Home Blog Page 128

Produksi Pupuk Indonesia Tak Terpengaruh Gejolak di Timur Tengah

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya memperkuat ketahanan produksi di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah dengan mendorong transformasi menuju industri rendah karbon.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon itu bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Yehezkiel menambahkan, Pupuk Indonesia mengedepankan kemandirian bahan baku sebagai fondasi ketahanan industri. Ketersediaan gas alam domestik menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas produksi pupuk nasional, bahkan di tengah potensi gangguan rantai pasok global.

Yehezkiel mencontohkan, risiko gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sekitar 30% pasokan urea dunia tidak berdampak terhadap Indonesia.

Hal ini karena Pupuk Indonesia memiliki pasokan urea yang kuat, ditopang oleh kapasitas produksi, serta ketersediaan bahan baku gas alam dari dalam negeri.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sekitar 7,8 juta ton pada tahun ini, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton.

Kondisi surplus produksi ini memastikan pasokan dalam negeri tetap aman, sekaligus memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk berperan sebagai stabilisator pasokan urea global.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” ujarnya

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat strategi dekarbonisasi melalui pengembangan portofolio energi bersih. Salah satu fokus utama adalah clean ammonia, yang mencakup green ammonia berbasis energi terbarukan, serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Pendekatan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap gas alam sekaligus menekan emisi dari proses produksi.

Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia juga mendorong transisi energi bersih melalui rencana pengembangan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah menuju B50, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional

Selain itu, Pupuk Indonesia juga menjalankan program berbasis alam melalui nature based solutions (NBS), termasuk pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung penyerapan emisi sekaligus memperkuat sektor pertanian.

Melalui kombinasi strategi ketahanan operasional, inovasi teknologi, dan pendekatan berbasis alam, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus menjaga stabilitas industri pupuk nasional di tengah dinamika global. (rn/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

KAI Luncurkan KA Cargo Rute Demak-Jakarta


BusinessUpdate – PT KAI meluncurkan KA Brumbung Cargo rute Stasiun Brumbung, Kabupaten Demak, menuju Stasiun Pasoso, Jakarta, sebagai salah satu alternatif upaya mendukung kelancaran logistik nasional.

EVP of Sales PT KAI Ririn Widi Astutik mengatakan KA barang dengan rangkaian 20 gerbong pada tahap awal akan beroperasi setiap dua hari sekali.

Pemilihan Stasiun Brumbung sebagai lokasi keberangkatan maupun tujuan akhir KA, didasarkan atas kajian kelayakan yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Sebelumnya sudah dilakukan kajian. Stasiun Brumbung ini sebagai titik strategis, selain itu juga disesuaikan dengan ‘demand’ pasar,” kata Ririn saat peluncuran di Stasiun Brumbung Demak, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).

Ia mengatakan PT KAI berkomitmen memberi keuntungan terhadap pengurangan emisi gas buang, kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan

“Partisipasi KAI dalam menyediakan angkutan barang ini diharapkan membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik,” katanya

Menurutnya, biaya logistik saat ini relatif tinggi dengan berbagai dampak terhadap infrastruktur

PT KAI, berkomitmen mendukung efisiensi biaya logistik yang diharapkan pula bisa mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

Sementara Kepala PT KAI Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman mengatakan KA Brumbung Cargo akan memperkuat peran daerah operasi ini sebagai simpul logistik strategis di wilayah Jawa Tengah.

“Layanan ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya. (rn/jh. Foto. Dok. KAI)

Pertamina Salurkan Avtur Ramah Lingkungan ke Bandara Ngurah Rai dan Soetta

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menyalurkan avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari olahan minyak jelantah/UCO (Used Cooking Oil) ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026.

