Home Blog Page 26

Bank Mega Syariah Raih Laba Rp79,97 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar pada kuartal I/2026. Nilai tersebut meningkat 51% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai lebih dari Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20% secara tahunan.

Dari sisi intermediasi, total penyaluran pembiayaan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai lebih dari Rp10 triliun.

Perseroan juga mencatat peningkatan pada pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan dari piutang meningkat menjadi Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9%. Sementara itu, pendapatan bagi hasil naik sekitar 4,7% menjadi Rp114,73 miliar.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem,” ujar Hanie dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah melakukan optimalisasi struktur pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana. Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan margin, yang tercermin dari kenaikan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85% dari sebelumnya 4,04%.

Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menjadi 76,90% dari sebelumnya 85,08% pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, permodalan bank tetap kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63%. Perseroan menyatakan tetap mencermati dinamika risiko pembiayaan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” tutup Hanie. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mega syariah)

Telkom Gelar Kartini BISA Fest Perkuat Peran Perempuan Pelaku UMKM

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendorong penguatan peran perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pembinaan berbasis digital yaitu Kartini BISA Fest pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub, Jakarta Selatan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan momentum Hari Kartini menjadi pengingat untuk mengadaptasi nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan saat ini yang serba digital, sehingga masyarakat perlu terus belajar dan memanfaatkan teknologi untuk memberi dampak lebih luas.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai perjuangan Kartini dan mengadaptasikannya dalam kehidupan saat ini yang serba digital. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas,” kata Dian dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Kartini BISA Fest digelar sebagai rangkaian program pemberdayaan UMKM perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan daya saing produk di pasar domestik maupun global.

Dalam kegiatan tersebut, Telkom menghadirkan sejumlah agenda terintegrasi, mulai dari bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar keamanan siber yang diikuti lebih dari 350 peserta, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung efisiensi pembuatan konten kreatif dan pemasaran digital.

Telkom menyatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi budaya perusahaan “BISA” (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility) yang menekankan kolaborasi dan inovasi.

Telkom menyatakan dari lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang mengikuti program pembinaan berbasis digital.

Selain pembinaan, Telkom turut menyalurkan dukungan peningkatan daya saing produk melalui program Packfest dengan bantuan 500.000 cetak kemasan, serta memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan.

Dian menyerahkan secara simbolis bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Dukungan juga menjangkau pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kesetaraan akses transformasi digital.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tahun 2025, sebanyak 64,5% atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Sementara itu, data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun 2025 menunjukkan baru sekitar 35% UMKM memiliki sertifikasi halal.

“Sebagai perusahaan teknologi, Telkom memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat. Fokus kami pada pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya tersebut,” ujar Dian.

Telkom menyatakan Kartini BISA Fest juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi inklusif. (pa/jh. Foto: Dok. Telkom)

CIMB Niaga Catatkan Laba Rp2,3 Triliun pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal I/2026 (unaudited). Kinerja laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang stabil serta kontribusi fee-based income yang meningkat.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan kinerja awal tahun tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, pertumbuhan kredit yang selektif, serta struktur pendanaan yang kuat.

Rasio dana murah atau current account savings account (CASA) tercatat mencapai 73,9%. Jumlah ini sekaligus menjadi yang tertinggi bagi perseroan. “Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di bawah rata-rata industri dan biaya kredit di bawah 1%,” ujar Lani dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Dari sisi permodalan dan likuiditas, CIMB Niaga mencatat capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,3% dan loan to deposit ratio (LDR) 89,2%. Total aset konsolidasian mencapai Rp368,2 triliun per akhir Maret 2026, memperkuat posisi perseroan sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,3% secara tahunan menjadi Rp260,1 triliun yang didorong oleh peningkatan CASA sebesar 12,2% menjadi Rp192,3 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit naik 2,2% menjadi Rp235,1 triliun.

