Home Blog Page 15

Perumnas dan Paramount Kerja Sama Kembangkan Hunian untuk Masyarakat

BusinessUpdate – Perum Perumnas bekjerja sama dengan PT Paramount Enterprise International untuk pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari strategi Perumnas untuk mempercepat optimalisasi aset, sekaligus menghadirkan pengembangan hunian yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Perumnas memiliki portofolio lahan strategis di berbagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Melalui kolaborasi dengan mitra yang memiliki kompetensi, pengalaman, jaringan, serta kapasitas investasi, kami ingin memastikan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan hunian yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Perum Perumnas terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pengembangan kawasan serta penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Peran Perumnas dalam mendukung agenda penyediaan perumahan nasional semakin diperkuat dengan ditetapkannya 14 lokasi proyek Perumnas sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026.

Lokasi tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan luas lahan 1.700 hektare dengan potensi pengembangan sekitar 127 ribu unit hunian yang mencakup beberapa jenis pengembangan, mulai dari kawasan perumahan skala besar, hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD), hunian vertikal perkotaan, hingga revitalisasi kawasan hunian.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan hunian sekaligus mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki, Perumnas terus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama antara Perum Perumnas dan PT Paramount Enterprise International.

Kerja sama yang berfokus pada penjajakan pengembangan kawasan hunian tapak di lahan strategis Perumnas tersebut, secara resmi dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Plt Direktur Utama Perum Perumnas dan Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International.

Melalui Nota Kesepahaman ini, Perumnas dan PT Paramount Enterprise International akan menjajaki skema kerja sama pengembangan kawasan hunian tapak, termasuk potensi Kerja Sama Operasional (KSO), pada sejumlah proyek strategis Perumnas seperti Maros, Parayasa, dan Maja.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang masuknya investasi dari berbagai mitra strategis, sehingga pengembangan kawasan hunian dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut ditargetkan akan menghasilkan lebih dari 14.000 unit hunian pada lahan seluas lebih dari 200 hektar yang tersebar ke dalam tiga lokasi proyek strategis Perumnas.

Pengembangan kawasan hunian pada lokasi proyek strategis Perumnas merupakan salah satu pendekatan penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Optimalisasi lahan yang telah berada di kawasan perkotaan strategis memungkinkan penyediaan hunian dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur dan konektivitas yang telah tersedia, sekaligus membuka peluang terciptanya kawasan hunian yang lebih produktif.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan aset, meningkatkan kapasitas penyediaan hunian rakyat, serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perumnas untuk menjaga keseimbangan antara mandat mengembangkan hunian rakyat dan keberlanjutan bisnis, dengan tetap menempatkan penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian penting dalam setiap pengembangan kawasan. (rn/jh. Foto: Dok. Perumnas)

ASDP Bakauheni Mengajar Targetkan Jangkau 700 Siswa di Lampung

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan program ASDP Bakauheni Mengajar menjangkau lebih dari 700 siswa di enam sekolah di wilayah Bakauheni, Lampung yang menyasar siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut resmi dimulai pada Rabu (14/10/2026) yang diikuti oleh 288 siswa sekolah dasar (SD).

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan penyeberangan, tetapi juga upaya mendukung akses pengetahuan bagi masyarakat.

“Bagi ASDP, membangun konektivitas juga berarti turut membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui ASDP Bakauheni Mengajar, kami ingin berbagi pengetahuan, menumbuhkan semangat belajar, serta mendorong anak-anak untuk berani bermimpi dan mengembangkan potensinya,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Ia mengatakan, kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan karyawan ASDP sebagai relawan yang disebut Kawan Jangkar. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan secara langsung dengan siswa melalui kegiatan belajar yang menggabungkan praktik, permainan edukatif, diskusi, dan interaksi sesuai jenjang pendidikan peserta.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba menjelaskan, materi pembelajaran mencakup penguatan karakter, pengenalan dunia kerja, keselamatan, kreativitas, dan motivasi. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) dan pembelajaran yang menyenangkan (fun learning), siswa didorong untuk aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri.

“Antusiasme siswa pada pelaksanaan perdana menjadi dorongan bagi kami untuk mengembangkan program ini secara berkelanjutan. Kami ingin kegiatan mengajar tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif yang dapat memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengenali potensi dirinya,” kata Partogi.

