juta atau sekitar Rp431,01 miliar. Besaran komitmen konsorsium Pertamina itu lebih tinggi dari yang ditawarkan kompetitor lelang, PT Ormat Geothermal Indonesia.
Adapun, perusahaan spesialis panas bumi asal Amerika Serikat itu menyanggupi komitmen eksplorasi di angka US$25,1 juta atau sekitar Rp374,99 miliar.
“Bagi peserta lelang yang merasa dirugikan baik secara sendiri ataupun bersama-sama peserta lainnya, dapat menyampaikan sanggahan secara tertulis atas hasil pelelangan yang ditujukan kepada Menteri ESDM dalam waktu paling lama 5 hari kerja setelah tanggal pengumuman ini,” jelas Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana melalui keterangan resmi, Rabu (21/6/2023).
Adapun, pengumuman pemenang lelang itu menggunakan nomor surat 13.Pm/Ek.04/DJE.P/2023 yang diteken Dadan pada 19 Juni 2023. Pengumuman lelang itu menjadi penting untuk melanjutkan proses pengembangan lapangan potensial yang sempat terbengkalai dalam waktu yang terbilang lama sebelumnya.
WKP dengan potensi cadangan 105 megawatt (MW) ini pernah dilelang pada 2015 lalu dan dimenangkan oleh Konsorsium PT Optima Nusantara Energi dan Enel Green Power S.p.A pada 2016 dengan harga penawaran tenaga listrik US$13 sen/kWh.
WKP yang direncanakan untuk dikembangkan dengan kapasitas 55 MW itu sebelumnya ditargetkan dapat beroperasi pada 2022. Namun, konsorsium bernama PT Enel Green Power Optima Way Ratai itu memilih hengkang dan mengembalikan izin panas bumi WKP Way Ratai pada tahun lalu.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Ormat Geothermal Indonesia Dion Murdiono mengatakan, perusahaannya optimistis dapat memenangkan pertarungan yang intens dengan konsorsium PGE dan Chevron setelah menyiapkan penawaran yang cukup besar pada WKP tersebut.
Apalagi, Ormat memiliki keunggulan teknologi untuk pengembangan WKP yang memiliki temperatur atau entalpi sedang dan rendah tersebut. Selain itu, dia mengatakan perusahaanya relatif telah memberi harga penawaran yang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan konsorsium PGE & Chevron. (pa/jh)