“Harapannya ini bisa membantu kita mengurangi ketergantungan dari bahan bakar yang kita datangkan dari luar (negeri),” ujar Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Arya menjelaskan bahwa pengembangan PertaminaSAF merupakan salah satu langkah Pertamina untuk menghadirkan energi yang berkelanjutan, sekaligus bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan yang berorientasi kepada masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Jadi, ibu-ibu yang suka ngumpulin minyak jelantah, itu bisa bernilai ekonomi. Silakan dibawa ke pom bensin yang mengumpulkan minyak jelantah. Itu bisa jadi uang,” ujelas Arya.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun menyampaikan Pertamina Patra Niaga memproduksi PertaminaSAF berbasis limbah minyak jelantah untuk keperluan komersial dan memenuhi kebutuhan pelanggan melalui Kilang Cilacap.

“Pada Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” kata Roberth.

Roberth mengatakan produksi komersial itu menjadi bukti kemampuan dan kapabilitas Pertamina dalam memproduksi produk berkualitas tinggi yang juga menjawab tantangan dan kebutuhan pelanggan.

“Produksi ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai pionir produsen SAF di Indonesia dan regional,” ujar Roberth.

Roberth menjelaskan, perkembangan produksi PertaminaSAF di Pertamina dengan bahan baku minyak jelantah telah dimulai sejak uji coba produksi komersial pada Juli 2025.

Rangkaian proses produksi dimulai dari penyediaan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi International Sustainability Carbon Certification Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (ISCC CORSIA), dilanjutkan dengan proses pengolahan di fasilitas green refinery Kilang Cilacap kemudian disalurkan melalui 2 lokasi penyaluran Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno Hatta.

Produk PertaminaSAF yang dihasilkan telah melalui pengujian kualitas dan memenuhi standar internasional Defence Standard (DEFSTAN) 91-091 untuk Spesifikasi Avtur serta ketentuan SK Ditjen Migas tentang spesifikasi avtur yang dipasarkan di dalam negeri, yang dilakukan oleh Laboratorium Pertamina yang telah tersertifikasi ISO 17025.

“Sesuai demand bulan Maret, sekitar 45 ribu barel PertaminaSAF yang telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan sebagai CORSIA Eligible Fuel (CEF) selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan melalui kapal dari pelabuhan Kilang Cilacap ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026,” tutup Roberth. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Pembiayaan Multiguna Berbasis Syariah Bank Muamalat Tumbuh 37,1 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat outstanding pembiayaan multiguna dengan prinsip syariah tumbuh 37,1,% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp647 miliar sepanjang 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp472 miliar.

Sedangkan, jumlah akun (number of account/NoA) juga meningkat 25,3% yoy menjadi 8.865 akun.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan bahwa pencapaian ini ditopang oleh perluasan kerja sama tabungan payroll dengan banyak institusi.

Penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi aparatur sipil negara (ASN) turut mendorong pemanfaatan produk multiguna berprinsip syariah atau disebut Multiguna iB Hijrah.

Selain ASN, Bank Muamalat juga menyasar segmen pendidikan dan layanan kesehatan seperti sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit.

“Kami juga mengoptimalkan segmen lain termasuk lembaga negara, BUMN, ekosistem haji dan umrah, serta industri halal yang dinilai memiliki kebutuhan pembiayaan berbasis syariah,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Pertumbuhan dua digit tersebut menunjukkan permintaan yang terus meningkat di segmen konnsumer.

Oleh sebab itu, Bank Muamalat akan fokus pada penetrasi nasabah existing di antaranya nasabah payroll, customer base funding dan financing serta klien dari corporate dan commercial business.

Meskipun agresif dalam pertumbuhan, perseroan menyampaikan bahwa pihaknya tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Bank Muamalat memastikan kualitas pembiayaan Multiguna iB Hijrah dapat dijaga dengan baik. Bank Muamalat pun optimistis dapat meningkatkan portofolio consumer secara sehat dan berkelanjutan pada tahun ini.

Sebagai informasi, Multiguna iB Hijrah merupakan produk yang dirancang untuk memudahkan pembiayaan berbagai kebutuhan sesuai prinsip syariah seperti pendidikan, renovasi rumah, dan pembelian kendaraan.

Pembiayaan ini menawarkan akad murabahah, ijarah multijasa, maupun musyarakah mutanaqisah (MMQ) untuk kebutuhan refinancing. Limit pembiayaan mencapai Rp1,5 miliar dengan skema angsuran tetap dan tenor hingga 15 tahun, memberikan fleksibilitas bagi beragam kebutuhan masyarakat.