Pelaksanaan perdana ASDP Bakauheni Mengajar turut melibatkan lima kolaborator dari unsur Purna Relawan Bakti BUMN dari ASDP dan relawan TJSL Kantor Pusat, bersama karyawan ASDP Cabang Utama Bakauheni. Keterlibatan berbagai unsur tersebut ditujukan untuk memperkaya proses pembelajaran sekaligus mendorong budaya kepedulian dan kerelawanan di lingkungan perusahaan.

Selain kegiatan mengajar, ASDP menyalurkan bantuan TJSL kepada SD Bhakti Ibu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Partogi mengatakan, dukungan terhadap fasilitas pendidikan dan keterlibatan karyawan dalam kegiatan mengajar merupakan dua bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Ia berharap kedua bentuk dukungan tersebut dapat saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi muda. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

Sampai Agustus 2026 PGN Realisasikan Penurunan Emisi 29.574,87 tCO2eq

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat efisiensi dan daya saing bisnis melalui inisiatif dekarbonisasi secara berkelanjutan. Hingga Agustus 2026, PGN merealisasikan penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton CO2 ekuivalen (tCO2eq) atau 35,3% di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra mengatakan capaian ini menunjukkan tren positif pelaksanaan program dekarbonisasi di lingkungan Subholding Gas Group, sekaligus menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperkuat berbagai inisiatif penurunan emisi pada periode 2027-2030.

Mirza menyampaikan dekarbonisasi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan, tidak hanya dalam mendukung pengurangan emisi, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, serta mengantisipasi perkembangan risiko iklim dan regulasi.

“Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi, yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif. Bagi kami, dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Mirza dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Sejalan dengan pencapaian tersebut, PGN terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui berbagai inisiatif di lingkungan Subholding Gas Group, antara lain peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas (gas loss), serta optimalisasi pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.

Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi, sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Secara akumulatif sejak 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi Subholding Gas tercatat lebih dari 68.500 tCO2eq atau 15,7% dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.

Selain memberikan manfaat lingkungan, pelaksanaan dekarbonisasi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan. Berdasarkan perhitungan program dekarbonisasi, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat US$-0,19 ribu/tCO2eq.

Angka negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif penurunan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.

“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.

Untuk menjaga kesinambungan capaian tersebut, PGN menyelenggarakan Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027-2030 pada 7 Oktober 2026 di Jakarta.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari PGN beserta jajaran entitas Subholding Gas Group, di antaranya PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia untuk menyusun rencana penurunan emisi yang terintegrasi dan selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027-2030.

Penyusunan inisiatif tersebut juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025-2034 sebagai kerangka pelaksanaan program keberlanjutan perusahaan. (ip/jh. Foto: Dok. PGN)

PT Timah Dirikan Posko Kesehatan bagi Korban Kebakaran di Bangka Selatan

BusinessUpdate – PT Timah (Persero) Tbk mendirikan posko kesehatan bagi korban kebakaran di Dusun Serdang Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna memudahkan mereka memeriksakan kesehatannya secara gratis. Perseroan juga mendirikan empat unit toilet portabel di posko pengungsian di SD Negeri 7 Simpang Rimba.

“Layanan kesehatan gratis ini sebagai upaya membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan pascakebakaran,” kata Departerment Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan melalui keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

PT Timah (Persero) Tbk mendirikan posko layanan kesehatan gratis di titik pengungsian korban kebakaran Dusun Serdang di SD Negeri 7 Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan pada Kamis (15/10/2026) .

Selain posko kesehatan, perseroan juga mendirikan empat unit toilet portabel di posko pengungsian di SD Negeri 7 Simpang Rimba, sehingga dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama menjalani masa pengungsian pascakebakaran hebat yang menghanguskan ratusan rumah warga di Dusun Serdang pada Sabtu (10/10/2026).

“PT Timah telah berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk mempercepat pemulihan pascakebakaran di Dusun Serdang ini,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Timah (Persero) Tbk yang membantu warga korban kebakaran di Dusun Serdang ini.

“Kebakaran ini telah menghanguskan 348 rumah dengan jumlah warga sebanyak 1.578 jiwa dan diharapkan semua pihak dapat terus bersinergi dalam membantu pemulihan pascabencana hebat ini,” katanya.

