Home Blog Page 36

Mengenal Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya

BusinessUpdate – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet pada Senin (14/9/2026). Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 yang mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.

Suahasil merupakan ekonom, akademisi, dan pejabat publik yang dipercaya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024. Dalam jabatannya, Suahasil membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan.

Suahasil lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science dari Cornell University pada 1997. Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi pada 2003.

Ia mengawali karier dari dunia akademik sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Pada 2009, ia memperoleh gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi.

Di lingkungan FEB UI, Suahasil pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005. Kemudian, menjadi Kepala Lembaga Demografi FEB UI pada 2005-2008 dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Selain berkarier di dunia akademik, Suahasil terlibat dalam berbagai lembaga dan kegiatan kebijakan publik. Pada 2009-2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada 2009-2015. Pada periode 2010-2015, Suahasil menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia.

Suahasil juga tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013-2014. Selain itu, ia pernah aktif sebagai pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Karier Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan makin menguat ketika pada 6 Februari 2015 ia mulai menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Pada 31 Oktober 2016, Menteri Keuangan melantiknya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal definitif. Suahasil kemudian memimpin BKF hingga Oktober 2019.

Setelah memimpin BKF, Suahasil mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan. Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kariernya sebagai Wakil Menteri Keuangan kemudian berlanjut pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 21 Oktober 2024, Suahasil kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Hingga September 2026, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan bersama Juda Agung, yang dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 5 Februari 2026.

Suahasil merupakan Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. (pa/jh. Foto: Dok. Sekretariet Presiden)

Laba Bersih INET Semester I/2026 Melonjak 346,75 Persen

BusinessUpdate – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pendapatan neto sebesar Rp926,45 miliar pada semester I/2026 yang berakhir 30 Juni 2026. Angka ini meningkat 1.958,68% dibandingkan Rp45,00 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, laba bruto INET mencapai Rp122,11 miliar pada perideo ini. Capaian tersebut tumbuh 627,53% dibandingkan Rp16,78 miliar pada semester I/2025.

INET juga mencatat laba usaha sebesar Rp71,36 miliar, melonjak 620,84% dibandingkan Rp9,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima, Muhammad Arif, mengatakan kinerja keuangan semester I/2026 mencerminkan penguatan skala usaha Perseroan.

“Kinerja semester I/2026 menunjukkan bahwa INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha menjadi dasar penting bagi Perseroan untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Dari sisi laba bersih, INET membukukan laba periode berjalan sebesar Rp34,21 miliar. Jumlah tersebut meningkat 346,75% dibandingkan Rp7,66 miliar pada semester I/2025. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp33,67 miliar.

Angka ini tumbuh 340,02% dibandingkan Rp7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Arif, pertumbuhan laba menjadi indikator penting bagi Perseroan dalam menjaga kualitas kinerja keuangan.

“Kami terus menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan dengan pengendalian beban dan penguatan profitabilitas. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan agar kinerja keuangan INET dapat memberi nilai yang lebih baik bagi pemegang saham,” papar Arif.

Dari sisi posisi keuangan, total aset INET mencapai Rp6,11 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 703,69% dibandingkan Rp760,37 miliar pada 31 Desember 2025. Jumlah ekuitas perseroan juga naik menjadi Rp3,81 triliun per 30 Juni 2026. Posisi ini meningkat 787,42% dibandingkan Rp429,21 miliar pada akhir 2025.

Kas dan setara kas INET tercatat sebesar Rp4,34 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah itu naik 972,32% dibandingkan Rp404,44 miliar pada 31 Desember 2025. Sementara, laba per saham dasar INET tercatat sebesar Rp3,13 pada semester I/2026, meningkat 209,90% dibandingkan Rp1,01 pada periode yang sama tahun sebelumnya. (rn/jh. Foto: Dok. Kontan)

Industri Keramik Keluhkan Pemangkasan Pasokan Gas Jadi 80 Persen

BusinessUpdate – Pelaku industri pengguna gas bumi kembali menyoroti persoalan pasokan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di Jawa Bagian Barat yang dinilai belum sesuai alokasi pemerintah. Pembatasan penggunaan gas itu berpotensi menekan utilisasi dan daya saing industri nasional.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus mengatakan, realisasi pasokan gas HGBT di Jawa Bagian Barat saat ini baru mencapai sekitar 88-90% dari alokasi yang ditetapkan dalam Kepmen ESDM Nomor 281.K/2026.

