Home Blog Page 132

PHE Targetkan Produksi Minyak pada 2026 Capai 595 BPH

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Energi menargetkan produksi minyak 2026 mencapai 595 ribu barel per hari (bph). Jumlah ini bertambah 38 ribu bph dibandingkan dengan realisasi produksi minyak pada 2025, yakni sebesar 557 ribu bph.

“Harapannya bisa tercapai produksi kami di kisaran 595 ribu barel per hari,” ujar Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi Edi Karyanto dalam acara media gathering di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Adapun rincian target produksi pada 2026 adalah 404 ribu bph merupakan produksi yang berasal dari dalam negeri, 156 ribu bph merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri, dan 35 ribu bph hasil M&A (merger and acquisition).

Selain itu, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas pada 2026 menjadi 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), dengan rincian 2,44 BSCFD berasal dari dalam negeri, 279 BSCFD merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri dan 89 BSCFD hasil M&A.

Untuk mencapai target tersebut, Pertamina menghadapi tantangan yang semakin kompleks, yakni laju penurunan produksi atau decline rate dari sumur-sumur yang ada sebesar 24% dari sumur minyak dan 21% dari sumur gas. “Memang kami sadari, decline rate dari existing produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua,” ujar Edi.

Oleh karena itu, Edi menyampaikan Pertamina akan berupaya untuk merevitalisasi aset yang ada, melakukan program pengembangan, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Selain itu, Pertamina juga akan meningkatkan sumber daya melalui 16 bor eksplorasi, seismik, pengembangan migas nonkonvensional (MNK) dan M&A. Program lainnya yang akan ditempuh oleh Pertamina adalah optimasi aset dan fiskal, termasuk implementasi CCS/CCUS. “Jadi, kalau semua bisa dilakukan, harapannya bisa tercapai (target) produksi kami,” kata Edi.

Sepanjang 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

PHE merealisasikan pengeboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan.

Di sisi eksplorasi, dilakukan pula survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.

PHE juga mencatatkan kinerja signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas. Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sementara penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE). (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Kemenhub Percepat Pembangunan Taksi Air di Bali

BusinessUpdate – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendorong percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali melalui pengembangan taksi air (water taxi) dan dermaga guna memperkuat konektivitas serta meningkatkan daya tarik wisata di Pulau Dewata itu.

“Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” kata Menhub di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Bali, antara lain melalui pengembangan taksi air dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Menurut Dudy, pengembangan taksi air menjadi solusi alternatif untuk mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Badung.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun studi detail engineering design (DED). Adapun pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Layanan taksi air nantinya akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari bandara menuju Canggu berkisar 1–2 jam. Sedangkan menggunakan taksi air diharapkan dapat ditempuh maksimal 30 menit.

Sementara itu, terkait pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Dudy menyebut Dermaga I direncanakan melayani kapal general cargo dan aspal curah cair, dengan penambahan panjang dermaga sekitar 92 meter.

Adapun Dermaga II akan dikembangkan sebagai dermaga multipurpose yang melayani penumpang, general cargo, serta curah kering, dengan tambahan panjang dermaga sekitar 60 meter.

Pengembangan tersebut dilakukan sebagai hasil evaluasi untuk menyediakan pelabuhan alternatif agar pergerakan kendaraan tidak bercampur antara kendaraan besar dan kecil.

Sebagai solusi jangka pendek, Menhub juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk.

Ia berharap terdapat wilayah yang dapat dijadikan pelabuhan pasangan untuk menerima kapal dari Ketapang, termasuk penyediaan buffer zone guna mengantisipasi tingginya arus kendaraan. “Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan,” katanya.

Dudy berharap langkah-langkah strategis tersebut dapat segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien, serta mengurangi kepadatan lalu lintas. (pa/jh. Foto: Dok. Wikipedia)

Hingga April 2026 BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp530 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak 1976 hingga awal April 2026. Total pembiayaan yang telah digelontorkan mencapai Rp530 triliun, mencerminkan kontribusi berkelanjutan perseroan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang BTN dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi.

“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Capaian 6 juta unit ini mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan,” ujar Nixon dalam media briefing di Bandung, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, ke depan BTN akan terus memperkuat transformasi bisnis menuju konsep beyond mortgage, yakni memperluas layanan dari sekadar pembiayaan rumah menjadi solusi keuangan keluarga secara menyeluruh. Inisiatif tersebut mencakup layanan transaksi, pembiayaan usaha, hingga kebutuhan finansial jangka panjang.

