HomeCORPORATE UPDATEBUMNPertamina Dapat Dana US$3,1 Miliar untuk Bangun RDMP Balikpapan

Pertamina Dapat Dana US$3,1 Miliar untuk Bangun RDMP Balikpapan

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) berhasil mendapatkan dukungan pendanaan proyek
strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebesar US$3,1 miliar.

Pendanaan pembangunan proyek tersebut mendapatkan kepercayaan serta dukungan dari 4 Export Credit Agency dan 22 kreditur komersial yang nilainya mencapai USD 3,1 Milyar yang akan disalurkan kepada PT. Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Proyek RDMP Balikpapan akan menjadi kilang ramah lingkungan. Kilang itu dapat menurunkan emisi gas buang yang signifikan dari efisiensi energi untuk operasi dan produk yang nanti akan dihasilkan, sehingga mendukung program net zero emission yang telah dicanangkan pemerintah.

Sebagai proyek dengan investasi terbesar, RDMP Balikpapan membawa multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah, karena melibatkan perusahaan daerah, menyerap tenaga kerja lokal, serta TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang ditargetkan mencapai 30-35 %.

Saat proyek tersebut selesai, diproyeksikan dapat menghemat current account sebesar US$2,5 miliar per tahun baik dari produk BBM, LPG, maupun petrochemical.

Wakil Menteri BUMN 1, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan sektor energi merupakan elemen yang sangat penting untuk perkembangan ekonomi, karena tidak ada aktivitas dapat terjadi tanpa dukungan energi.

“Keberhasilan pembiayaan Proyek RDMP Kilang Balikpapan ini tentunya merupakan suatu prestasi untuk Pertamina, KPI dan KPB. Ini merupakan project financing yang terbesar di Indonesia sampai dengan saat ini, bahkan komitmen yang disampaikan kreditur mengalami oversubscribed hingga 42%,“ jelas Pahala.

Capaian tersebut membuktikan bahwa Pertamina dinilai sebagai perusahaan energi global yang terpercaya dan memperlihatkan betapa besar serta strategisnya proyek ini.

“Oleh karena itulah, kita percaya kemampuan Pertamina untuk menyelesaikan proyek RDMP Balikpapan dapat meningkatkan produksi dari 260 barel per hari menjadi 360 ribu barel. Ini sangat penting bagi kami dan bagi Indonesia,” ujar Pahala.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa Proyek RDMP Balikpapan akan menjadi kilang modern ramah lingkungan karena dapat menurunkan emisi karbon dari efisiensi energi operasi serta produk yang akan dihasilkannya.

“Kilang Balikpapan nantinya bisa memproses hampir semua jenis crude, daya proses lebih canggih, sehingga bisa mencari crude lebih efisien dan murah, karena bisa untuk crude sulfur tinggi. Kualitas produk yang kita hasilkan meningkat dari Euro 2 ke Euro 5,” ujar Nicke melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/6/2023).

Menurut Nicke upaya Pertamina untuk menuntaskan RDMP Balikpapan tak terhalang oleh Pandemi Covid-19 yang telah mewabah sejak 2020. Proses pengerjaan kilang terus berjalan dan hingga saat ini telah mencapai kemajuan 74% dengan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan.

Pertamina melalui Sub Holding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada hari Jumat (23/6/2023) menyelenggarakan Closing Ceremony Project Financing RDMP Balikpapan.

Turut hadir dalam acara Closing Ceremony Project Financing RDMP Kilang Balikpapan yaitu Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, PTH Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Isnanto Nugroho S, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan Feri Yani, Direktur K-Sure Park Sig-Weon, Vice President & Head of Project Finance Group from K-EXIM Kim Hyung Jun, Head of APAC SACE Marco Ferioli beserta 22 Perwakilan dari Commercial Bank. Tampak pula Duta Besar Amerika Serikat Sung Y Kim, serta Duta Besar Italia Benedetto Latteri. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Must Read