Ia menyampaikan, dukungan dari berbagai pihak menjadi penyemangat bagi warga terdampak untuk melewati masa sulit. Bantuan terus berdatangan, baik dari wilayah Bangka Belitung maupun luar daerah, mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu warga yang terdampak. (ip/jh. Foto: Dok. PT Timah)

Pegadaian Sediakan ATM Emas Terintegrasi Aplikasi Tring! by Pegadaian

BusinessUpdate – PT Pegadaian (Persero) meluncurkan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas yang terintegrasi dengan aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai inovasi baru untuk mempermudah masyarakat memiliki emas fisik secara cepat dan praktis.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengatakan peluncuran ATM Emas merupakan langkah konkret perusahaan dalam membangun ekosistem bulion yang inklusif, modern, dan tepercaya.

“Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bulion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia. Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia,” ujar Damar dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Melalui ATM emas ini nasabah bisa mengonversi saldo Tabungan Emas digital menjadi emas batangan fisik tanpa harus melalui proses pemesanan dan pencetakan konvensional.

Peluncuran ATM Emas tersebut bertepatan dengan perayaan satu tahun aplikasi Tring! atau 1st Tring!versary, Kamis (15/10/2026). Di Jakarta, salah satu lokasi layanan ATM Emas berada di CP Kebayoran Baru.

Inovasi ini menjadi bagian dari langkah Pegadaian dalam memperluas akses investasi emas sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat, mudah, dan nyaman di tengah meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital.

Melalui ATM Emas, nasabah dapat mengambil emas batangan fisik dengan pilihan denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram, sesuai dengan pilihan yang tersedia pada mesin. Emas batangan tersebut merupakan produk Galeri 24.

Integrasi ATM Emas dengan aplikasi Tring! memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara mandiri. Prosesnya dimulai dengan memilih menu transaksi pada aplikasi, memindai kode QR yang ditampilkan di layar mesin, mengonfirmasi pembayaran, kemudian memasukkan kode unik transaksi sesuai instruksi. Setelah seluruh tahapan selesai, nasabah dapat mengambil emas batangan fisik langsung dari mesin.

Kehadiran fasilitas ini menjadi alternatif bagi nasabah yang sebelumnya harus melakukan pemesanan pencetakan emas terlebih dahulu dan menunggu proses penyelesaian sebelum mengambil emas di outlet.

Dengan sistem baru tersebut, proses konversi saldo emas digital menjadi emas fisik dapat dilakukan secara lebih praktis dan cepat, tanpa harus melalui alur pencetakan konvensional.

Kehadiran ATM Emas juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai ketersediaan emas fisik di balik saldo Tabungan Emas digital.

Pegadaian menyatakan menerapkan prinsip rasio 1:1 dalam layanan transaksi emasnya. Artinya, emas fisik tersedia di tempat penyimpanan atau vault Pegadaian sesuai jumlah gram yang ditransaksikan nasabah berdasarkan akad yang berlaku.

Prinsip tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas digital, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam bentuk fisik. (rn/jh. Foto: Dok. Pegadaian)

Paramount Luncurkan Klaster Mewah di Gading Serpong Tangerang

BusinessUpdate – Pengembang Paramount Land meluncurkan klaster Altadena Prime dengan harga mulai dari Rp4,4 miliar di kawasan terpadu Pasadena Central District, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten.

Langkah ini sebagai kelanjutan dari kesuksesan tahap sebelumnya dan dinamika pasar di Gading Serpong yang dinilai makin matang sebagai kota mandiri.

“Kota Gading Serpong tidak hanya menawarkan konektivitas, tetapi juga kelengkapan fasilitas dan ekosistem kebutuhan harian yang semakin terintegrasi,” ujar Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9/2026).

Pengembangan di kawasan mixed-use seluas 40 hektar tersebut menggabungkan klaster perumahan dengan fasilitas komersial serta area terbuka hijau, seperti koridor pejalan kaki Pasadena Walk. Tatanan ekosistem Pertumbuhan segmen hunian mewah di Gading Serpong tidak lepas dari terbentuknya ekosistem perkotaan yang mandiri.

Kawasan ini kini dihuni oleh puluhan ribu jiwa dan ditunjang oleh berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan dan kuliner. Meski persaingan produk di Serpong dan sekitarnya terbilang ketat, pasar hunian premium di koridor ini dinilai tetap memiliki ceruk yang solid.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, mengamati, peluang pasar untuk rumah kelas atas di Gading Serpong tetap terbuka lebar. “Hal ini didorong oleh terbentuknya segmen pembeli kelas atas yang memilih untuk bertempat tinggal di kawasan township Serpong dan sekitarnya,” ungkap Hendra.

