Home Blog Page 25

Laba Alam Sutera Turun Meski Pendapatan Meningkat

BusinessUpdate – PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) membukukan pendapatan sebesar Rp650,9 miliar pada kuartal I/2026, meningkat 14,7% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp567,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan relatif stabil karena kuatnya permintaan produk residensial. Meski pendapatan meningkat, laba perseroan justru mengalami penurunan akibat penyusutan margin penjualan. Laba pada periode ini tercatat Rp18,8 miliar.

Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya mengatakan pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh segmen real estate yang melonjak 20,7% secara tahunan menjadi Rp426,7 miliar.

“Lonjakan signifikan terjadi pada penjualan rumah tapak dan ruko yang meningkat tajam dari Rp72,4 miliar menjadi Rp262,2 miliar,” ujar Edward dikutip dari Bisnis, Rabu (6/5/2026).

Segmen apartemen juga mencatatkan pertumbuhan kuat dari Rp3,8 miliar menjadi Rp35,8 miliar, sementara pendapatan dari perkantoran naik dari Rp4,7 miliar menjadi Rp48,7 miliar.

Sayangnya, penjualan lahan yang selama ini menjadi salah satu penopang margin tinggi justru mengalami penurunan drastis, dari Rp272,5 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp80 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Menurunnya kontribusi penjualan lahan yang memiliki margin lebih tinggi mengakibatkan penurunan margin secara keseluruhan. “Dampaknya, ASRI membukukan laba bersih Rp18,8 miliar pada kuartal I/2026, turun dibanding Rp32,3 miliar pada kuartal I/2025,” lanjutnya.

Sepanjang kuartal I/2026, ASRI mencatat marketing sales sebesar Rp341,2 miliar, tumbuh tipis 1,2% secara kuartalan. Penjualan masih didominasi oleh produk residensial yang menyumbang 80% dari total marketing sales, sementara segmen komersial berkontribusi 20% atau sekitar Rp68,1 miliar.

Secara rinci, proyek Alam Sutera Township menjadi kontributor terbesar dengan penjualan mencapai Rp217,7 miliar atau sekitar 64% dari total marketing sales. Sementara itu, Suvarna Sutera Township menyusul dengan kontribusi Rp55,4 miliar atau sekitar 16%.

Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring income) menunjukkan tren positif dengan kenaikan menjadi Rp177,7 miliar dari Rp166,9 miliar. Segmen pariwisata juga relatif stabil dengan pendapatan Rp46,5 miliar, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp46,3 miliar. (pa/jh. Foto: Dok. ASRI)

Penduduk Jakarta Didominasi oleh Generasi Milenial

BusinessUpdate – Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 menunjukkan penduduk DKI Jakarta didominasi generasi milenial yakni kelahiran dengan rentang tahun 1981-1996, sebanyak 24,82%. Lalu, disusul generasi Z, kelahiran 1997-2012 sebesar 24,12%.

“Generasi milenial memberikan kontribusi sebesar 24,82% terhadap seluruh jumlah penduduk DKI Jakarta (10,72 juta),” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Generasi berikutnya yang memberikan kontribusi terhadap jumlah penduduk Ibu Kota yakni generasi Z (kelahiran tahun 1997-2012), yang memberikan kontribusi sebesar 24,12%, diikuti generasi X (kelahiran tahun 1965-1980) dengan kontribusi sebesar 21,85%.

Selanjutnya, post generasi Z atau kelahiran tahun 2013 dan seterusnya yang memberikan kontribusi sebesar 17,78% terhadap jumlah penduduk DKI Jakarta, diikuti boomer (1946-1964) dengan kontribusi sebesar 10,72%, serta pre-boomer (lahir sebelum 1945) yang berkontribusi sebesar 0,71%.

“Secara umum sekitar 66,72% penduduk DKI Jakarta merupakan generasi Z, milenial, dan post generasi Z,” kata Kadarmanto.

Hasil Supas 2025 juga menunjukkan penduduk DKI Jakarta mengalami pertumbuhan penduduk yang positif namun melambat dengan laju 0,32% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Jumlah penduduk Jakarta berdasarkan hasil Supas 2025 sebanyak 10.724.330 ribu jiwa, meningkat 162.240 ribu jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan meningkat 1.116.540 jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010).