Bukan hanya soal volume tetapi industri juga harus membayar harga lebih tinggi untuk kebutuhan gas di atas realisasi pasokan. Pada Agustus, hanya 40% yang dikenakan US$13 per MMBTU, sedangkan 60% membayar dengan harga US$15,6 per MMBTU.

Pada September 2026, persoalan kembali muncul setelah PGN menyampaikan surat kepada pelanggan di Jawa Bagian Barat terkait pembatasan pasokan HGBT hingga 80% dari volume kontrak minimum dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Menurut Yustinus, kebijakan tersebut berpotensi membuat utilisasi industri ikut tertekan karena gas bumi merupakan sumber energi utama yang sulit digantikan dalam sejumlah sektor manufaktur.

“Utilisasi industri akhirnya dikekang hanya 80%,” ujar Yustinus lewat keterangan pers, Senin (14/9/2026). Dampak pembatasan pasokan juga mulai dirasakan industri keramik. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyebut sedikitnya enam perusahaan telah mulai menutup line produksi di bulan September 2026 akibat keterbatasan pasokan gas.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menilai, kondisi tersebut juga diperparah kenaikan harga gas industri. Harga gas HGBT yang sebelumnya sekitar US$8 per MMBTU naik menjadi sekitar US$9 per MMBTU atau meningkat sekitar 12%. “Beberapa industri keramik terpaksa mulai mematikan line produksi di bulan September ini karena tidak mampu berproduksi dengan kuota harian gas PGN,” ujar Edy dikutip dari Kompas.

Menurut Edy, kondisi itu dapat mengganggu daya saing industri keramik nasional sekaligus menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha yang telah menyiapkan investasi. Padahal, industri keramik masih memiliki rencana ekspansi kapasitas yang cukup besar.

Pada 2026, terdapat tambahan kapasitas sekitar 38 juta meter persegi, sehingga kapasitas terpasang nasional meningkat dari 648 juta meter persegi pada 2025 menjadi 686 juta meter persegi. Tambahan kapasitas sekitar 72 juta meter persegi per tahun juga diproyeksikan masuk pada 2027 hingga semester I/2028.

Dengan demikian, kapasitas terpasang industri keramik diperkirakan mencapai 758 juta meter persegi. Ekspansi tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp12 triliun dan berpotensi menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja. “Bagaimana industri keramik mau tumbuh kalau pasokan gas harus dibatasi, bagaimana PMI manufaktur bisa tumbuh ekspansi,” keluhnya.

Pelaku industri berharap alokasi HGBT yang telah ditetapkan pemerintah dalam Kepmen ESDM Nomor 281.K/2026 dapat direalisasikan secara penuh. Kepastian pasokan dan harga gas dinilai penting agar industri dapat menjaga kapasitas produksi, daya saing, serta memenuhi komitmen kepada pasar domestik maupun ekspor. (ip/jh. Foto: Dok. Roman)

BSI Targetkan Gelar 2.000 Lelang, Kesempatan Dapatkan Aset Bagus

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pelaksanaan 2.000 frekuensi lelang melalui Program Gebyar Lelang Serentak (GREAT) BSI 2026 sebagai bagian dari upaya strategis dalam melakukan pemulihan (recovery) aset dan perbaikan kualitas pembiayaan.

Program GREAT BSI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai aset dengan proses lelang yang transparan serta didukung sinergi dengan instansi pemerintah terkait.

“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan momen terbaik dalam mendapatkan aset terbaik,” kata SEVP Retail & Consumer Risk BSI Firman Jatnika dalam keterangan di Jakarta, Senin (14/9/2026). Aset yang ditawarkan dalam GREAT BSI 2026 memiliki jenis yang beragam antara lain rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen dan gudang.

Dalam pelaksanaannya, BSI melibatkan tim marketing aset lelang di seluruh Indonesia serta melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan/Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan Kantor Pertanahan Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di berbagai wilayah.

Program berlangsung pada 9 September hingga 12 Desember 2026. Pada pelaksanaan GREAT BSI 2026 juga digelar live lelang di sejumlah kota yaitu Banda Aceh, Jakarta, Bogor, Batam, Banten, Tangerang, Meulaboh dan Bandung Kota bekerja sama dengan DJKN Kementerian Keuangan serta Kementerian ATR/BPN.

Sinergi berkelanjutan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses lelang sekaligus memberikan kepastian dan keamanan kepada masyarakat yang mengikuti lelang.

Adapunl, kinerja pembiayaan BSI tumbuh solid dan sehat. Kualitas pembiayaan atau NPF berada pada level 1,80% per Juni 2026, membaik dibandingkan posisi sebelumnya 1,88%.