Secara sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari segmen korporasi yang meningkat 4,8%, diikuti usaha kecil dan menengah (UKM) 1,2%, serta consumer banking 0,2%. Pada segmen ritel, pertumbuhan terutama ditopang oleh kredit pemilikan mobil yang naik 4%.

Di lini syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai yang terbesar di Indonesia dengan pembiayaan Rp52,9 triliun dan DPK Rp45 triliun. Perseroan juga memperkuat pendanaan berbasis dana murah melalui komunitas dan kemitraan strategis syariah.

Sementara itu, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp60,2 triliun atau sekitar 26% dari total portofolio. Dari jumlah tersebut, pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp25,7 triliun atau sekitar 43%.

Transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama kinerja. CIMB Niaga mencatat 90,6% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal non-cabang, termasuk aplikasi OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Perseroan juga mengembangkan konsep Digital Branch dan Digital Hub untuk mengintegrasikan layanan fisik dan digital.

Hingga akhir Maret 2026, CIMB Niaga mengoperasikan 35 Digital Branch dan 38 Digital Hub di berbagai wilayah. Transaksi melalui aplikasi OCTO meningkat 29% pada kuartal I/2026. Selain itu, perseroan meluncurkan OCTOBIZ sebagai platform digital terintegrasi untuk nasabah bisnis dalam mengelola transaksi domestik dan internasional.

Untuk memperkuat layanan nasabah, CIMB Niaga juga menghadirkan layanan contact center ASK OCTO yang dapat diakses 24 jam melalui berbagai kanal, termasuk panggilan WhatsApp. Ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan menjaga margin melalui penguatan CASA serta memperluas fee-based income, sejalan dengan strategi Forward30. (ip/jh. Foto: Dok. CIMB)

Cinema XXI Catatkan Pendapatan Rp1,1 Triliun, Rugi Rp8,15 Miliar

BusinessUpdate – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 18,2% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp929,2 miliar. Meski demikian, perusahaan masih mencatatkan rugi sebesar Rp8,15 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan di seluruh lini bisnis. Penjualan tiket bioskop berkontribusi sebesar 60,6%, lini bisnis makanan dan minuman (F&B) sebesar 32,6%, serta sisanya berasal dari pendapatan lain seperti iklan hingga platform digital.

“Capaian Kuartal I/2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pendapatan tiket bioskop pada kuartal I/2026 meningkat 14,3% menjadi Rp665,3 miliar dibandingkan Rp582,2 miliar pada kuartal I/2025. Sementara itu, pendapatan dari F&B turut naik 15,9% menjadi Rp357,6 miliar, dengan rata-rata belanja per penonton (spend per head/SPH) yang tetap terjaga.

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp226,9 miliar pada kuartal I/2026, melonjak 81,2% dibandingkan Rp125,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional yang terus membaik seiring ekspansi bisnis. Meski demikian, perusahaan masih mencatatkan rugi sebesar Rp8,15 miliar, menyusut 88,25% secara tahunan (yoy).

Posisi keuangan perseroan tetap solid dengan total aset sebesar Rp6,72 triliun per 31 Maret 2026. Perseroan juga mempertahankan kas dan setara kas yang kuat sebesar Rp1,75 triliun, serta total ekuitas sebesar Rp4,34 triliun.

Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan menjadi Rp106,6 miliar dibandingkan Rp28,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kualitas pendapatan dan pengelolaan modal kerja yang semakin baik.

Sejalan dengan itu, lini F&B juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat, didorong oleh komitmen perseroan dalam meningkatkan standar produk dan layanan.

Ke depan, Cinema XXI akan terus berinvestasi dalam inovasi F&B, baik dari sisi kualitas produk, variasi menu, maupun pengalaman pelayanan, termasuk pengembangan menu baru dan peningkatan kecepatan layanan di seluruh jaringan bioskop.

Kinerja kuartal I/2026 juga ditopang oleh kuatnya momentum film lokal, khususnya selama periode libur Lebaran, dengan beragam judul dari berbagai genre yang menarik minat penonton. Antusiasme terhadap karya sineas Indonesia tidak hanya mendorong kinerja operasional, tetapi juga mempertegas potensi besar industri film nasional.