Sementara itu, berdasarkan rasio jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di Jakarta sebanyak 5.371.390 jiwa atau 50,09% dari seluruh penduduk, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 5.352.940 ribu jiwa atau 49,91% dari seluruh penduduk.

Berdasarkan komposisi jenis kelamin tersebut, rasio jenis kelamin di Jakarta tercatat sebesar 100, yang berarti terdapat sekitar 100 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Jakarta. (rn/jh. Foto: Ilustrasi Gemini)

Danantara Beli Saham GoTo, Manajemen Buka Suara

BusinessUpdate – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengonfirmasi masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai investor di perusahaan tersebut.

Corporate Secretary GoTo R A Koesoemohadian dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (5/5/2026), mengatakan, Danantara telah membeli saham perseroan dengan porsi kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan di pasar modal.

“Sesuai dengan pemberitaan di media, kami memahami bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham perseroan melalui bursa dalam jumlah kurang dari 1% dari saham yang diterbitkan oleh perseroan,” jelas Koesoemohadian.

GoTo menilai investasi tersebut sebagai sinyal positif yang mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perusahaan. Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Kepercayaan tersebut menjadi dorongan positif bagi perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik,” tambahnya.

Perseroan juga senantiasa mematuhi ketentuan kewajiban pelaporan atas kepemilikan saham. Sejak Maret 2026, GOTO telah menyampaikan laporan kepemilikan saham yang memuat informasi pemegang saham dengan kepemilikan 1-5% kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), selaku otoritas bursa.

Namun, sesuai ketentuan BEI, informasi tersebut bersifat privat dan hanya disampaikan secara terbatas kepada otoritas bursa. Adapun informasi publik mengenai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1-5% dapat diakses masyarakat melalui pengumuman oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang tersedia di situs resmi BEI.

Sebagai informasi, komposisi pemegang saham GOTO di atas 1% didominasi oleh investor institusional global. SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan porsi 7,65%, disusul Taobao China Holding Limited 7,43%.

Selain itu, sejumlah nama besar lain turut mengisi struktur kepemilikan, seperti Google Asia Pacific Pte.Ltd. dan Tencent Mobility Limited yang masing-masing menggenggam sekitar 2,48% saham. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga menjadi salah satu pemegang saham strategis dengan kepemilikan 1,99%, sementara entitas lain seperti UBS AG Hong Kong, Peak XV Partners, serta GoTo Peopleverse Fund turut melengkapi struktur investor.

Dari sisi internal, kepemilikan saham oleh jajaran Direksi dan Komisaris relatif kecil. Andre Soelistyo sebagai salah satu pemegang saham dari manajemen dengan porsi 0,57%, diikuti nama lain seperti Hans Patuwo dan Catherine Hindra Sutjahyo dengan kepemilikan yang lebih kecil. (ip/jh. Foto: Dok. GoTo)

Laba Bersih Bluebird Kuartal I/2026 Sebesar Rp157 Miliar

BusinessUpdate – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara EBITDA perseroan mencapai Rp341,8 miliar dan laba bersih Rp157 miliar.

Direktur Utama Bluebird Group Adrianto Djokosoetono menyatakan, kinerja positif tersebut utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan layanan taksi yang mencapai 12% secara tahunan (yoy).

“Sepanjang 2026, fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat keandalan layanan melalui kesiapan armada, perluasan akses pelanggan, dan produktivitas operasional yang semakin baik,” kata Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital juga mendukung solidnya performa perseroan, terlihat dari pertumbuhan pengguna aplikasi MyBluebird sebesar 22,4% dengan penggunaan fitur fixed price (harga tetap) yang meningkat 29,2% yoy.

Teknologi digital juga mendukung efektivitas operasional perusahaan dalam membaca pola permintaan secara lebih presisi, termasuk berdasarkan area, momentum kegiatan, serta jam operasional, sehingga penempatan armada dapat dilakukan secara lebih responsif dan efisien.

Selain itu, peningkatan kinerja perusahaan juga ditopang oleh tingginya permintaan masyarakat selama musim mudik dan libur panjang pada periode Lebaran 2026.

Adrianto menyampaikan bahwa saat ini pihaknya terus memperluas jangkauan layanan melalui penambahan titik pangkalan di berbagai wilayah, yang secara total meningkat sekitar 43% dibandingkan kuartal I tahun lalu.

