Home Blog Page 25

Kementerian Pariwisata Dorong Operator Tur Sediakan Paket Wisata Batik

BusinessUpdate – Kementerian Pariwisata mendorong para pelaku usaha pariwisata, termasuk agen perjalanan dan operator tur, untuk menyediakan paket layanan wisata batik sebagai bagian dari wisata pengalaman yang dapat dinikmati oleh pelancong mancanegara.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan wisatawan dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand umumnya tertarik pada batik karena merasakan kedekatan budaya. Mereka juga menyukai kegiatan wisata yang menghadirkan pengalaman mengesankan.

Menurutnya, batik juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang umumnya menghargai keahlian dan menyukai detail.

Selain itu, batik dinilai menarik bagi wisatawan dari negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis yang menyukai budaya dan slow fashion maupun pelancong dari Amerika dan Australia yang menyukai cerita.

Ia menambahkan, paket layanan pariwisata seperti lokakarya singkat membatik selama dua jam atau tur setengah hari ke pusat produksi batik yang mencakup kegiatan membatik akan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya lokal.

Penyelenggara layanan wisata juga dapat menawarkan pengalaman tinggal beberapa hari di daerah sentra batik kepada wisatawan dengan melibatkan para perajin batik lokal. Pengenalan dan promosi batik bisa disampaikan kepada para wisatawan yang menggunakan layanan wisata pengalaman semacam itu. “Wisatawan yang paham filosofi akan lebih menghargai harga batik tulis,” kata Ni Made Ayu Marthini, Rabu (30/9/2026).

Kementerian Pariwisata merekomendasikan daerah seperti Pekalongan, Solo, Sragen, Yogyakarta, Cirebon, Madura, dan Jambi sebagai daerah tujuan wisata batik.​​​​​​​ “Wisatawan bisa diajak jalan kaki pelan menyusuri gang kampung, masuk ke rumah perajin satu per satu, lihat canting, pewarnaan, jemuran,” katanya.

Guna mendukung pengembangan layanan pariwisata yang mencakup batik, Kementerian Pariwisata menjadikan batik sebagai bagian dari program Desa Wisata Budaya dan Desa Wisata Batik.

Kampung Batik Kauman dan Laweyan di Solo, Desa Wisata Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Pesindon dan Kauman di Pekalongan, Desa Wisata Batik Trusmi di Cirebon, serta Kampung Batik Lasem di Rembang menjadikan batik sebagai daya tarik utama.

Pemerintah menyediakan dukungan berupa pelatihan penyelenggaraan layanan penginapan, pemasaran digital, pembuatan e-katalog, serta penerapan Kebersihan, Keamanan, Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) kepada para pengelola desa wisata. Made menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata juga aktif mempromosikan batik baik di dalam maupun luar negeri. (pa/jh)

Dharma Jaya Perkuat Sektor Komersial Kurangi Ketergantung pada APBD

BusinessUpdate – Perumda Dharma Jaya berupaya mengurangi ketergantungan terhadap penugasan pemerintah dengan memperkuat sektor komersial serta memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian perusahaan sekaligus memperkuat peran Dharma Jaya dalam mendukung ketahanan pangan di Jakarta,” kata Raditya Endra Budiman, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, pada acara Ngobrolin Jakarta (Ngojak) di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, perusahaan yang membidangi dalam pemenuhan pangan terutama protein hewani itu terus memperkecil ketergantungan terhadap anggaran belanja daerah (APBD) DKI Jakarta.

Radit menjelaskan, porsi penugasan, termasuk dalam menyediakan pangan bersubsidi bagi masyarakat rentan yang sebelumnya mendominasi kegiatan perusahaan hingga sekitar 90% kini sudah berkurang menjadi sekitar 60%.

“Waktu COVID-19, tiba-tiba penugasan diberhentikan. Kita sempat kalang kabut juga. Tapi sekarang dari sisi penugasan dan komersial sudah mulai berjarak dan perlahan bisa kita amankan,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini sekitar 60% kegiatan Dharma Jaya masih berasal dari penugasan, sedangkan 40% lainnya sudah berasal dari sektor komersial. “Kami terus berupaya agar porsi komersial dapat terus ditingkatkan. Sehingga, ketergantungan perusahaan terhadap penugasan semakin kecil,” katanya.

Pada diskusi yang mengusung tema “Mampukah Perumda Dharma Jaya Menjaga Ketahanan Pangan?” Raditya menyampaikan, kebutuhan daging di Jakarta juga cukup besar. Dalam kondisi normal, kebutuhan dapat mencapai sekitar 6.000 ton per bulan. .