Pada periode tersebut, terdapat tujuh judul film nasional yang masing-masing berhasil mencatatkan lebih dari satu juta penonton, meningkat dibandingkan tiga judul pada kuartal I/2025.

“Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik. Cinema XXI berkomitmen menjadi rumah bagi film-film Indonesia berkualitas dan terus memperluas akses masyarakat terhadap konten lokal yang inspiratif,” tambah Suryo.

Sejalan dengan keputusan RUPST pada 6 April 2026, perseroan juga mengonfirmasi bahwa pembayaran sisa dividen tunai sebesar Rp7 per saham serta pendistribusian saham hasil pembelian kembali (treasury shares) kepada pemegang saham yang berhak telah dilaksanakan pada 28 April 2026.

“Capaian kinerja yang solid menjadi fondasi kami untuk terus memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya melalui pertumbuhan bisnis tetapi juga melalui imbal hasil yang konsisten bagi para investor,” tutup Suryo. (pa/jh. Foto: Dok CNMA)

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Tetap

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-susibidi sejak 4 Mei 2026. Kenaikan harga itu terjadi pada BBM jenis Dexlite, Pertamina Dex dan Pertamax Turbo. Sementara Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan harga.

Sebelumnya, Pertamina juga sudah menaikkan harga Dexlite, Pertamina Dex dan Pertamax Turbo pada 18 April 2026. Dengan penyesuaian terbaru, kini harga Dexlite naik Rp2.400 per liter menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex naik Rp4.000 per liter menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Turbo sebesar Rp500 per liter menjadi dibanderol Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara untuk harga Pertamax tertap bertahan di level Rp12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 tetap Rp12.900 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global. Penyesuaian ini mengacu pada mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Meski begitu, Pertamina memastikan kebijakan harga BBM ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Maka sebagian produk mengalami penyesuaian harga, sementara sebagian lainnya masih dipertahankan.

“Sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM non-subsidi, serta stabilitas nasional,” ungkapnya.

Sebagai informasi, besaran kenaikan harga BBM tersebut berlaku di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta dan Banten. Harga jual BBM Pertamina setiap daerah di Indonesia dapat berbeda-beda, tergantung dengan besaran pajak yang ditetapkan dan ongkos logistik ke wilayah tersebut.

Berikut daftar harga BBM non-subsidi Pertamina per 4 Mei 2026:

– Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter

– Pertamax Turbo (RON 98) : Rp19.900 per liter

– Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter

– Dexlite (CN 51): Rp26.000 per liter

– Pertamina Dex (CN 53): Rp27.900 per liter

Hotel di Bali Fokus ke Pasar Domestik

BusinessUpdate – Kinerja sektor perhotelan di Bali pada kaurtal I/2026 mengalami penurunan 10% dibandingkan pada kinerja kuartal IV/2025. Penurunan ini disebabkan oleh persilangan variabel eksternal dan internal. Kondisi ini memaksa para operator hotel untuk memutar kemudi strategi secara lebih lincah.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan pariwisata Bali sedang diuji oleh melambatnya arus kunjungan domestik serta kelesuan aktivitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Pengetatan anggaran pada institusi pemerintah dan entitas korporasi menjadi faktor pemicu utama di balik sunyinya ruang-ruang pertemuan yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi tulang punggung okupansi.

Selain itu, gejolak di Timur Tengah memberikan imbas yang tak terelakkan terhadap konektivitas udara global. Bali, sebagai destinasi yang sangat bergantung pada aksesibilitas penerbangan, mulai merasakan dampak nyata dari pembatalan dan perubahan rute perjalanan.

Pasar tradisional dari Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah mencatat penurunan signifikan. Data menunjukkan estimasi kemerosotan kunjungan dari wilayah-wilayah tersebut berada di kisaran 30% hingga 40% secara tahunan.