Perseroan turut mengembangkan bisnis berkelanjutan melalui ekspansi kendaraan listrik di sejumlah kota, termasuk penguatan inisiatif mobilitas ramah lingkungan di Bandung, Jawa Barat, dan Bali.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, perseroan juga menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan pengemudi, termasuk melalui penguatan pendapatan yang kompetitif serta program apresiasi bagi pengemudi berprestasi.

“Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimistis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Adrianto. (pa/jh. Foto: Dok. Bluebird)

KAI Beberkan Alasan Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengganti nama kereta api jarak jauh (KAJJ) KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026.

“Bukan sekadar perubahan nama, tapi juga wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalananmu. Dengan rute andalan yang menghubungkan kota-kota penting, KA Anggrek siap menemani perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan,” jelas akun resmi Instagram @kai121_, Selasa (5/5/2026).

KAI menjelaskan jika penggantian nama merupakan penyederhanaan dari Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi usaha mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia.

“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah,” jelas KAI.

Arti penggantian nama juga memaknai perjalanan yang selama ini ditempuh. “Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” tambahnya.

Sementara itu, KAI mengumumkan setiap penumpang yang memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek pada keberangkatan 9 Mei 2026, tetap bisa dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.

Adapun, kata argo yang sebelumnya tersemat berarti gunung dalam bahasa Jawa kuno. KAI sengaja membawa nama argo supaya masyarakat bisa mengenal gunung-gunung di Indonesia.

Namun, beberapa kereta api tak membawa nama argo meski sebetulnya ia nama gunung. Misalnya, KA Malabar dan KA Krakatau, alasannya karena argo hanya digunakan untuk kereta api kelas ekskutif.

KA Argo Bromo Anggrek telah beroperasi selama 13 tahun, nama sebelumnya adalah Argo Bromo dengan kode JS-852 dan diluncurkan pertama kali pada 24 September 1997. Karena ia kereta eksekutif, maka gerbongnya dibuat elegan dan nyaman dengan penggunaan pegas udara untuk menahan goncangan. Hasilnya, goncangan dapat diredam dan penumpang minim merasakan hentakan kuat di dalam gerbong.

Transformasi KA Argo Bromo Anggrek ke KA Anggrek bukan cuma sekedar ganti nama, tapi lebih dari peningkatan kualitas layanan dari PT KAI. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Kuartal I/2026 Pertamina Hulu Energi Produksi Migas 956 MBOEPD

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan produksi minyak dan gas bumi (migas) pada triwulan I/2026 sebesar 956 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Dengan masing-masing produksi minyak 494 MBOPD dan produksi gas 2,75 miliar kaki kubik per hari.

“Kinerja hingga Maret 2026 menunjukkan tren yang positif, baik dari sisi produksi maupun penambahan sumber daya dan cadangan,” ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen dikutip dari laman resmi perusahaan pada Selasa (5/5/2026).

Pada kuartal I/2026 aktivitas operasional perseroan terus meningkat di mana pengeboran eksploitasi telah mencapai 130 sumur, menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga tingkat produksi.

Selain itu, sebagai bagian dari strategi optimalisasi produksi lapangan eksisting, kegiatan workover telah dilakukan pada 261 sumur dan well service pada 6.124 sumur.

Di bidang eksplorasi, hingga Maret 2026 telah dilakukan pemboran sebanyak 8 sumur eksplorasi. Kegiatan survei seismik juga terus berjalan, dengan realisasi seismik 2D sepanjang 0,09 km dan seismik 3D seluas 914 km², guna mendukung penemuan potensi sumber daya baru.

Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 6,7 juta barel setara minyak (MMBOE). Sementara itu, terdapat pula penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 3,4 MMBOE, yang menjadi indikator positif dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Kami terus mendorong optimalisasi lapangan eksisting sekaligus mempercepat kegiatan eksplorasi untuk memastikan keberlanjutan produksi jangka panjang,” ucapnya.

Hermansyah menegaskan komitmen untuk menjaga momentum kinerja hingga akhir tahun. Perseroan terus meningkatkan efisiensi operasi, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pencapaian target produksi dan penemuan cadangan baru.

Capaian ini mencerminkan komitmen PHE dalam mempertahankan kinerja produksi sekaligus memperkuat fondasi cadangan energi di masa depan. Berbagai upaya optimalisasi dan eksplorasi akan terus ditingkatkan guna mendukung ketahanan energi nasional. (pa/jh. Foto: Dok. PHE)

Lebih dari 80 Persen Desa di Indonesia Memiliki BRILink Agen

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan lebih dari 80% total desa di Indonesia sudah memiliki BRILink Agen. Perseroan mencatat hingga akhir Maret 2026 terdapat lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa.