Firman menjelaskan masyarakat yang berminat mengikuti program lelang dapat melakukan tiga tahapan utama. Pertama, memilih aset yang diminati melalui kanal informasi lelang BSI. Kedua, menghubungi petugas BSI pengelola aset melalui nomor kontak yang tercantum pada informasi aset. Ketiga, mengikuti proses lelang objek agunan BSI melalui mekanisme lelang resmi DJKN/KPKNL.

Masyarakat juga diminta untuk selalu mengecek informasi resmi hanya melalui BSI dan tetap mewaspadai oknum-oknum yang mengatasnamakan BSI. “BSI mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi dan proses lelang dilakukan melalui kanal resmi BSI dan mekanisme lelang DJKN/KPKNL, serta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BSI,” kata Firman.

Pada tahun ini, BSI juga memperkuat kolaborasi dengan agen properti, balai lelang swasta yang telah menjadi rekanan BSI, serta marketplace properti seperti Rumah123 serta berbagai e-channel seperti website www.bankbsi.co.id, BYOND by BSI, ATM BSI, media sosial BSI, media informasi online, serta media publikasi di jaringan cabang.

Melalui GREAT BSI 2026, perseroan berharap pemulihan aset dapat terus meningkat sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh aset yang dibutuhkan dengan proses yang transparan, aman dan kompetitif. Program ini sekaligus diharapkan memperkuat sinergi berkelanjutan antara BSI, DJKN dan Kementerian ATR/BPN serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Terapkan GRC Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan

BusinessUpdate – PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penerapan tata kelola, pengelolaan risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC) di seluruh lini organisasi guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dian menegaaskan, penerapan GRC yang efektif perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis, bukan hanya sebagai fungsi pengawasan maupun pelaporan. Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan proses bisnis menjadi penting untuk memastikan setiap keputusan perusahaan dilakukan secara prudent sekaligus mampu merespons dinamika dan peluang bisnis.

“GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” jelasnya.

Bagi Brantas Abipraya, penguatan GRC juga menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan dengan pengelolaan risiko yang baik dan tetap berada dalam koridor tata kelola serta kepatuhan.

Pendekatan ini mendorong GRC untuk tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga memberikan perspektif dalam menentukan arah dan kualitas keputusan bisnis.

“Melalui penerapan GRC yang konsisten, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, dan memastikan kepatuhan menjadi bagian dari budaya perusahaan,” ujarnya.

Atas penerapan GRC, Brantas Abipraya meraih empat penghargaan di ajang TOP GRC Awards 2026 yaitu #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero), The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Agung Fajawanto selaku Direktur Utama, The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Suradi selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero).

Menurut Dian, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas penerapan GRC Brantas Abipraya yang didukung sistem dan infrastruktur GRC serta implementasi Good Corporate Governance (GCG), Risk Management, dan Compliance Management dalam mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. (rn/jh. Foto: Dok. Brantas Abipraya)

Jasa Raharja Siapkan Santunan bagi Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8

BusinessUpdate – PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Asuransi Jasaraharja Putera menyiapkan santunan gabungan sebesar Rp70 juta per korban bagi ahli waris sah penumpang umum KM Virgo Transport 8 yang terdaftar dalam manifes dan terverifikasi meninggal dunia.

Santunan itu terdiri atas Rp50 juta dari Jasa Raharja dan perlindungan tambahan Rp20 juta dari Jasaraharja Putera melalui skema Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut (ATJP) setelah kapal dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Terkai dengan kecelakaan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi dan Direktur Teknik PT Asuransi Jasaraharja Putera Suhardiman meninjau Posko Koordinasi Penanganan Musibah di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendataan dan verifikasi korban serta pelayanan santunan dan klaim bagi penumpang, awak kapal, maupun pemilik kendaraan dan barang berjalan sesuai ketentuan.

Awaluddin mengatakan Jasa Raharja terus mengikuti perkembangan operasi pencarian dan pertolongan serta berkoordinasi dengan posko SAR, rumah sakit, kepolisian, dan pihak terkait lainnya.

Jasa Raharja menyatakan santunan Rp50 juta diberikan kepada ahli waris yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964. Korban luka memperoleh jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta yang dibayarkan langsung kepada rumah sakit.

Sementara itu, Jasaraharja Putera memberikan perlindungan tambahan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) Asuransi Tanggung
Jawab Pengangkut (ATJP) dengan PT Virgo Karya Shipping.