“Hotel yang lini bisnis utamanya bersandar pada wisatawan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat telah mencatat penurunan kinerja hingga 10%, jika dikomparasikan dengan kuartal IV tahun 2025,” ungkap Ferry, dikutip dari Kompas, Senin (4/5/2026).

Statistik dan Proyeksi Ferry menuturkan, meskipun dihantam ketidakpastian global, Bali tetap menjadi magnet investasi bagi aset hospitality kelas atas.

Ferry memprediksi, rata-rata Okupansi (AOR) diproyeksikan tumbuh perlahan di kisaran 62% hingga 66% sepanjang 2026. Tarif Kamar Rata-rata (ARR), bertahan di angka US$145 hingga US$155 atau sekitar Rp2,44 juta hingga Rp2,61 juta.

Stabilitas tarif ini didorong oleh segmen wisatawan mancanegara yang memiliki daya beli tinggi, meskipun jumlah mereka berkurang secara kuantitas.

Penurunan pada kuartal I/2026 juga dipengaruhi oleh periode Ramadan yang secara historis mereduksi mobilitas wisatawan domestik. Pada saat yang sama, Bali harus berkompetisi lebih ketat dengan destinasi di kawasan Asia Pasifik, Jepang dengan daya tarik Yen yang melemah membuat biaya perjalanan lebih kompetitif.

Kemudian Vietnam dengan kebijakan visa yang fleksibel dan harga yang lebih terjangkau di Da Nang serta Phu Quoc. Sementara Thailand & Korea Selatan, memiliki kekuatan budaya populer dan infrastruktur pariwisata yang agresif.

“Menghadapi potensi “perang harga” akibat kenaikan tarif penerbangan dan penurunan permintaan, operator hotel di Bali mulai mengadopsi kembali praktik operasional yang tangkas sebagaimana diterapkan pada masa pandemi,” papar Ferry.

Fokus dialihkan kepada segmen yang lebih resilien, yakni pasar Asia Pasifik dan wisatawan domestik yang masih memiliki minat tinggi terhadap destinasi gaya hidup.

“Ke depan, keberhasilan para pelaku industri akan bergantung pada kemampuan mereka dalam memitigasi isu lokal seperti kemacetan lalu lintas dan persaingan dari akomodasi alternatif (villa tidak teregistrasi), sembari terus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pernikahan internasional yang tak tertandingi,” tutup Ferry. (ip/jh. Foto: Do. Antara)

Tabungan SimPel Bank Mandiri Capai 966 Ribu Rekening dengan Saldo Rp354 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) mencapai 966.000 rekening per Maret 2026, atau tumbuh 12% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun, total saldo mencapai Rp354 miliar dengan rata-rata saldo Rp366.000 per rekening.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan, tabungan SimPel terhubung dengan program literasi keuangan yang aplikatif, jaringan sekolah mitra di berbagai wilayah Indonesia, serta pendekatan berbasis riset yang memastikan setiap inisiatif berjalan relevan, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami meyakini, literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing, sehingga melalui tabungan SimPel perseroan tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial secara berkelanjutan,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Ia melanjutkan, perseroan menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA untuk menjadi nasabah tabungan SimPel, dengan mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64%.

Secara wilayah, Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor terbesar, yang menandakan luasnya jangkauan dan dampak program ini di berbagai daerah. “Kami percaya bahwa literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Melalui Mandiri tabungan SimPel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa,” tambah Adhika.

Sebagai mitra strategis pemerintah, pihaknya memastikan bahwa setiap akses keuangan akan diiringi dengan peningkatan literasi.

Sepanjang 2025, perseroan telah menyelenggarakan program literasi keuangan di Universitas Musamus, Merauke, dan Universitas Negeri Gorontalo, yang menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa.

Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” telah menyentuh hampir 10.000 peserta lintas jenjang pendidikan dengan peningkatan pemahaman mencapai 47%, yang menegaskan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan berbasis pengukuran.

Selain itu, perseroan memperkuat kontribusi dengan melakukan renovasi terhadap 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, yang mencakup perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dinding, pengecatan ruang kelas dan fasilitas umum, perbaikan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi.