BTN juga menghadirkan inovasi melalui skema bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, guna memberikan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi bagi nasabah.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan capaian penyaluran KPR didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja pembiayaan serta memperluas akses di berbagai wilayah.

“Permintaan hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan sektor perumahan lebih banyak berasal dari sisi pasokan, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi,” jelasnya.

Dari sisi debitur, mayoritas KPR subsidi disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan. Segmen ini didominasi oleh pekerja informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta pekerja formal seperti aparatur sipil negara dan karyawan swasta.

Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, realisasi KPP mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur. Penyaluran dari sisi supply mencapai Rp1,47 triliun untuk pengembang dan kontraktor, sementara dari sisi demand sebesar Rp700 miliar dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, dan renovasi rumah. (rn/jh. Foto: Dok. Kemen PKP)

Diambil Alih Astra Property Tingkat Okupnasi Gudang MPP Lebih dari 90 Persen

BusinessUpdate – Tingkat okupansi gudang milik PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) di kawasan Pondok Ungu, Bekasi melebihi 90% setelah diambil alih oleh Astra Property.

Sebelumnya, Astra Property memperkuat portofolio di sektor properti industri melalui kemitraan strategis dengan MPP. Kini, Astra Property mengelola lebih dari 10 aset logistik yang tersebar di titik-titik krusial seperti Jabodetabek dan Jawa Timur.

Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, menegaskan bahwa pandangan industri terhadap pergudangan telah berubah total. Gudang kini memegang peranan vital dalam menentukan daya saing.

Gudang kini tidak lagi dipandang sebagai fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi operasional bisnis, terutama dalam menjawab kebutuhan distribusi yang semakin cepat dan dinamis. “Kami percaya infrastruktur logistik yang baik adalah fondasi rantai pasok yang kuat,” ujar Wibowo, dikutip dari Kompas, Kamis (9/4/2026).

Salah satu inovasi yang menonjol dari kolaborasi ini adalah pengembangan konsep urban warehouse atau pusat distribusi perkotaan. Dengan menempatkan fasilitas logistik di lokasi yang sangat dekat dengan pusat kota seperti Jakarta, hambatan mobilitas dapat diminimalisasi, sehingga barang mencapai konsumen akhir dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Spesifikasi teknis bangunan pun tidak dibuat sembarangan. Standardisasi modern diterapkan secara ketat, mulai dari plafon setinggi lebih dari 10 meter untuk memaksimalkan ruang penyimpanan vertikal, hingga struktur lantai yang mampu menahan beban hingga 6 ton per meter persegi.

Teknologi seperti automatic meter capture dan sistem pelacakan kendaraan otomatis turut disematkan untuk menjamin transparansi operasional bagi setiap penyewa.

Dinamika industri saat ini juga menuntut adanya tanggung jawab lingkungan. Sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations, MMP telah mengantongi sertifikasi ISO 14001 untuk Sistem Manajemen Lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas industri harus berjalan beriringan dengan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Lebih dari sekadar hubungan penyewa dan pemilik lahan, model bisnis yang diusung lebih menitikberatkan pada kemitraan jangka panjang. Salah satu solusinya adalah skema built-to-suit, di mana gudang dirancang secara khusus sesuai spesifikasi unik kebutuhan bisnis penyewa tertentu.

Menurut Wibowo, tenant kini tidak hanya mencari ruang penyimpanan, mereka mencari ekosistem operasional yang cerdas dan terintegrasi. “Kami terus mengembangkan layanan untuk menjawab pergeseran kebutuhan tersebut, karena bagi kami, kemitraan dengan tenant adalah investasi jangka panjang,” tambah Wibowo.

Ke depan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diprediksi terus meningkat, kebutuhan akan pergudangan modern akan terus meningkat. (rn/jh. Foto: Dok. Astra Property)

KAI Logistik Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Retail

BusinessUpdate – KAI Logistik mendapatkan sertifikasi halal untuk layanan pengiriman barang retail. Sertifikasi ini diberikan secara spesifik pada layanan KALOG Express di tiga titik distribusi utama dengan arus barang yang tinggi, yakni Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota.

Langkah ini menandai fase baru dalam peningkatan standar layanan retail perusahaan, dengan fokus pada jaminan keamanan produk sepanjang proses distribusi. Inisiatif tersebut sekaligus memperluas cakupan implementasi jaminan halal yang sebelumnya telah diterapkan pada layanan berbasis kontainer.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menjelaskan, pencapaian ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan kepastian hukum dan operasional bagi pemilik barang di tengah dinamika industri logistik yang semakin kompetitif.

“Sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk membangun kepercayaan pasar yang lebih kuat, terutama bagi sektor-sektor sensitif yang mengandalkan integritas proses distribusi dalam menjaga kualitas produk mereka secara menyeluruh,” jelas Yuskal dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Perluasan sertifikasi halal ke layanan retail merupakan bagian dari roadmap perusahaan. Sebelumnya, KAI Logistik telah mengantongi sertifikasi halal untuk layanan kontainer di sejumlah terminal logistik, antara lain Sungai Lagoa, Klari, Kalimas, dan Ronggowarsito.

Dengan ekspansi ini, perusahaan mulai menyasar segmen pengiriman barang skala kecil yang memiliki volume perputaran tinggi. Langkah tersebut dinilai penting dalam menciptakan ekosistem logistik halal yang lebih holistik dan terintegrasi.

KAI Logistik menilai, layanan retail bersertifikat halal menjadi solusi konkret bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama dalam menghadapi tenggat kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada Oktober 2026.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021, berbagai produk seperti makanan, minuman, hingga obat tradisional diwajibkan memiliki jaminan halal.

Dalam hal ini, aspek distribusi menjadi salah satu mata rantai penting yang harus memenuhi standar tersebut. KAI Logistik hadir untuk memastikan bahwa proses distribusi tidak menjadi titik lemah dalam pemenuhan kewajiban tersebut, khususnya bagi UMKM yang tengah berupaya menyesuaikan diri dengan regulasi.

Secara teknis, sertifikat halal yang dikantongi perusahaan bernomor ID00410018283070424. Sertifikat tersebut resmi diterbitkan pada 11 Maret 2026 setelah melalui proses audit oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) PT Sucofindo.

Audit yang dilakukan pada akhir Februari 2026 mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), termasuk prosedur penanganan bahan dan fasilitas pencucian serta pensucian dalam layanan retail.

Proses pengawasan yang ketat ini memastikan bahwa seluruh operasional di lapangan telah sesuai dengan kaidah dan regulasi yang berlaku dalam sistem jaminan produk halal.

Dalam implementasi sehari-hari, KAI Logistik menerapkan standar pemisahan yang ketat untuk mencegah kontaminasi silang antara barang halal dengan barang reguler maupun pengiriman hewan. Setiap paket yang termasuk dalam kategori halal diberi label khusus sebagai identitas. Label ini memungkinkan pengelompokan secara eksklusif di area penyimpanan tertentu.

Selain itu, barang ditempatkan di atas palet dengan alas terpal bersih dan dilindungi menggunakan penutup tambahan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga sterilitas produk selama proses transit hingga pengiriman.

Yuskal menambahkan, pemilihan Jakarta, Semarang, dan Surabaya sebagai lokasi awal implementasi layanan retail bersertifikat halal didasarkan pada tingginya aktivitas distribusi di ketiga kota tersebut. Ketiganya juga memiliki peran strategis sebagai simpul logistik utama di Pulau Jawa, sehingga dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan ekosistem logistik halal.

Dengan kehadiran layanan ini di titik-titik strategis tersebut, KAI Logistik berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di wilayah sekitarnya. Selain itu, layanan ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang semakin selektif dalam memilih mitra logistik. (pa/jh. Foto: Dok. KAI Logistik)

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM untuk Perkuat Daya Saing

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) memfasilitasi sebanyak 1.346 sertifikasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sepanjang periode Januari-Maret 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing dan membuka akses pasar sektor tersebut ke ritel modern.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan program sertifikasi yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia ini mencakup antara lain nomor induk berusaha (NIB), halal, hak kekayaan intelektual, dan surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL).

“Program ini sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis UMKM, sekaligus memperkuat fondasi bisnis UMKM agar lebih siap menembus pasar yang lebih luas, termasuk bersaing di ekosistem industri yang semakin kompetitif,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Baron mengatakan fasilitasi sertifikasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap produk UMKM.

“Pertamina berkomitmen terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan yang komprehensif, termasuk fasilitasi sertifikasi. Sertifikasi bukan hanya formalitas, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta menjawab kebutuhan konsumen yang semakin selektif,” tambahnya.

Baron mencontohkan UMKM Inovasi Mitra Sudjarwo (brand MiniesQ) asal Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, yang bergerak di bidang makanan sehat, berhasil memperoleh sertifikat halal untuk produk unggulannya berupa healthy cookies, brownies, dan oat-based snacks.