Angka tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 6.500 hingga 7.000 ton, bahkan mencapai 7.500 ton pada periode tertentu, seperti hari besar keagamaan. Besarnya kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi Dharma Jaya untuk memperkuat rantai usaha pangan, mulai dari pengadaan dan penggemukan sapi, pengolahan, hingga distribusi kepada masyarakat.

Salah satu rencana pengembangan yang tengah didorong adalah pembangunan fasilitas di kawasan Ciangir, Banten dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 15 hektar.

Lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan usaha Dharma Jaya secara terintegrasi. Selain memiliki lahan yang luas, akses dari Jakarta menuju kawasan tersebut juga relatif mudah karena dapat ditempuh melalui jalur darat dan jalan tol.

“Ini merupakan peluang yang sangat luar biasa. Kita bisa melakukan pembangunan dari mulai pekerjaan, kemudian penggemukan, pengolahan sampai distribusi,” katanya.

Ia menilai, penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir penting untuk membangun kemandirian pangan Jakarta. Terlebih, Jakarta memiliki jumlah penduduk sekitar 10,5 juta jiwa sehingga kebutuhan pangan, khususnya daging harus dijamin secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dan BUMD membangun sistem pangan yang lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter memastikan dukungan terhadap rencana Perumda Dharma Jaya dalam menjaga ketahanan pangan pemenuhan komoditas peternakan dan pengembangan bisnis.

Jupiter menginginkan agar Perumda Dharma Jaya dapat terus mengembangkan lini bisnis, termasuk dengan menjadi pemasok hotel, restoran, dan kafe (Horeka). (rn/jh. Foto: Dok. Dharma Jaya)

Bank J Trust Genjot Pendapatan Berbasis Komisi

BusinessUpdate – PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) mencatat penyaluran kredit hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp29,25 triliun, meningkat 8,59% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp26,94 triliun.

Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) neto yang turun menjadi 1,78%. “Pertumbuhan kredit selaras dengan penurunan rasio NPL neto. Prioritas kami ke depan adalah mempertahankan kualitas portofolio kredit secara prudent,” ujar Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Ia menjutkan, pihaknya akan ekspansi bisnis pada segmen komersial, korporasi, dan ritel. Fukudai memastikan ekspansi kredit ini menjadi mesin pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan bagi perseroan.

Fukudai mengatakan, penurunan NPL tersebut cukup signifikan dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebesar 2,26%. Pada periode yang sama, total aset J Trust Bank mencapai Rp39,83 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) J Trust Bank mencapai Rp33,92 triliun per Juni 2026, tumbuh 1,08% dibandingkan akhir 2025. Perseroan juga meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Posisi giro meningkat menjadi Rp6,29 triliun dari sebelumnya Rp3,93 triliun, sementara tabungan tercatat Rp3,12 triliun.

Penguatan dana murah tersebut turut menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) menjadi 4,69% pada Juni 2026 dari 5,27% pada Desember 2025. J Trust Bank juga mencatat penguatan permodalan. Total modal perseroan meningkat menjadi Rp3,71 triliun dari Rp3,15 triliun pada akhir 2025. Sejalan dengan itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) naik menjadi 14,53% dari sebelumnya 12,53%.

Sebagai informasi, pada semester I/2026, J Trust Bank membukukan laba bersih sebesar Rp80,23 miliar. Perseroan selanjutnya akan mendorong profitabilitas melalui diversifikasi pendapatan berbasis komisi (fee-based income), kredit sindikasi, transformasi digital, dan penguatan jaringan operasional.

“Efisiensi biaya dana yang kini berada di level 4,69% akan terus kami optimalkan. Fokus kami selanjutnya adalah memperbesar porsi giro dan tabungan melalui penyediaan layanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan transaksi nasabah,” tegasnya. (pa/jh. Foto: Dok. Bank J Trust)

Simpanan Masyarakat di Koperasi Bakal Dijamin oleh LPS

BusinessUpdate – Simpanan masyarakat di koperasi akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), selayaknya penjaminan simpanan atau tabungan masyarakat di perbankan.

“Sekarang alhamdulillah sudah ada titik temu. Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama lagi, koperasi-koperasi yang menerima simpanan dari masyarakat akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke-42 Syarikat Islam yang digelar di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Saat ini, LPS tidak menjamin dana masyarakat yang disimpan di koperasi. Menurut Ferry, penting bagi LPS untuk melindungi simpanan dari koperasi-koperasi. Oleh karena itu, ia berkomunikasi dengan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, sehingga menghasilkan kesepakatan ihwal penjaminan uang simpanan masyarakat di koperasi. Penjaminan oleh LPS ini akan membangun lagi kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan agar simpanan masyarakat di koperasi dapat dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut Airlangga, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamendemen undang-undang yang diperlukan.

