BusinessUpdate – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memprediksi pergerakan wisatawan nusantara (wismus) pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencapai 200 juta pergerakan.
Perkiraan Sandiaga tersebut dua kali lipat dari prediksi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebesar 107 juta orang.
“Kami meyakini lebih dari itu, mungkin dua kali lipat. Kami perkirakan di angka 200 juta [pergerakan],” kata Sandi usai menghadiri acara Puncak Penganugerahan Desa/Kampung Wisata Terbaik KSW 5.0, Minggu malam (26/11/2023).
Menurut Sandi, begitu wisnus sampai ke satu daerah, mereka tidak hanya berhenti di satu destinasi saja tapi juga berkunjung ke destinasi lainnya.
Misalnya, seorang wisnus mengunjungi Bali. Ada kemungkinan bahwa wisnus tersebut tidak hanya berkunjung di kabupaten Badung, tapi juga ke destinasi lainnya yang ada di Kota Denpasar, hingga kabupaten Gianyar. Inilah yang membuatnya yakin pergerakan wisnus selama periode ini dapat mencapai 200 juta pergerakan.
Adapun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mempersiapkan tempat-tempat wisata untuk menyambut musim liburan Natal dan Tahun Baru.
Sandi menyebut, Kemenparekraf telah menyiapkan surat edaran kepada Kepala Dinas Pariwisata se-Indonesia. Dalam surat tersebut, Kemenparekraf menginstruksikan agar kepala-kepala dinas menyiapkan destinasi wisata di daerahnya agar aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisnus.
“Ini saya garis bawahi, aman, nyaman, dan menyenangkan karena kita tidak ingin ada kegiatan wisata yang terlalu membebani yang akhirnya timbul over capacity atau timbul kecelakaan yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Selain itu, Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga maupun dunia usaha terkait untuk memberikan sejumlah promo-promo selama libur Nataru.
Sebagai informasi, hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memperkirakan potensi pergerakan masyarakat mencapai 107,63 juta orang pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Budi Karya mengatakan, potensi pergerakan masyarakat tersebut meningkat 143,65% dibandingkan masa libur Nataru tahun sebelumnya. (pa/jh)