Jangkauan tersebut memperkuat peran BRILink Agen sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRILink Agen menjadi kanal utama perseroan dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.

Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. “Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” kata Akhmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

BRILink Agen menyediakan berbagai fitur transaksi keuangan yang mencakup transfer, pembayaran berbagai tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, serta top up uang elektronik dan dompet digital. Selain itu, BRILink Agen juga melayani setor dan tarik tunai yang mendukung kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.

Sepanjang triwulan I/2026, BRILink Agen mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Tingginya aktivitas transaksi tersebut turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI) perseroan yang mencapai Rp459 miliar.

Selain itu, kontribusi BRILink Agen terhadap penghimpunan dana murah juga terus menguat, dengan saldo dana murah (current account savings account/CASA) rata-rata harian yang dihimpun mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 18,37% secara tahunan (yoy).

BRILink Agen juga mengalami kenaikan dalam penyaluran dana talangan sebesar 33,29% (yoy), dari semula Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.

Akhmad mengatakan, pencapaian tersebut membuktikan peran BRILink Agen yang tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.

“Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Akhmad. (ip/jh. Foto: Dok. BRI)

Sebanyak 65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Erosi

BusinessUpdate – Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tubagus Solihuddin mengatakan sebanyak 65,8% area garis Pantai Utara (Pantura) Jawa mengalami erosi.

Tubagus menyebutkan erosi tersebut diakibatkan oleh pembangunan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi yang berjalan sangat masif akibat tingginya tekanan demografi, sehingga berujung pada ekstraksi sumber daya laut dan pesisir.

“Jadi, 84% Pantai Utara Jawa itu tersusun oleh endapan pluvial dan endapan delta. Secara geologi endapan yang menyusun Pantai Utara Jawa itu masih unconsolidated. Masih belum terkompaksi dengan kuat sehingga sangat mudah mengalami erosi dan pemampatan,” kata Tubagus dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan analisis perubahan garis pantai menggunakan Citra Satelit Sentinel selama periode 2000 hingga 2024 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Perubahan garis pantai didominasi oleh laju erosi sebesar 65,8%, sementara tingkat akresi (penambahan daratan) hanya berada di angka 34,2%.

Ia juga menyoroti sebuah anomali dari data pemantauan tersebut, di mana erosi yang masif justru terjadi di lingkungan delta yang secara alamiah merupakan area sedimentasi.

“Secara morfologi, Pantai Utara Jawa itu didominasi oleh pantai berelief rendah atau pantai dataran rendah dengan elevasi ketinggian kurang dari 10 meter. Dan itu menempati 83% dari panjang seluruh Pantai Utara Jawa,” jelas Tubagus.

Kondisi ini sangat berkaitan erat dengan aktivitas modifikasi di daerah hulu, seperti kanalisasi, pembelokan arah sungai, dan pembangunan bendungan, yang pada akhirnya memutus suplai sedimen ke wilayah muara pesisir.

Dampak dari modifikasi antropogenik ini terekam jelas di berbagai titik. Di Tanjung Pontang, Serang, daratan seluas 1,72 kilometer persegi telah lenyap tererosi akibat pembelokan aliran Sungai Ciujung Baru.

Di kawasan Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, air laut telah merangsek masuk hingga empat kilometer ke daratan, menenggelamkan infrastruktur publik secara permanen serta merendam lebih dari 1.000 hektar tambak warga.

Selain Bekasi, hal serupa juga tercatat di Legonkulon, Subang, di mana intrusi air laut sejauh dua kilometer telah merendam 700 hektar tambak. Abrasi juga mengerosi jalan desa sepanjang 500 meter hingga satu kilometer di Krangkeng, Indramayu.

Khusus di wilayah Demak, Tubagus memberikan catatan historis bahwa wilayah tersebut pada abad 15-16 merupakan perairan Selat Muria yang kemudian tertutup sedimentasi menjadi daratan. Kini, air laut kembali masuk sejauh lima hingga enam kilometer ke daratan Demak, menelan sawah dan kawasan permukiman.

Hal ini diperparah dengan kenaikan muka air laut (Sea Level Rise/SLR) dan penurunan muka tanah (Land Subsidence).