Airlangga menyebutkan dalam Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro telah dimasukkan ketentuan bahwa penyimpan dana di koperasi harus setara dengan penyimpan dana di perbankan, sehingga perlu ada perlindungan dan penjaminan.

“Di dalam undang-undang sudah ada. Tinggal sekarang implementing regulation-nya seperti apa. Tadi saya minta dengan Komisi XI juga untuk bisa mengatur, karena sebetulnya jumlah dari koperasi kan tidak terlalu besar, sehingga dengan demikian mereka juga nyaman untuk menyimpan uang di koperasi,” kata Airlangga. (rn/jh. Foto: Dok. IF Ferry Juliantoro)

Erick Thohir: Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Capai Rp5 Triliun

BusinessUpdate – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, dampak ekonomi dari pagelaran MotoGP Mandalika hampir mencapai Rp5 triliun. Pemerintah akan terus menggali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8%.

“MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu real, ekonomi impactnya mencapai hampir Rp5 triliun,” kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (30/9/2026) saat menghadiri peluncuran buku “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” di Bappenas.

Capaian tersebut akan terus ditingkatkan, agar dampak ekonomi dari perhelatan ajang internasional MotoGP dapat dirasakan lebih luas. Erick mengatakan, event MotoGP benar-benar menjadi sebuah program yang sangat berdampak baik di tingkat nasional maupun juga untuk daerah. “Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini bisa 145 ribu orang,” ujarnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk pengembangan wisata olahraga, mengingat potensi yang dimiliki begitu besar. Salah satu misi dalam pengembangan wisata olahraga ini merupakan bentuk dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 8%.

“Kita gali seluruh potensi yang kita bisa serahkan kepada bangsa ini. Tentu salah satunya dengan mengoordinasikan, mengimplementasikan, dan menghasilkan sebuah kegiatan yang impactful untuk sport tourism,” lanjutnya.

Sebelumnya, Erick mengatakan bahwa potensi wisata olahraga (sport tourism) perlu digarap secara lebih maksimal karena secara global nilainya mencapai Rp9.500 triliun dan Indonesia baru mendapatkan 0,5% dari nilai global tersebut.

Erick mengatakan bahwa potensi yang ada harus dimaksimalkan dengan baik. Ketika potensi yang begitu besar dapat digali, maka diyakini akan memperoleh lebih besar dari yang sekarang. (pa/jh. Foto: Dok. Kemenpora)

UMKM Perlu Literasi Keuangan untuk Tembus Pasar Global

BusinessUpdate – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang ingin menembus pasar global harus memiliki kapasitas produksi, kesiapan tata kelola dan literasi keuangan karena pembeli internasional semakin menuntut transparansi dari calon pemasok.

Direktur Commercial Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Alexander Dippo Paris Y.S. mengatakan kesiapan UMKM untuk masuk ke pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memenuhi standar dan kebutuhan administratif yang ditetapkan calon pembeli (buyer).

“Ekspor itu bukan hanya menjual barang. Buyer di luar negeri juga menuntut adanya transparansi keuangan. Kemampuan dari produsen menjelaskan bagaimana cara memproduksi, bagaimana keuangannya, sumbernya dari mana, itu juga penting untuk dilihat dari sisi buyer,” ujar Dippo dalam keterangannya Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, terdapat tiga tantangan yang perlu dijawab UMKM untuk dapat masuk ke pasar ekspor, yakni kapasitas usaha dan kualitas produksi, literasi keuangan, serta akses bisnis. Persoalan tersebut membuat penguatan UMKM tidak bisa hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan.

Modal perlu diikuti dengan pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnis sekaligus memenuhi tuntutan pasar yang lebih luas.

“Yang paling berat adalah bagaimana secara pelan-pelan kita meningkatkan skala mereka, literasi mereka sampai mereka bisa diakses secara internasional. Ini tidak boleh dibalik. Kalau hari ini kita kasih akses tapi literasinya belum dapat, maka akses itu akan sia-sia juga,” jelasnya.

Setelah kesiapan usaha terbentuk, tantangan berikutnya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar. BRI memanfaatkan jaringan nasabah korporasi dan komersial untuk membuka peluang bagi UMKM masuk ke rantai pasok yang lebih besar.

