BusinessUpdate – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., tercatat memiliki 470 base transceiver station (BTS) 5G terbanyak pada 2023.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Mohamad Ramzy mengatakan BTS berteknologi broadband 5G Telkomsel tersebar di 48 kota. Perusahaan secara konsisten melakukan pengembangan dan penggelaran jaringan 5G secara bertahap dan terukur di seluruh wilayah Indonesia.
“Telkomsel berupaya memberikan layanan dan kualitas jaringan yang mampu memberi nilai tambah bagi pengguna, sekaligus mendukung produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan proses bisnis di beragam sektor industri dan bisnis, sehingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi,” kata Ramzy dikutip, Jumat (15/12/2023).
Sebagai informasi, Telkomsel telah berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk mengimplementasikan 5G di berbagai kegiatan operasionalnya, seperti dengan PT Freeport Indonesia dalam penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara.
Telkomsel juga bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II untuk memperkuat transformasi digital operasional bandara, bersama Kawasan Jababeka untuk membangun solusi digitalisasi kawasan berbasis infrastruktur 5G menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem.
“Kami juga berkolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI dalam uji coba 5G Robotic Telesurgery pertama di Indonesia,” kata Ramzy. Atas upayanya dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi bersama para pemangku kepentingan dan komunitas,Telkomsel menerima sejumlah Penghargaan dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Tahun 2023.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendorong operator untuk menggelar jaringan telekomunikasi terbaru 5G di Ibukota Negara Nusantara (IKN) Nusantara. IKN rencananya disulap menjadi salah satu kota pintar di Tanah Air.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen PPI Kominfo) Wayan Toni Supriyanto mengatakan kehadiran 5G di IKN diharapkan dapat memberi dampak positif untuk tiga indikator utama kemajuan ekosistem digital yakni pemerintahan digital, konektivitas digital dan kepuasan berbisnis di bidang digital.
Kemenkominfo berharap tingkat konektivitas digital dan TIK dapat mencapai 100% untuk semua penduduk dan bisnis. Kemudian, tingkat kepuasan berbisnis bidang layanan digital yang mencapai 75% atau lebih.
“Kemenkominfo mendorong tergelarnya infrastruktur digital di IKN untuk memungkinkan penggunaan teknologi baru termutakhir seperti penggunaan autonomous vehicle, internet of things berbasis 5G dan Big Data dapat berjalan secara simultan dan berkelanjutan,” ujarnya. (rn/jh)