Bank Muamalat memastikan bahwa layanan untuk produk ini mudah diakses. Calon nasabah cukup mendatangi kantor cabang Bank Muamalat terdekat dengan membawa identitas diri, dokumen penghasilan, serta dokumen pendukung seperti surat ketetapan (SK) pegawai atau surat izin praktik. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)

Mi Lethek Makanan Alternatif Pengendali Gula Darah

BusinessUpdate – Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan nilai indeks glikemik mi lethek berada pada kisaran 68–69 sehingga bisa menjadi makanan alternatif yang lebih ramah untuk pengendalian gula darah

Nilai glikemik itu lebih rendah dibandingkan mi instan berbahan dasar tepung terigu yang umumnya memiliki indeks glikemik di atas 80. Peneliti BRIN juga mengungkapkan, mi lethek memiliki 63% slowly digestible starch (SDS), yaitu jenis pati yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.

“Pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung bertahap, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah yang cepat,” kata Peneliti PRTPP BRIN, Hermawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Temuan ini menunjukkan potensi mi lethek sebagai pilihan pangan yang lebih ramah untuk pengendalian gula darah, terutama bagi masyarakat dengan risiko penyakit metabolik.

Hermawan menilai keunggulan tersebut tidak lepas dari proses produksi yang masih mempertahankan metode tradisional, yang melibatkan fermentasi singkong kering (gaplek), penggilingan dengan batu, pengukusan berulang, serta penjemuran alami di bawah sinar matahari.

“Teknik pengolahan ini berperan dalam membentuk struktur pati yang lebih kompleks, sehingga lebih lambat dicerna tubuh. Proses yang diwariskan secara turun-temurun tersebut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kualitas nutrisi dan karakteristik pencernaan produk,” jelasnya.

Menurut Hermawan, temuan ini membuka peluang pengembangan mi lethek sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan nasional berbasis singkong yang mudah dibudidayakan dan adaptif terhadap lingkungan. Ia menilai produk ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap gandum impor.

Hermawan juga mendorong inovasi lanjutan melalui fortifikasi dengan bahan pangan lokal lain tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya. “Mi lethek bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari sejarah dan budaya. Dengan pendekatan ilmiah, potensinya dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pangan sehat di masa depan,” tutup Hermawan. (rn/jh. Foto: AI Gemini)

Syarat dan Cara Daftar Manajer Koperasi Merah Putih

BusinessUpdate – Pemerintah membuka rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bagi lulusan D3 hingga S1.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan. “Proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel tanpa pungutan biaya,” kata Zulkifli dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan program tersebut akan berjalan bertahap sesuai target pemerintah. Ia menyebut 30.000 unit Kopdes Merah Putih ditargetkan selesai dibangun pada Juni–Juli 2026.

“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” ujarnya.

Berikut cara daftar dan syarat yang perlu diperhatikan:

  1. Cek syarat pendaftaran Seleksi terbuka untuk lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan. Pelamar harus berusia maksimal 35 tahun dengan IPK minimal 2,75.
  2. Akses link resmi pendaftaran Pendaftaran dilakukan secara online melalui kanal resmi: https://phtc.panselnas.go.id
  3. Batas akhir pendaftaran hingga 24 April 2026.
  4. Pahami skema kerja. Peserta yang lolos akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun. “Setelah itu akan dimatangkan lagi, nanti dua tahun di BUMN. Setelah itu, kalau serah terimanya tepat dua tahun maka dia akan ikut di Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
  5. Ketahui peran dan prospek. Manajer koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pemerintah menargetkan pembentukan 30.000 unit Kopdes Merah Putih rampung pada Juni–Juli 2026.

“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” kata Zulkifli.

Rekrutmen ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PAN-RB, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Keuangan. (ip/jh. Foto.

PT PAL Perkuat Posisinya Sebagai National Consolidator Industri Maritim Indonesia

BusinessUpdate – Memasuki usia ke-46 PT PAL Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai National Consolidator bagi industri maritim nasional sehingga menjadi simbol kemandirian bangsa dalam membangun kekuatan laut dan industri dalam negeri.