Pendekatan tersebut memungkinkan UMKM memanfaatkan hubungan bisnis yang telah dimiliki nasabah korporasi BRI dengan buyer di berbagai negara. “Ketika mereka berhasil menjual produknya, mereka tidak sendiri. BRI tidak memberikan akses itu sendiri. Kita menggunakan nasabah-nasabah korporasi dan komersial kita yang kebetulan juga memiliki buyer di negara-negara tersebut,” tutup Dippo. (ip/jh. Foto: Dok. BRI)

Bank Permata Jual Seluruh Saham di Honest Senilai Rp77,56 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Permata Tbk (BNLI) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Honest Financial Technologies. Akta Jual Beli Saham dengan Tay Yao Nan sebagai pembeli telah diteken pada Selasa, 29 September 2026.

Sekretaris Perusahaan Permata Bank Katharine Grace mengatakan, perseroan menjual 57.379 saham atau setara dengan 15,07% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Honest Financial Technologies. “Transaksi tersebut memiliki nilai keseluruhan sebesar Rp77,56 miliar,” kata Katharine, dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026).

Permata Bank telah memperoleh pencatatan administrasi pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana divestasi tersebut. Pencatatan itu tertuang dalam surat OJK No.S-192/PB.33/2026 tertanggal 24 September 2026, dengan mengacu pada POJK No.22/2022 tentang Kegiatan Penyertaan Modal oleh Bank Umum.

Setelah penandatanganan Akta Jual Beli Saham dan terpenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan, Permata Bank tidak lagi memiliki penyertaan saham di Honest Financial Technologies. Permata Bank menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Selain itu, transaksi divestasi tersebut bukan merupakan Transaksi Material maupun Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Perlu diketahui, PT Honest Financial Technologies atau yang dikenal dengan Honest merupakan perusahaan teknologi finansial (fintech) di Indonesia yang secara khusus menghadirkan layanan kartu kredit berbasis teknologi. Honest menjadi salah satu fintech pertama di Tanah Air yang mengantongi izin untuk menerbitkan kartu kredit, menjadikannya pemain unik di industri keuangan Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. Honest)

Volume Bongkar Muat IPC Terminal Peti Kemas Capai 2,51 Juta TEUs

BusinessUpdate – IPC Terminal Petikemas mencatat volume bongkar muat peti kemas mencapai 2,51 juta TEUs hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 8,37% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Kami kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif hingga pertengahan triwulan III tahun 2026,” kata Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC Terminal Petikemas (TPK) Daniel Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, capaian itu menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga keandalan layanan bongkar muat peti kemas serta mendorong efisiensi logistik nasional secara berkelanjutan.

Daniel menjelaskan sepanjang Agustus 2026, IPC TPK berhasil mencatatkan arus petikemas sebesar 339.359 TEUs, tumbuh 10,3% dibandingkan periode sama pada tahun 2025 sebesar 307.559 TEUs.

Secara kumulatif, total volume bongkar muat selama Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 2.510.561 TEUs, naik 8,37% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.316.744 TEUs.

“Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran,” ujarnya.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang peningkatan volume bongkar muat di berbagai area operasi terminal yang dikelola oleh IPC TPK. Terminal Teluk Bayur menjadi kontributor dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi dengan mencatatkan kenaikan volume sebesar 14,6% per Agustus 2026.

Sementara itu, Terminal Tanjung Priok yang menjadi hub utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,2%, disusul Terminal Panjang dengan kenaikan 10,9%, serta Terminal Pontianak yang tumbuh positif sebesar 4,2%.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan tren kenaikan volume di seluruh terminal wilayah operasi tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi SDM operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.

Peningkatan efisiensi waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat turut menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan operasional yang berkelanjutan.

Ia menambahkan dalam memasuki triwulan akhir tahun 2026, IPC TPK terus memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan di industri logistik dan kepelabuhanan. “Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa,” tutup Daniel. (ip/jh. Foto: Dok. IPC)

BSI International Expo 2026 Hadirkan Brand Lokal Sneakers

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng komunitas dan platform sneakers lokal LOKAMOV dengan menyelenggarakan Road to BSI International Expo 2026 yang menghadirkan ruang kolaborasi bagi brand lokal, pembeli (buyers), komunitas, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem dengan semangat Buy Local Go Global.

Melalui mini bazaar yang digelar di BSI Tower, Jakarta, pada 28 September hingga 2 Oktober 2026, BSI menghadirkan sejumlah pelaku usaha sneakers, fesyen seperti Serumpun, serta produk lifestyle lokal lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk meningkatkan eksposur produk, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

SEVP Consumer Product Solution BSI Wawan Setiawan mengatakan, BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai enabler yang membuka akses dan peluang bagi UMKM untuk naik kelas.