Berdasarkan pemodelan data altimetri (1993-2025), tren kenaikan muka air laut di Pantura mencapai rata-rata 0,41 hingga 0,42 sentimeter per tahun, mengakibatkan akumulasi kenaikan hingga 15,5 sentimeter dalam kurun waktu 32 tahun.

“Pantura Jawa sedang menghadapi krisis nyata. Tadi disampaikan tantangannya bukan hanya erosi, abrasi, banjir, tapi juga kenaikan muka air laut dan amblesan tanah. Dan itu bukan isu lokal, itu isu nasional. Mengingat Pantura Jawa sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Tubagus.

Menghadapi kompleksitas krisis tersebut, Tubagus menekankan pentingnya transisi menuju pendekatan lintas sektoral dan kewilayahan. Ia menegaskan tidak ada solusi tunggal yang bisa diterapkan di seluruh kawasan Pantura. (pa/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

Pertamina Buka Beasiswa Calon Pelaut, Simak Kuotanya!

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga, bagian dari Pertamina Grup, membuka Program Beasiswa Calon Pelaut sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta maritim yang siap mendukung operasional armada kapal energi.

“Program ini kami rancang sebagai pipeline SDM pelaut yang siap operasional. Tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka jalur karier yang jelas bagi para penerima beasiswa untuk dapat terlibat langsung dalam operasional armada,” ujar Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Program ini akan menjaring 23 penerima beasiswa yang setelah lulus akan langsung diproyeksikan bekerja sebagai kru kapal di Pertamina Patra Niaga. Menurut perseroan, penguatan talenta pelaut sebagai bagian penting dari keberlanjutan operasional distribusi energi.

Kementerian Perhubungan mencatat terdapat sekitar 1,4 juta pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai negara, menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia.

Komitmen terhadap penguatan pelaut nasional juga tercermin dari komposisi kru di armada Pertamina Group. Dari total 4.368 kru pelaut, sebanyak 4.090 kru atau sekitar 94% merupakan Warga Negara Indonesia. Data tersebut menjelaskan, talenta maritim nasional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional armada energi.

Peran pelaut dalam rantai pasok downstream atau hilir juga semakin strategis, mengingat armada laut menjadi penghubung antara titik suplai, kilang, terminal, hingga wilayah distribusi energi.

Dalam konteks Pertamina Patra Niaga, armada kapal berperan dalam pengangkutan minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Sementara itu, President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan bahwa Pertamina Foundation berperan dalam memastikan pelaksanaan program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami memastikan seluruh proses program, mulai dari seleksi, pembinaan, hingga monitoring penerima beasiswa dilakukan secara komprehensif. Lembaga pendidikan, jurusan, serta jumlah penerima telah dipetakan sejak awal agar selaras dengan kebutuhan perusahaan,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang terpilih tidak hanya memenuhi kriteria akademis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani profesi sebagai pelaut.

Rangkaian Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 dimulai dengan sosialisasi pada 28–29 April 2026, dilanjutkan pembukaan pendaftaran pada 30 April hingga 22 Mei 2026.

Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni, dengan pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 30 Juni 2026, dan inaugurasi pada 3 Juli 2026. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Pemprov DKI Jakarta Tetap Bebaskan PKB dan BBNKB Kendaraan Listrik

BusinessUpdate – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertahankan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Kebijakan itu sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Kebijakan Pemprov DKI Jakarta sejalan dengan ketentuan tersebut, yakni tetap memberikan insentif berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ekosistem kendaraan berbasis energi terbarukan sekaligus upaya mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Jakarta.

“Arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta tetap konsisten dalam mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan percepatan transisi energi bersih,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sempat mengusulkan empat lapisan insentif yakni kendaraan listrik dengan nilai sampai Rp300 juta mendapat insentif 75%, kendaraan senilai Rp300-500 juta mendapat insentif 65%.

Kemudian, kendaraan listrik senilai Rp500-700 juta mendapat insentif 50%. Sementara bagi kendaraan listrik dengan nilai di atas Rp700 juta mendapat insentif 25%. Jadi, pajak yang dibayar tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan prinsip keadilan.

Namun, kebijakan tersebut harus sesuai dengan Surat Edaran Kemendagri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ yang meminta pemerintah daerah memberikan insentif berupa pembebasan pajak kendaraan listrik. (pa/jh. Foto: Dok. Wuling)