UMKM itu didirikan pada 2022 oleh Minie Sudjarwo, mantan atlet nasional, yang telah berpengalaman selama 16 tahun sebagai instruktur body builder.

“Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadi peluang sekaligus tantangan. Kami ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati,” ujarnya.

Minie menambahkan setelah mengantongi sertifikasi halal, kepercayaan pasar meningkat dan membuka peluang kerja sama dengan 20 minimarket dan 1 supermarket di Jakarta untuk distribusi produk brownies dan oat.

Baron menambahkan keberhasilan UMKM ini menunjukkan bahwa sertifikasi tidak hanya menjadi aspek administratif, tetapi juga menjadi kunci dalam meningkatkan akses pasar dan kepercayaan konsumen.

“Pertamina berkomitmen mewujudkan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari penciptaan nilai bersama (creating shared value) yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Jamkrindo Raih Laba Bersih Rp1,05 Triliun Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun sepanjang 2025.

Hal ini didukung strategi bisnis yang adaptif serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri penjaminan. Juga mencerminkan konsistensi kinerja operasional Jamkrindo dalam menjaga profitabilitas.

Perseroan memperpanjang catatan positif perusahaan yang secara konsisten menghasilkan laba setiap tahun sejak didirikan pada 1970. Selain itu, Jamkrindo turut berkontribusi pada perekonomian melalui pembayaran pajak kepada negara serta setoran dividen kepada pemegang saham.

Dari sisi struktur keuangan, Jamkrindo mencatat total aset sebesar Rp30,86 triliun dan total ekuitas Rp13,84 triliun. Kondisi ini mencerminkan fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus pengelolaan risiko yang berkelanjutan.

Adapun imbal jasa penjaminan bruto tercatat sebesar Rp7,12 triliun. Seiring dengan meningkatnya aktivitas penjaminan, beban klaim bruto juga mengalami kenaikan menjadi Rp6,6 triliun.

Meski demikian, perusahaan menyatakan tetap mampu menjaga kinerja secara keseluruhan dengan fundamental yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Dari sisi operasional, sepanjang 2025 volume penjaminan Jamkrindo mencapai Rp247,57 triliun. Angka ini menunjukkan skala bisnis yang besar sekaligus kontribusi terhadap sektor produktif nasional. Jamkrindo juga telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menjelaskan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, perusahaan terus memperkuat peran dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas penjaminan, serta penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan nasional. Transformasi berkelanjutan juga ditempuh melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta optimalisasi model bisnis.

“Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujar Abdul Bari dalam siaran pers, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, Jamkrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Perusahaan ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dan dapat berkembang secara berkelanjutan melalui layanan penjaminan.

Selain penjaminan, Jamkrindo juga aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM serta koperasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing. Program pendampingan dilakukan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar bagi pelaku usaha.

Program tersebut juga menyasar kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, dengan tujuan mendorong kemandirian serta keberlanjutan usaha. (pa/jh)

Tunda Panen Kopi Kinerja PalmCo Kuartal I/2026 Tetap Positif

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo tetap menunjukkan kinerja positif pada kuartal I/2026 meskipun harus menunda panen kopi karena anomali iklim dengan curah hujan tinggi pada awal 2026.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan tingginya curah hujan pada awal 2026 memaksa pengelolaan perkebunan dilakukan penyesuaian ritme produksi demi menjaga mutu. “Kondisi tersebut tidak menghalangi kinerja keuangan segmen kopi untuk tetap mencatatkan hasil positif,” kata Jatmiko dalam keterangan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Sub Holding PTPN III (Persero) itu mencatat laba sebelum pajak dari komoditas kopi sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I/2026. Capaian tersebut diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Peningkatan kinerja terutama ditopang oleh lonjakan penjualan yang signifikan pada awal tahun. “Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” ujarnya.

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir berlipat ganda secara tahunan. Pada triwulan I/2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar, sementara pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp21,78 miliar.

Kendati demikian, peningkatan penjualan tidak sepenuhnya diikuti lonjakan laba operasional. EBITDA tercatat sebesar Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. “Meski demikian, perusahaan menilai kemampuan menghasilkan kas masih relatif terjaga,” tuturnya.

Di balik capaian finansial tersebut, perusahaan menghadapi tantangan di sisi hulu. Curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses fotosintesis dan pematangan buah.

Akibatnya, buah kopi atau cherry berkembang lebih lambat dari biasanya. Kondisi itu terjadi di sejumlah wilayah operasional utama. Misalnya, di kawasan Java Coffee Estate (JCE) di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, curah hujan mencapai 120 milimeter dengan 21 hari hujan sepanjang triwulan pertama. Sementara itu, di wilayah Jambi, tercatat curah hujan 57 milimeter dengan 10 hari hujan.

