BusinessUpdate – PT KAI Commuter atau KCI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar sekitar Rp5 triliun untuk pengadaan armada KRL Jabodetabek.
Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba mengatakan, selain PMN, KCI juga akan melakukan pinjaman ke bank sekitar Rp3,6 triliun sampai Rp3,8 triliun dan mengajukan suntikan dari induk usaha yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sekitar Rp800 miliar.
“Ada (pinjaman bank) Rp3,8 triliun, kemudian ada (dari KAI) Rp800 miliar. Terus kan yang dibutuhkan itu sekitar Rp8 triliun ya, berarti PMN itu dibutuhkan sekitar Rp5 triliun,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari Kompas, Minggu (26/11/2023).
Ia menambahkan, seluruh kebutuhan anggaran tersebut saat ini sudah diproses, termasuk pengajuan PMN yang saat ini sedang ditinjau oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Sebagai informasi, KCI membutuhkan biaya sebesar Rp8,65 triliun untuk pegadaan KRL selama 2023-2027, yaitu berupa 24 trainset baru dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, 19 trainset retrofit, dan 3 KRL baru impor.
Biaya sebesar Rp5,7 triliun untuk pembelian 24 trainset KRL baru dari INKA hingga 2027 secara bertahap.
Rinciannya, harga KRL baru dari INKA sebesar Rp19,95 miliar per unit dan dalam satu trainset berjumlah 12 unit sehingga harga satu trainset KRL baru buatan dalam negeri ini senilai Rp239,37 miliar.
Pada 9 Maret 2023 PT KAI, PT INKA, dan PT KAI Commuter (KCI) telah menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset KRL baru dengan nilai kontrak sebesar Rp4 triliun.
Sesuai kontrak tersebut, 16 trainset ini akan selesai dibuat pada 2025-2026, yaitu pada 2025 KAI sebanyak 8 trainset dan pada 2026 sebanyak 8 trainset.
Sementara sisa kebutuhan KRL baru dari INKA akan dipenuhi pada 2027 sebanyak 8 trainset dalam kontrak yang berbeda.
Kemudian, pada 3 November 2023, PTÂ KCI dan PT INKA menandatangani kontrak kerjasama pekerjaan retrofit sarana KRL sebanyak 19 trainset senilai RP2,23 triliun. Adapun pengerjaan retrofit dilakukan secara bertahap selama 2023-2026.
Selanjutnya, biaya yang dibutuhkan untuk impor 3 trainset KRL baru yang akan datang ke Indonesia pada 2024 sebesar Rp676,8 miliar.
Angka impor ini berdasarkan Price Proposal JR East tanggal 30 Juni 2023 harga KRL baru dari Jepang sebesar Rp18,8 miliar dan dalam satu trainset berjumlah 12 unit sehingga harga satu trainset KRL baru buatan Jepang ini sebesar Rp225,6 miliar.
Namun Anne belum dapat memastikan KCI akan mengimpor 3 KRL baru dari Jepang atau negara lain. (rn/jh)