Menurut Hendra, status kawasan ini telah bergeser. Gading Serpong bukan township tempat pulang tidur yang ramai hanya pada malam hari atau akhir pekan, melainkan pusat aktivitas yang hidup sepanjang hari.

Kendati demikian, Hendra memberikan catatan analisis mengenai preferensi konsumen saat memilih rumah berbanderol harga tinggi di kawasan penyangga Jakarta. Menurutnya, karakter pembeli rumah mewah di Serpong memiliki motivasi tersendiri dibanding pembeli hunian di pusat kota.

“Pembeli rumah mewah di kawasan Serpong lebih mencari ketenangan, bebas macet, polusi udara yang minim, serta ketersediaan taman hijau yang luas dan jarak antar-rumah yang tidak terlalu menempel dengan tetangga,” jelas Hendra.

Faktor-faktor lingkungan dan kenyamanan itulah yang membuat konsumen berkantong tebal bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk tinggal di Serpong, bahkan ketika harganya sudah bersaing dengan kawasan hunian elite tradisional di Jakarta.

Seiring makin padatnya perumahan dan komersial, tantangan tata kelola perkotaan di Gading Serpong juga menjadi perhatian. Hendra menekankan pentingnya menjaga kualitas lingkungan agar kawasan tetap nyaman dan layak huni dalam jangka panjang.

Beberapa hal krusial yang perlu ditingkatkan antara lain integrasi transportasi publik, penataan ruang terbuka hijau (RTH), serta pengendalian zonasi komersial.

Ia juga mengingatkan agar rasio antara kawasan perumahan dan fasilitas komersial/ruko tetap dijaga secara ideal. Proporsi kawasan perumahan dinilai harus tetap lebih dominan, disertai penyediaan jalur pejalan kaki (pedestrian) yang lebar serta pepohonan yang rindang. (rn/jh. Foto: Dok. Paramound Land)

HIMKI Gandeng UITM Malaysia Kembangkan Riset Industri Mebel

BusinessUpdate – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bermitra dengan Universiti Teknologi MARA (UITM) Malaysia, untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta guna mendorong daya saing industri mebel dan kerajinan.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata perusahaan, terutama dalam pengembangan produk bernilai tambah, inovasi desain, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas jejaring usaha di kawasan ASEAN.

“Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan, keterampilan, tradisi kriya, serta kapasitas pendidikan dan industri yang saling melengkapi. MoU ini dapat menjadi titik awal untuk mempertemukan potensi tersebut. Kita ingin membangun kolaborasi yang manfaatnya dirasakan oleh mahasiswa, akademisi, perajin, dan perusahaan, sekaligus memperkuat posisi industri mebel dan kerajinan ASEAN di pasar global,” ujar Sobur dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Adapun, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dilakukan di Lounge HIMKI, Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Tangerang, Kamis (15/10).

Menurutnya, pengembangan industri mebel dan kerajinan tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi dan perluasan pasar. Dukungan riset, inovasi desain, penguasaan teknologi, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan juga diperlukan untuk memperkuat daya saing industri.

Melalui MoU tersebut, HIMKI dan UITM akan menjajaki berbagai program yang menghubungkan keahlian akademik dengan pengalaman praktis perusahaan. Bentuk kerja sama potensial mencakup penelitian terapan, pengembangan desain, pelatihan, magang mahasiswa, kunjungan industri, serta proyek berbasis kebutuhan perusahaan anggota HIMKI.

Kedua pihak juga membuka peluang penelitian dan pengembangan bersama di berbagai bidang, mulai dari material, proses produksi, kriya, dan desain hingga ekonomi sirkular, keberlanjutan, teknologi digital, serta pengembangan pasar.

Kolaborasi lainnya dapat diwujudkan melalui seminar, pameran, konferensi, kompetisi inovasi, kuliah tamu oleh praktisi industri, dan pelatihan profesional bagi akademisi maupun pelaku usaha. (ip/jh. Foto: Dok. HIMKI)

Pertamina: 966 KDKMP Sediakan LPG 3 Kilogram

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 966 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menyediakan layanan penjualan LPG 3 kilogram (kg) hingga Oktober 2026.

Penyaluran LPG 3 kg melalui koperasi tersebut didukung 285 agen pemasok, sedangkan sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP di berbagai wilayah Indonesia.

“Sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP, dan kami berharap jaringan ini dapat terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” kata Direktur Transformasi, Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga Tenny Elfrida dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Jumlah KDKMP yang menyediakan layanan LPG 3 kg tersebut bertambah delapan dibandingkan akhir September 2026, ketika Pertamina Patra Niaga melaporkan penyaluran LPG telah menjangkau 958 koperasi.

Dukungan Pertamina terhadap KDKMP dilakukan melalui penyediaan produk LPG Bright Gas maupun LPG 3 kg sebagai bagian dari penguatan jaringan distribusi energi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, keterlibatan koperasi dalam penjualan LPG diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan energi sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.

Pertamina menyatakan kehadiran LPG di KDKMP diharapkan dapat memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat pelayanan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha setempat.

Selain mendekatkan akses energi, KDKMP diharapkan dapat membantu memperluas pemasaran produk UMKM dan memperkuat aktivitas perdagangan di lingkungan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sebanyak 10.070 KDKMP telah beroperasi secara nasional pada 15 Oktober 2026. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Sebanyak 220 Agen BRILink di KDKMP Telah Bertransaksi

BusinessUpdate – Bank Rakyat Indonesia mengklaim sebanyak 220 agen BRILink di seluruh Indonesia yang ada di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah aktif melakukan transaksi.

“Jadi yang sudah melakukan transaksi di seluruh Indonesia per 12 Oktober 2026 ada sebanyak 220 agen BRILink yang ada di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar SEVP Institution Business BRI Suyitno di Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, dari 220 agen BRILink Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara nasional yang telah aktif melakukan transaksi per 12 Oktober, total nilai transaksi tercatat mencapai Rp700 juta.

“Kami terus melakukan pendampingan di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dalam pengoperasian electronic data capture (EDC). Karena melalui alat ini akan mudah sekali dalam bertransaksi, jadi tidak perlu terlalu jauh ke ATM bisa bertransaksi di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih saja,” jelasnya.

Melalui keberadaan agen BRILink di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih juga akan membantu masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai seperti untuk program bansos PKH.

“Untuk penyaluran bantuan sosial akan dikumpulkan di sini, jadi kalau sudah terima uang bantuan bisa langsung berbelanja di sini. Sebab di koperasi juga menyediakan barang-barang subsidi seperti LPG, beras SPHP dan lain sebagainya,” ucap dia.

Ia berharap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dapat menjadi agregator utama di desa yang memfasilitasi masyarakat menerima bantuan sosial serta menyediakan bahan pangan untuk dibeli. “Semoga dengan dukungan BRI dapat meningkatkan kemajuan masyarakat desa di seluruh Indonesia,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)

Bahlil Resmikan Kilang LPG di Karawang Kapasitas produksi 160 Ton LPG per Hari

BusinessUpdate – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan Kilang Gas Alam Cair atau Liquified Petroleum Gas (LPG) Cimalaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (15/10/2026). Kilang tersebut berkapasitas produksi 160 ton LPG per hari atau 52.800 ton per tahun.

“Hari ini tanggal 15 Oktober saya mengajak kita semua untuk mendoakan agar peresmian ini berjalan dengan baik,” ujar Bahlil dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Kamis (15/10/2026). Adapun kapasitas pengolahan gas Kilang LPG Cilamaya sebesar 40 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Bahlil menyampaikan 10–15% konsumsi LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta dapat dipenuhi dari Kilang LPG Cilamaya. Kilang LPG tersebut menghasilkan kondensat sebanyak 320 barel per hari atau 105.600 barel per tahun.

Produksi LPG 52.800 ton per tahun dari kilang tersebut setara dengan sekitar 18,7 juta tabung LPG berukuran 3 kilogram per tahun. Adapun gas sisa pengolahan atau lean gas dikembalikan kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Kilang LPG itu milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP), perusahaan swasta nasional yang sudah beroperasi di Gresik, Jawa Timur pada 2007 untuk memproduksi LPG dengan kapasitas pengolahan 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi. Selama 19 tahun beroperasi, PT ENP tercatat telah memproduksi sekitar 1 juta ton LPG.

Peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat dilakukan setelah proses pembangunan yang memakan waktu 13 bulan dengan nilai investasi sebesar US$36,93 juta. Selama pembangunan, proyek itu menyerap sekitar 200 orang tenaga kerja.

Dalam pengoperasiannya, Kilang LPG Cilamaya menggunakan teknologi mechanical refrigeration untuk proses pendinginan gas dan turbo expander untuk pengolahan gas. (ip/jh. Foto: Dok. Bisnis)