BusinessUpdate – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap hati-hati dan menolak pesanan beras dari Cina dan Arab Saudi masing-masing sebesar 2,5 juta ton dan 1.000 ton.
Menurut Jokowi, stok beras Indonesia memang sudah aman. Hal itu terbukti dari International Rice Research Institute (IRRI) yang memberikan penghargaan terhadap Indonesia lantaran dalam tiga tahun terakhir mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut.
Kendati demikian, presiden ingin Indonesia tetap hati-hati karena saat ini beberapa negara menghadapi kesulitan pangan. Oleh karena itu, ia mengaku belum berani memenuhi permintaan dari Arab Saudi dan Cina tadi.
“Kemarin dari Cina minta beras 2,5 juta ton, Arab Saudi minta 1.000 ton beras. Saat ini kita belum berani, kita setop dulu,” imbuh Jokowi saat memberi arahan kepada KADIN Provinsi se-Indonesia di Jakarta Timur, Selasa (23/8), sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.
Namun, kata dia, jika produksi beras Indonesia sudah meningkat signifikan, maka tidak menutup kemungkinan RI bakal ekspor Arab Saudi dan Cina. Karenanya, Jokowi meminta anggota Kadin melihat peluang tersebut.
“Tapi begitu produksi melompat karena bapak ibu ke situ (produksi beras), bisa saja kita terjun ke situ dengan harga yang sangat visible sangat baik,” kata Jokowi.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan Cina mengajukan impor beras dari Indonesia sebanyak 2,5 juta ton dalam setahun.
Namun, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengaku mendapatkan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa Indonesia hanya mampu mengekspor beras sekitar 100 ribu ton dalam setahun.
“Kemudian arahan pimpinan (menteri pertanian) maksimal untuk mengamankan dalam negeri, nanti ekspor maksimal seratus-an ribu ton saja,” jelas Suwandi. (ed/spm)