Perlindungan tersebut mencakup santunan Rp20 juta per orang bagi korban meninggal dunia atau cacat tetap serta biaya perawatan medis maksimal Rp10 juta per orang.

Skema ATJP juga mencakup jaminan atas kerusakan fisik terhadap 89 kendaraan yang terangkut KM Virgo Transport 8, dengan nilai pertanggungan Rp6 juta hingga Rp192 juta per unit sesuai klasifikasi kendaraan. Rentang pertanggungan itu berlaku untuk berbagai golongan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk tronton atau trailer.

Direktur Teknik PT Asuransi Jasaraharja Putera Suhardiman mengatakan tim perusahaan di Posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, melakukan verifikasi data untuk mendukung proses pemberian santunan serta penyelesaian klaim kendaraan dan barang. “Fokus utama saat ini adalah mendukung penuh upaya operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh pihak Basarnas,” ujar Suhardiman. (pa/jh. Foto: Dok. Jasa Raharja)

LRT Jabodebek Targetkan Layani 30 Juta Penumpang pada 2026

BusinessUpdate – LRT Jabodebek menargetkan mampu melayani lebih dari 30 juta penumpang hingga akhir 2026. Angkutan dengan teknologi canggih tanpa masinis ini beroperasi sejak 2023.

“Insya Allah jumlah 30 juta penumpang di akhir tahun nanti dapat tercapai karena hingga Agustus ini jumlah penumpang di angka 21, 81 juta penumpang,” kata Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Angka 21,81 juta hingga Agustus 2026 ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat pada tahun pertama beroperasi pada 023 LRT Jabodebek melayani 4,5 juta penumpang. Lalu pada tahun berikutnya, jumlah penumpang melonjak tajam hingga 21,06 juta penumpang.

Pada 2025 jumlah penumpang LRT Jabodebek tercatat mencapai 25,82 juta penumpang yang dilayani. “Bahkan saat ini okupansi di hari kerja sudah lebih dari 100%. Kami akan terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Pada tahun ini pihaknya ingin meningkatkan kualitas layanan kita agar lebih sempurna sehingga lebih baik. Mulai dengan menambahkan jadwal kereta pada peak season di pagi hari antara pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Di saat itu okupansi kereta mencapai 150% dan pihaknya akan menyisipkan kereta tambahan dalam melayani jam padat tersebut.

Selain itu, pihaknya akan mengintegrasikan LRT Jabodebek dengan kereta cepat agar kereta dari Dukuh Atas sampai di Stasiun KCIC Halim sebelum kereta api pertama berangkat. “Ini merupakan aspirasi dari masyarakat yang coba kita terapkan dalam meningkatkan kualitas layanan,” lanjutnya.

Kemudian sejumlah pelayanan akan ditingkatkan, baik penerangan, kehandalan eskalator hingga lift. Keluhan soal pendingin ruangan dan suhu panas di sejumlah stasiun akan diperbaiki. “Semua akan kami tingkatkan agar masyarakat semakin nyaman dan menjadikan stasiun LRT sebagai lokasi transit yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Pihaknya juga merilis layanan interaktif yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan keluhan kepada LRT Jabodebek sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan ditindaklanjuti dengan baik dlaam perayaan HUT ketiga LRT Jabodebek.

Sementara itu Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area II PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan perjuangan pembangunan LRT Jabodebek ini sangat berat. Pada 2017 PT KAI mendapatkan penugasan dan hingga saat ini berjalan dengan baik.

Ia bercerita bagaimana awalnya membangun dan saat ini LRT Jabodebek mampu mengangkut penumpang yang terus bertumbuh dan mampu memberikan manfaat kepada pengguna jasa kereta api. “Kami berharap jangan cepat berpuas diri dan terus konsisten melayani masyarakat karena ini merupakan penugasan negara,” katanya

Ia meminta manajemen LRT Jabodebek dan seluruh karyawan tidak cepat berpuas diri dan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Semua harus berkomitmen dan konsisten memberikan pelayanan terbaik . Jangan hanya semangat di awal tapi melempem di akhir. Semakin bertambah umur harus semakin meningkat pelayanan,” pesan Dadan. (ip/jh. Foto: Dok. LRT)

BNI Perluas Kolaborasi dengan Pelaku Industri Kecantikan

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperluas kolaborasi dengan pelaku industri kecantikan melalui dukungan terhadap pengembangan ekosistem Beyoutiful untuk memahami kebutuhan pelaku usaha di industri kecantikan sekaligus menghadirkan solusi finansial yang mendukung aktivitas transaksi, pengembangan bisnis, dan digitalisasi.

Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan, BNI ingin mengambil peran sebagai mitra finansial bagi pelaku usaha kecantikan dalam berbagai tahap pengembangan bisnis.

“Kami ingin menjadi mitra yang memahami kebutuhan bisnis dan menyediakan solusi yang relevan, sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Alexandra dalam siaran pers, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, dukungan BNI terhadap ekosistem industri kecantikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transaksi, tetapi juga mencakup pengembangan usaha dan digitalisasi. Hal tersebut sejalan dengan kolaborasi BNI bersama Beyoutiful yang diwujudkan melalui dukungan terhadap BNI Beyoutiful Symphony Festival (BSF) 2026.

Pendiri Beyoutiful Aesthetic, Teuku Adifitrian atau dr. Tompi, mengatakan, pengembangan ekosistem kecantikan membutuhkan kolaborasi antara berbagai pelaku industri. Menurut Tompi, BNI melihat potensi acara dan ekosistem Beyoutiful untuk terus berkembang. Hal itu membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua pihak.

Ia menjelaskan, Beyoutiful tidak hanya berfokus pada layanan kecantikan, tetapi juga ingin membangun ekosistem beauty yang lebih holistik. “Intinya kami ingin masyarakat mendapat informasi yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu, sekaligus membangun ekosistem beauty secara lebih holistik,” terang Tompi.

Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi BNI untuk semakin memahami kebutuhan pelaku usaha kecantikan, baik dalam aktivitas transaksi maupun pengembangan bisnis. Di sisi lain, pelaku industri kecantikan memperoleh peluang untuk terhubung dengan layanan finansial yang mendukung kebutuhan usaha mereka.

Melalui kolaborasi dengan BNI, pengembangan ekosistem tersebut juga mencakup peluang pemanfaatan layanan finansial untuk mendukung aktivitas pelaku usaha dan konsumen.

Tompi mengatakan, BNI BSF 2026 dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan estetika berbasis keilmuan. Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan berbagai pelaku industri kecantikan, mulai dari dokter, praktisi, hingga penyedia layanan dan produk kecantikan.

Dalam kolaborasi ini, BNI menghadirkan sejumlah program finansial yang menghubungkan kebutuhan transaksi konsumen dengan layanan perbankan. Program tersebut mencakup penggunaan kartu debit dan kartu kredit BNI tertentu serta QRIS wondr by BNI untuk transaksi selama festival.

Selain mendukung aktivitas transaksi, BNI juga menyediakan program yang berkaitan dengan cicilan dan reward bagi nasabah. Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari upaya BNI menghubungkan kebutuhan transaksi konsumen dengan layanan finansial yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pengunjung festival.

Rangkaian BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 berlangsung di Main Atrium Senayan City, Jakarta, pada 11–13 September 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, festival ini mengusung tema “Bring Nature To You” dan menghadirkan lebih dari 35 dokter serta praktisi lintas disiplin. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)

Pertamina Trans Kontinental Kembangkan Kapal Ramah Lingkungan

BusinessUpdate – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat pengembangan kapal ramah lingkungan melalui modernisasi, digitalisasi, dan inovasi teknologi guna meningkatkan daya saing serta mendukung industri maritim nasional berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala dalam syukuran HUT ke-57 PTK di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Harris menyampaikan selama 57 tahun beroperasi, PTK telah berkembang menjadi penyedia layanan maritim terintegrasi. “Kami akan perkuat operational excellence dengan modernisasi, digitalisasi dan kapal penunjang ramah lingkungan (green supporting vessel),” ujarnya.

PTK didirikan pada tahun 1969 sebagai Anak Usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama PT Pertamina Tongkang sebagai jasa kapal pandu tunda. Hingga 1991, perusahaan mendirikan beberapa anak usaha untuk mendukung layanan maritim. “Pada tahun 2011, nama PT Pertamina Tongkang berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental,” ujarnya.

Hingga kini, pengembangan bisnis telah terintegrasi pada layanan penunjang kemaritiman, mencakup penyediaan dan operasional armada kapal penunjang (support vessel), pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service) dan pangkalan logistik pesisir (shorebase) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

Ia menuturkan era kapal ramah lingkungan di PTK dimulai 2019, melalui kapal Transko Rajawali yang merupakan kapal tunda (harbour tug) berbahan bakar ganda (dual-fuel) pertama di Indonesia.