Kemudian, perseroan turut menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah sebagai upaya mendorong minat literasi sejak dini di lingkungan pendidikan, serta menyalurkan 267 beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia, dan distribusi perlengkapan sekolah bagi pelajar.

Periode Desember 2025-Maret 2026, lebih dari 26.000 paket tas sekolah telah disalurkan, termasuk untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, serta distribusi di cakupan wilayah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara.

Selanjutnya, bertepatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, perseroan menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region, yang memperluas dampak dukungan terhadap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.

“Bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih terarah, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan,” tutup Adhika. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Proyek Pabrik Tuban Tuntas SIG Perluas Pasar Ekspor

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik perluasan pasar ekspor setelah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur senilai Rp1,4 triliun.

Dengan selesainya dermaga dan fasilitas produksi di pabrik Tuban, SIG kelebihan kapasitas produksi di pasar domestik. Untuk itu, perseroan akan melakukan ekspansi ke pasar global.

“Selain memperluas penetrasi pasar ekspor bernilai tinggi, keunggulan portofolio ini juga memperkuat posisi SIG di kancah industri global,” kata Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Penyelesaian proyek tersebut ditandai dengan diterbitkannya Taking Over Certificate (TOC), yang menyatakan proyek secara substansial dapat diterima berdasarkan hasil pengujian pekerjaan.

SIG menyatakan, infrastruktur dan sistem pada proyek tersebut telah memenuhi standar teknis, keselamatan, serta kesiapan operasional yang disyaratkan. Pengembangan fasilitas di Tuban dirancang untuk memenuhi permintaan ekspor semen tipe khusus dengan spesifikasi berkelas internasional.

Fasilitas itu mencakup peningkatan kapasitas dermaga dari 15.000 deadweight tonnage (DWT) menjadi 50.000 DWT, pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terintegrasi dengan fasilitas eksisting, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam.

Perseroan juga membangun sistem logistik terintegrasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, serta fasilitas penyimpanan modern berupa blending silo berkapasitas 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, dan dua cement silo berkapasitas masing-masing 18.000 ton.

Dengan infrastruktur tersebut, fasilitas di Tuban mampu mendukung kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun. Proyek itu merupakan bagian dari kerja sama strategis SIG melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation, serta melibatkan PT Hutama Karya sebagai kontraktor.

SIG optimistis kesiapan infrastruktur dan dukungan kemitraan global dapat meningkatkan kontribusi ekspor sebagai motor pertumbuhan baru, serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri konstruksi dunia. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)

Hoi Fu Paper Bangun Pabrik di Kendal, Serap 1.000 Tenaga Kerja

BusinessUpdate – Pabrik kemasan PT Hoi Fu Paper Packaging membangun pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, dengan nilai investasi senilai Rp1,12 triliun. Perusahaan ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja, dengan komposisi sekitar 95% tenaga kerja lokal.

Penyerapan tenaga kerja akan direalisasikan secara bertahap dalam tiga fase, yakni 300, 500, dan 200 pekerja. “Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan UMKM,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Hingga triwulan I/2026, kawasan ini telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang.

Capaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9% secara tahunan (yoy) serta memberikan kontribusi 24,33% terhadap total PDRB daerah.

“Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Susiwijono.

Dari sisi efisiensi, ICOR Kabupaten Kendal tercatat sebesar 3,92, mencerminkan bahwa investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi yang optimal.

Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan realisasi investasi Kabupaten Kendal menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan ini, Sesmenko Susiwijono yang juga Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK menjelaskan rencana ekspansi KEK Kendal serta pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Rencana ekspansi 1.000 hektar dilakukan karena utilisasi lahan KEK Kendal sudah hampir mencapai 100%. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta kementerian/lembaga di tingkat pusat agar proses ekspansi dan pengembangan kawasan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang turut menghadiri acara groundbreaking, Sabtu (2/5/2026), menyampaikan Kabupaten Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi.