“PT PAL telah tumbuh dari galangan kapal nasional menjadi salah satu kekuatan strategis industri maritim dan pertahanan di Kawasan,” kata Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod di Surabaya, Rabu (15/4/2026).

Kaharuddin mengatakan pada tingkat global PT PAL semakin memperkuat posisinya melalui kerja sama internasional dengan berbagai negara dan mitra strategis baik di kawasan Asia Tenggara, Asia Barat, Afrika, maupun Eropa.

Sejumlah peluang kerja sama ekspor, transfer teknologi, hingga pengembangan industri bersama terus dijajaki untuk memperluas peran PT PAL yang berusia 46 tahun pada 15 April 2026 sebagai pemain global dari Indonesia. PT PAL telah membuktikan bahwa Indonesia mampu membangun industri maritim dan pertahanan yang membanggakan.

Meski demikian, ia mengingatkan perjalanan belum selesai seiring dengan tantangan global dan dinamika geopolitik yang masih terus terjadi. Selain itu, kebutuhan teknologi baru yang menuntut PT PAL untuk terus bertransformasi, memperkuat inovasi, dan memperluas peran di tingkat internasional.

Ia mengatakan ke depan PT PAL akan terus fokus pada penguatan kemandirian industri pertahanan, peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi galangan, pengembangan green shipyard, serta penguatan riset dan inovasi berbasis teknologi masa depan.

PT PAL juga menargetkan peningkatan kontribusi ekspor, penguatan kerja sama internasional, serta pembangunan ekosistem industri maritim nasional yang lebih terintegrasi.

Hingga sat ini, PT PAL telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam menjaga laut, memperkuat pertahanan, dan konektivitas nasional. “Ke depan, PT PAL akan terus melangkah lebih jauh, menghadirkan inovasi, memperluas kerja sama, dan memastikan bahwa industri maritim nasional mampu berdiri sejajar dengan pemain global,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. PT PAL)

Garuda Indonesia Kerahkan 1.085 Awak Pesawat untuk Penerbangan Haji 2026

BusinessUpdate – Maskapai Garuda Indonesia mengerahkan sedikitnya 1.085 awak pesawat untuk layanan penerbangan calon jamaah haji 1447 Hijriah yang akan dimulai pada 21 April 2026.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan bahwa pengerahan ratusan pilot dan crew cabin pesawat ini dilakukan sebagai peningkatan layanan bagi calon jamaah haji dari dan menuju Tanah Suci. “Total kita kerahkan 15 pesawat. Krunya atau pilot ada 300 dan 700 cabin crew,” kata Glenny di Tangerang, Rabu (15/4/2026).

Dari 1.085 awak pesawat yang dikerahkan terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji yang akan mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

Selain itu, pihaknya menyediakan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) milik Garuda untuk mengangkut sebanyak 102 ribu lebih jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.

“Pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026,” jelasnya.

Penerbangan perdana akan diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.

Garuda Indonesia memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini.

“Untuk mendukung operasional haji tahun ini, ada 15 pesawat terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa, mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo,” ujarnya.

Seluruh armada tersebut merupakan generasi pesawat dengan usia terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh, serta dipastikan dalam kondisi prima melalui penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji.

“Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujarnya.

Glenny menambahkan bahwa penguatan layanan pada tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan jemaah lansia, yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18% dari total jemaah yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus.

“Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, pihaknya menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya penyediaan wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz. (ip/jh. Foto: Dok. Garuda)

IFG Life Siapkan Dana Rp7,5 Triliun untuk Bayar Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

BusinessUpdate – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) akan melakukan pembayaran klaim dan manfaat asuransi kepada 94.793 nasabah eks-PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sepanjang 2026, dengan total nilai lebih dari Rp7,5 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanah pengelolaan polis hasil restrukturisasi Jiwasraya yang dijalankan IFG Life secara konsisten selama lima tahun terakhir, termasuk melalui pembayaran klaim kepada nasabah secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari upaya memastikan terpenuhinya hak-hak nasabah, pemerintah telah menyalurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp26,56 triliun kepada IFG Life melalui Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.

Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan, pembayaran klaim merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan mandat yang diberikan.

“IFG Life berkomitmen untuk menjalankan amanah pengelolaan polis hasil restrukturisasi Jiwasraya dengan penuh tanggung jawab, dengan memastikan pembayaran klaim dan manfaat asuransi secara tepat waktu, jumlah, dan sasaran, sehingga hak-hak nasabah dapat terpenuhi dengan baik,” kata Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Menurut Ryan, dukungan pemerintah melalui PMN juga menjadi fondasi penting bagi perseroan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan polis sekaligus memperkuat perlindungan bagi nasabah ke depan.

Dalam pelaksanaannya, IFG Life memastikan proses pengajuan klaim dilakukan secara mudah dan tanpa biaya. Perusahaan juga didukung jaringan layanan yang tersebar di 20 kota di seluruh Indonesia, serta dua kantor layanan khusus di Jakarta dan Surabaya.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan nasabah mendapatkan layanan optimal dalam proses pengajuan hingga pencairan klaim. Kehadiran kantor layanan khusus juga diharapkan dapat memperkuat aksesibilitas bagi nasabah eks-Jiwasraya yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Seiring dengan berkembangnya kebutuhan perlindungan, IFG Life menyatakan komitmennya untuk menyediakan perlindungan yang relevan dan berkelanjutan bagi nasabah. Hal ini ditujukan agar nasabah memiliki rasa aman dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan terus menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta praktik bisnis berkelanjutan. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun kepercayaan jangka panjang dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui berbagai upaya tersebut, IFG Life menempatkan diri sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang menyediakan cakupan manfaat komprehensif. Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perlindungan yang andal bagi masyarakat Indonesia di setiap tahap kehidupan. (rn/jh. Foto: Dok. IFG Life)

KAI Gandeng Surge dan Huawei Percepat Penerapan 5G+AI di Kereta Api

BusinessUpdate – Guna meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan pengalaman penumpang PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan PT Huawei Tech Investment untuk mempercepat adopsi teknologi 5G+AI di seluruh sistem perkeretaapian Indonesia.

“Mudah-mudahan penandatanganan MoU pada hari ini merupakan titik awal dari kita membuat satu lompatan yang sangat hebat sekali ke depannya,” ujar CEO PT KAI Bobby Rasyidin dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis tripartit yang digelar di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam MoU tersebut, ketiga pihak akan bersama-sama mengeksplorasi tiga area utama, yakni Kerja Sama Infrastruktur ICT (Information and Communication Technology); Jaringan dan Aplikasi 5G FRMCS (Future Railway Mobile Communication System); serta Deteksi Gerbong Barang Berbasis Akal Imitasi (AI).

Kerja sama infrastruktur ICT menghadirkan jaringan backbone, cakupan nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi cloud untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan fleksibilitas ekspansi layanan.

Kemudian, kerja sama tersebut akan menyediakan jaringan 5G FRMCS untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan perkeretaapian, termasuk proyek percontohan di jalur Rangkasbitung–Tanah Abang untuk keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta secara cerdas.

Selanjutnya, deteksi gerbong barang berbasis kecerdasan buatan (AI) merupakan penerapan analisis video berbasis AI untuk memungkinkan deteksi gangguan secara cerdas dan peringatan otomatis pada kereta barang, sehingga meningkatkan efisiensi perputaran dan mengurangi inspeksi manual.

Bobby menyampaikan, KAI berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi mutakhir guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan perkeretaapian. “Karena di industri transportasi ini, itu yang namanya safety itu tidak boleh ada toleransi sama sekali,” ujar Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, EO Huawei Smart Rail Business Unit Raymond Zuo menyampaikan bangga dapat mendukung KAI dan Surge dalam inisiatif strategis itu.

“Solusi 5G FRMCS dan aplikasi berbasis AI kami akan membantu mentransformasi operasional perkeretaapian Indonesia, memungkinkan komunikasi real-time, pengaturan perjalanan cerdas, serta pemeliharaan prediktif,” kata Raymond Zuo. (ip/jh)