“Berukuran panjang 34 meter, kapal ini menggunakan bahan bakar solar dan liquefaction natural gas (LNG), sehingga lebih ramah lingkungan dan rendah emisi,” bebernya.

PTK juga memperluas penggunaan bahan bakar hijau pada kapal penunjang lainnya, utility boat dan crew boat. Salah satunya, pada 11 Juni 2026, PTK berhasil melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303.

Inovasi hijau itu diklaim mampu memangkas emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun, sekaligus menekan ketergantungan armada logistik laut terhadap konsumsi bahan bakar diesel (solar).

Selain memperluas penggunaan panel surya, PTK juga menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 sebagai bagian dari pengembangan teknologi pendukung green shipping.

Harris menambahkan, saat ini perusahaan itu memiliki 370 kapal milik dan menyewa sekitar 82 unit kapal lainnya. PTK berencana menambah kapal baru sebagai upaya peremajaan dan modernisasi, termasuk untuk kapal eksisting guna terus meningkatkan kemampuan operasional, sekaligus layanan excellence bagi pelanggan.

Perusahaan terus menjaga kualitas layanan dengan peremajaan serta modernisasi aset-asetnya. Kemudian digitalisasi operasi, di mana saat ini PTK sudah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja. “Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan,” jelas Harris.

Harris berharap, rencana tersebut didukung oleh seluruh pihak termasuk pemegang saham, manajemen, perwira pekerja PTK, serta pemangku kepentingan terkait untuk mendukung upaya tersebut. (rn/jh. Foto: Dok. PTK)

Kenang Nasirun Galeri Nasional Gelar Pameran Sampai 11 Oktober 2026

BusinessUpdate – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon membuka pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Pameran tersebut digelar untuk mengenang Nasirun yang berpulang pada 1 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, ia berharap sosok dan perjalanan maestro seni rupa Indonesia Nasirun dapat menginspirasi lahirnya “Nasirun-Nasirun” baru dari generasi muda melalui proses pewarisan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai dalam berkesenian.

“Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru. Karena beliau juga orang yang sangat berdedikasi untuk membagikan pengalamannya, ilmunya kepada generasi muda,” kata Fadli.

Menurutnya, Nasirun tidak hanya dikenal melalui pencapaian estetika dan artistiknya, tetapi juga melalui dedikasinya dalam membagikan pengetahuan kepada generasi muda.

Ia mencontohkan keterlibatan Nasirun sebagai guru dalam program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan pada 2025. Dalam program tersebut, sebanyak 10 siswa yang terpilih melalui audisi tinggal di tempat Nasirun untuk belajar bersama sang maestro sekaligus menghasilkan karya.

“Jadi ada 10 orang siswa yang terpilih melalui audisi dan tinggal di tempat Mas Nasirun, kemudian belajar bersama Nasirun, tinggal bersama Nasirun dan juga melahirkan karya-karya,” ujar Fadli. Menbud menilai pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para perupa muda untuk mengembangkan karya dengan kedalaman yang mereka miliki.

Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” juga memperlihatkan sisi lain dari perjalanan artistik Nasirun, yakni penghormatannya terhadap para guru.

Pameran mempertemukan karya Nasirun dengan karya sejumlah seniman yang disebut sebagai gurunya, termasuk Abas Alibasyah, Affandi, Ahmad Sadali, Amang Rachman Jubair, Amri Yahya, Bagong Kussudiardja, Djoko Pekik, Edhi Soenarso, Fadjar Sidik, Harijadi Sumadidjaja, Hendra Gunawan, Jeihan Sukmantoro, Kusnadi, Oesman Effendi, S. Sudjojono, Widayat, dan Zaini.

Fadli mengatakan dirinya mengenal Nasirun sejak belasan tahun lalu dan mengetahui bagaimana Nasirun selalu menghormati para gurunya. Bahkan, Nasirun membuat museum di seberang rumahnya yang berisi karya-karya para guru tersebut.

Ia mengatakan pameran tersebut menunjukkan bagaimana Nasirun mengolah tradisi, budaya, spiritualitas, realitas kehidupan sehari-hari, dan modernitas ke dalam karya melalui berbagai medium, baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

Bagi Fadli, praktik tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak terlepas dari proses belajar, menafsirkan, dan meneruskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Adapun pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” berlangsung pada 13 September hingga 11 Oktober 2026. Pameran tersebut menjadi pameran terakhir sebelum Galeri Nasional Indonesia direvitalisasi. (ip/jh. Foto: Dok. X Fadli Zon)