“Sebagai perbankan syariah terbesar di Indonesia, kami berkomitmen menjadi akselerator bagi pertumbuhan industri kreatif dan UMKM nasional agar mampu bersaing di pasar internasional,” kata Wawan dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Menurut Wawan, kolaborasi dengan LOKAMOV menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem industri kreatif nasional sekaligus memperkenalkan semangat BSI International Expo 2026 kepada masyarakat luas.

“Melalui kolaborasi dengan LOKAMOV, BSI menghadirkan hub industri kreatif yang mempertemukan berbagai brand lokal unggulan, khususnya dari segmen sneakers dan sepatu lifestyle yang memiliki potensi besar untuk berkembang hingga ke pasar global,” ujarnya.

Menurut Wawan, brand sneakers lokal saat ini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran melalui olahraga.

Ia menambahkan, pameran dan aktivasi komunitas menjadi salah satu sarana untuk membantu UMKM memperoleh eksposur yang lebih luas serta membuka akses terhadap pasar dan jaringan bisnis baru.

Kehadiran buyers, komunitas, dan pelaku usaha dalam satu ruang kolaborasi juga dinilai dapat membuka peluang kerja sama yang mendukung peningkatan kapasitas usaha dan daya saing produk lokal.

Sejumlah brand sneakers dan lifestyle lokal turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya 910 Nineten, AZA, Brodo, GATS, Majeed, Ortuseight, Porto X, Stayhoops, Umbre, dan Weidenmann Urban. Kehadiran berbagai merek tersebut menunjukkan semakin beragamnya produk lokal Indonesia, khususnya di sektor sneakers dan lifestyle.

Selain menyediakan ruang promosi dan transaksi, BSI juga menghadirkan berbagai solusi transaksi digital untuk memberikan kemudahan kepada pengunjung. Pengunjung dapat menggunakan sejumlah kanal transaksi BSI, mulai dari kartu debit hingga QRIS.

BSI juga menawarkan sejumlah promo, di antaranya flash sale dan cashback hingga Rp300.000 untuk transaksi menggunakan BSI Hasanah Card atau BSI Hasanah Digital Card melalui QRIS BYOND by BSI. Selain itu, tersedia cashback instan Rp25.000 dengan menggunakan sumber dana Tabungan Easy.

Melalui rangkaian Road to BSI International Expo 2026, BSI berharap semakin banyak UMKM dan pelaku industri kreatif memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Mengubah Air Cucian Rumput Laut Menjadi Sabun Cuci

BusinessUpdate – Peneliti Pusat Riset Elektronika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Athanasia Amanda Septevani memberdayakan masyarakat pesisir Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengolah limbah air cucian rumput laut jenis sargassum menjadi cairan ekoenzim yang bisa digunakan untuk membuat sabun cuci antibakteri rumahan.

Menurut Amanda, selama ini para kelompok tani dan warga pesisir biasanya hanya memanen sargassum untuk langsung dijual dalam bentuk mentah (raw material) atau hanya dijadikan pupuk biasa.

“Kenapa dipilih sargassum? Karena memang dia adalah salah satu sumber rumput laut yang tidak optimal pengelolaannya di Indonesia,” kata Amanda di sela-sela kegiatan Gender Equality Learning Program (GELP) Symposium di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Melalui program pendanaan kolaboratif antara BRIN dan KONEKSI, tim peneliti akhirnya menggali potensi tersembunyi dari komoditas laut tersebut. Amanda menemukan air limbah perasan atau cucian sargassum ternyata dapat difermentasi dengan penambahan konsorsium bakteri EM4.

Hasil uji laboratorium membuktikan cairan turunan rumput laut cokelat ini teruji ampuh memiliki sifat antibakteri kuat, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. Coli dan S. aureus.

Guna memastikan teknologi ini bisa diadopsi oleh masyarakat akar rumput, BRIN langsung mengerahkan tim untuk melatih para warga pesisir. “Kami juga melakukan, sudah melakukan workshop gitu ya, karena kebetulan mitra kami itu adalah dari Gunungkidul, kami melakukan workshop di sana dan mengajarkan mereka membuat E. enzim,” ujarnya.

Dalam kegiatan lokakarya yang digelar pada Juli 2026 di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, itu lebih dari 50 partisipan lintas entitas yang didominasi oleh ibu-ibu pesisir ikut terlibat aktif.

Selain diajarkan memproduksi cairan ekoenzim secara mandiri, warga juga dilatih memformulasikan ekoenzim tersebut menjadi produk turunan harian seperti sabun cuci antibakteri rumahan.

Melalui inovasi sederhana ini, Amanda berharap kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dapat tercipta, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut yang lebih sehat dan bebas pencemaran pada masa depan. (rn/jh. Foto: Dok. Wikipedia)