Hal ini ditunjukkan dengan KEK Kendal yang terus menyerap lebih banyak investasi. “Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging ini dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya. (pa/jh. Foto: Dok. Dewan nasional KEK)

Tagih Utang Pakai Damkar, TIN Dicopot dari Keanggotaan AFPI

BusinessUpdate – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memroses pemberhentian keanggotaan PT Teknologi Internasional Nusantara (PT TIN) yang dinilai melanggar peraturan AFPI usai melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penagihan utang kepada nasabah.

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar menyatakan pihaknya telah menelusuri kronologi laporan fiktif yang diterima Damkar Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam rangkaian aktivitas penagihan oleh oknum agen PT TIN serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kasus tersebut.

“AFPI tidak menoleransi segala bentuk penagihan yang mengandung intimidasi, ancaman, pelecehan, penyalahgunaan fasilitas publik, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan etika dan ketentuan yang berlaku,” ujar Entjik S. Djafar dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran, ia menuturkan bahwa PT TIN merupakan perusahaan jasa penagihan pihak ketiga yang dipekerjakan oleh PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) untuk mendukung proses penagihan kepada nasabah.

Dalam konteks tersebut, PT TIN menjalankan fungsi operasional penagihan sebagai mitra eksternal dari Indosaku. Kedua perusahaan merupakan anggota AFPI.

AFPI telah memulai proses pemberhentian keanggotaan PT TIN sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena dinilai telah melanggar Peraturan AFPI tentang larangan melakukan penagihan tidak beretika sesuai Pedoman Perilaku (Code of Conduct) AFPI.

Asosiasi juga tengah mengambil langkah yang diperlukan terhadap Indosaku, sebagai platform penyelenggara yang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, melalui mekanisme etik dan pembinaan yang berlaku.

Entjik mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memperkuat tata kelola penagihan di industri, termasuk terhadap anggota penyedia jasa penagihan, penguatan implementasi Pedoman Perilaku, serta peningkatan aspek sertifikasi, kepatuhan, dan pengawasan lapangan.

Asosiasi juga tengah melakukan peninjauan ulang menyeluruh atas tata kelola penggunaan mitra penagihan di lingkungan anggota, termasuk aspek sertifikasi kompetensi, kepatuhan, dan pengawasan lapangan.

Pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga standard perlindungan konsumen dan mendorong seluruh anggota untuk menerapkan tata cara penagihan yang berlandaskan ketentuan regulator, termasuk Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, serta Pedoman Perilaku AFPI.

“Kami juga berterima kasih atas peran aktif masyarakat yang membantu mengawasi industri ini. Kritik, masukan, dan laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat untuk terus menggunakan kanal pengaduan resmi AFPI apabila menemukan dugaan pelanggaran,” imbuh Entjik.

Sebagai informasi, pada Kamis (23/4/2026) sore, seorang pelaku yang diduga merupakan debt collector pindar memberikan laporan kejadian kebakaran palsu atau “prank” kepada Damkar Kota Semarang.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono menuturkan, terdapat laporan masuk melalui call center Damkar mengenai adanya kebakaran di sebuah warung nasi goreng.

Setelah dilakukan penelusuran, pemilik warung menduga bahwa laporan tersebut merupakan ulah debt collector atau penagih utang yang hendak menekan dirinya. “Kami konfirmasi ke pemilik warung. Dia menyebut laporan itu dibuat oleh debt collector pinjol untuk menakut-nakuti karena persoalan utang pinjaman online,” kata Tantri.

Damkar Kota Semarang pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pelaku “prank” kepada kepolisian. Pada Sabtu (25/4/2026), pelaku akhirnya mendatangi Kantor Dinas Kebakaran Kota Semarang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Meski secara pribadi telah menerima permohonan maaf pelaku, Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang Ade Bhakti menekankan bahwa keputusan untuk mencabut atau melanjutkan laporan ada di tangan pimpinan institusi. (rn/jh. Foto: Dok. AFPI)