Manajer KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah antisipatif. “Kalau panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan turun. Itu berisiko terhadap standar mutu produk,” kata Hastudy.

Karena itu, manajemen memutuskan untuk menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 sesuai dengan potensi kematangan kopi cherry merah secara alami. Langkah ini dinilai memberi waktu tambahan bagi buah kopi untuk mencapai tingkat kematangan optimal.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas di tengah tekanan faktor cuaca. “Kami memilih menunggu agar kualitas tetap terjaga saat produk masuk ke pasar,” ujarnya.

Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, pelaku industri perkebunan dituntut lebih adaptif. Bagi PTPN IV, menjaga keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja, sekaligus menjaga daya saing kopi di pasar. (ip/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Kebijakan Biodiesel B50 Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Hemat Rp48 Triliun

BusinessUpdate – Pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel 50% (B50) pada 1 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi atas lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Kebijakan itu dinilai akan menghemat anggaran subsidi sebesar Rp48 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mencari solusi pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan. Salah satu yang akan diterapkan kemudian adalah B50, yakni campuran 50% bahan bakar nabati (sawit/CPO) dengan 50% solar.

“Dan kita sudah menyepakati per 1 Juli B50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun,” ujar Airlangga usai rapat kerja (raker) pemerintah yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Selain menghemat anggaran subsidi, kebijakan B50 dinilai mampu menekan impor BBM hingga 4 juta kiloliter per tahun.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan B50 telah dilakukan uji coba selama hampir enam bulan. Uju coba B50 diterapkan pada berbagai peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, dan truk. Adapun, tahap uji coba B50 hampir selesai. Kebijakan itu pun siap diimplementasikan sesuai rencana.

“Uji coba masih terus berjalan, tetapi sebentar lagi akan final. Hingga hari ini, hasilnya alhamdulillah cukup baik. Mulai 1 Juli, B50 akan diterapkan,” kata Bahlil.

Bahan bakar B50 itu menurut Bahlil telah memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati oleh para pemangku kepentingan, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan FAME.

Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah optimistis implementasi program biodiesel B50 akan memberikan dampak positif, termasuk potensi surplus solar. Ditambah, proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur akan segera beroperasi. (pa/jh. Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Kimia Farma Luncurkan Produk Stem Cell dan Secretome Stemxera

BusinessUpdate – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memperkuat portofolio produk dan layanan di bidang bioteknologi dengan meluncurkan Stemxera sebagai merek untuk produk stem cell dan secretome yang telah dikembangkan sejak 2013.

Peluncuran produk dilakukan pada ajang International Conference Rejaselindo 2026 yang berlangsung pada 2–4 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Centre.

Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan tenaga medis, peneliti, serta praktisi kesehatan untuk membahas perkembangan terkini di bidang regenerative medicine atau pengobatan regeneratif.

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Kimia Farma dalam menghadirkan inovasi terapi berbasis bioteknologi yang berdaya saing, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, peluncuran tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan awareness serta membuka peluang kolaborasi strategis dengan institusi kesehatan dan akademisi, baik di tingkat nasional maupun global.

“Melalui Stemxera, kami ingin menghadirkan inovasi terapi regeneratif yang tidak hanya unggul secara ilmiah, namun juga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan layanan yang adaptif, kami optimis Stemxera dapat mempercepat pemanfaatan terapi stem cell di berbagai fasilitas layanan kesehatan,” ujar Hanadi dalam siaran pers, Rabu (8/4/2026).

Perseroan berharap dapat semakin memperkuat kemandirian industri farmasi nasional serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan kesehatan Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan dan perluasan akses terapi berbasis bioteknologi serta pengobatan regeneratif yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi, Kimia Farma terus mendorong pengembangan penelitian dan uji klinis berbasis stem cell atau sel punca. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk melalui pendekatan evidence-based medicine.

Stemxera dikembangkan di fasilitas laboratorium stem cell RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam pengembangannya, perseroan menekankan standar mutu, keamanan, dan kualitas tinggi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Produk ini dihadirkan sebagai solusi terapi regeneratif yang inovatif, khususnya untuk penanganan kondisi degeneratif serta kebutuhan terapi lanjutan di bidang medis.

Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, menyampaikan peluncuran Stemxera merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio produk berbasis riset dan teknologi tinggi. (rn/jh. Foto: Dok. Kimia Farma)