Home Blog Page 37

Strategi Semen Indonesia Hadapi Perlambatan Industri Semen

BusinessUpdate – Untuk menjaga pertumbuhan di tengah perlambatan industri semen sepanjang 2025, 5PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menjalankan tiga strategi yang menitikberatkan pada peningkatan daya saing, pangsa pasar, dan profitabilitas.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, manajemen menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. ”Transformasi bisnis berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” kata Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Permintaan semen domestik sepanjang 2025 tercatat turun 1,5% secara tahunan. Kondisi ini ikut menekan penjualan domestik SIG. Meski begitu, SIG mencatat volume penjualan mencapai 37,93 juta ton sepanjang 2025.

Kinerja mulai membaik pada akhir tahun. Volume penjualan pada kuartal IV/2025 mencapai 10,47 juta ton. Angka ini mendorong pertumbuhan total volume penjualan sebesar 1,1% secara tahunan. “Capaian ini membuktikan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi,” ujarnya.

Tren perbaikan terlihat sejak semester II/2025. Penjualan meningkat dari kuartal III ke kuartal IV. Penjualan semen kantong menjadi salah satu penopang utama. Pada kuartal IV/2025, segmen ini tumbuh 5,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini melampaui pasar yang hanya naik 2%.

Ekspor juga menjadi penopang penting. Volume ekspor meningkat 14,9% secara tahunan (yoy) hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Dua bulan pertama tahun ini mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 9,7%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen semen kantong yang naik 14,6%. Indrieffouny menyebut capaian awal tahun ini menjadi modal untuk menghadapi 2026.

Perusahaan akan melanjutkan transformasi secara konsisten. Fokus strategi meliputi penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan bisnis turunan dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola.

”Kami yakin SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. SMGR)

InJourney Airports Pastikan Kesiapan 19 Bandara untuk Layanan Haji 2026

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kesiapan layanan di 19 bandara keberangkatan 205.333 calon jamaah haji dari tanah air ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

“Kesiapan operasional bandara baik fasilitas dan personel untuk memastikan pergerakan pesawat dan jamaah haji di seluruh bandara embarkasi haji dan haji antara sudah siap, dan tetap melakukan koordinasi yang berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi dalam keterangan tertulis di Tangerang, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan seluruh bandara embarkasi haji dan bandara haji dipastikan sudah siap melayani keberangkatan jamaah. Seluruh infrastruktur di sisi udara seperti runway, taxiway dan apron akan mendukung operasional pesawat berbadan lebar atau wide body seperti Boeing 777 dan Airbus A330 untuk penerbangan haji.

Untuk layanan tahun 2026 sebanyak 14 bandara yang dikelola InJourney ditetapkan pemerintah menjadi embarkasi haji untuk melayani keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci. Sementara itu, 5 bandara menjadi embarkasi haji antara atau tempat keberangkatan jamaah haji dari kota asal ke bandara embarkasi.

Bandara Internasional Yogyakarta secara perdana ditetapkan menjadi embarkasi haji sebagai layanan keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci. “Bandara Internasional Yogyakarta sejak beroperasi pada 2019 untuk kali pertama pada 2026 melayani keberangkatan jamaah haji ke Jeddah dan Madinah,” ujarnya.

Bandara Yogyakarta memiliki runway berdimensi 3.250 x 45 meter yang mendukung penerbangan haji oleh Garuda Indonesia menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) Airbus A330.

Selengkapnya, 14 bandara yang ditetapkan sebagai embarkasi haji adalah Bandara Internasional Yogyakarta, Soekarno-Hatta Tangerang, Juanda Surabaya, Adi Soemarmo Solo, Kertajati Majalengka, Sultan Hasanuddin Makassar, Hang Nadim Batam, Syamsuddin Noor Banjarmasin, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kualanamu Deli Serdang, SAMS Sepinggan Balikpapan, Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Sultan Iskandar Muda Aceh dan Minangkabau Padang.

Sementara itu, bandara yang menjadi embarkasi haji antara adalah Fatmawati Soekarno Bengkulu, Radin Inten II Lampung, Depati Amir Pangkalpinang, Sultan Thaha Jambi dan Pattimura Ambon.

Pada penyelenggaraan angkutan haji tahun ini jumlah bandara dengan fasilitas Mecca Route dari Arab Saudi juga bertambah menjadi empat bandara, yakni ada di Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda dan Bandara Adi Soemarmo.

“Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pertama kalinya tersedia Mecca Route yang merupakan layanan keimigrasian Arab Saudi. InJourney Airports mendukung penuh fasilitas ini dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk Mecca Route,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. InJourney Airports)

KAI Tegaskan Lahan di Tanah Abang Milik Perseroan

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan lahan di Tanah Abang adalah milik mereka berdasarkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 17 dan Nomor 18 yang terbit pada 2008.

Sementara itu, seorang ahli waris bernama Sulaiman Effendi juga mengklaim tanah di HPL yang dipegang PT KAI. Sulaiman Effendi kemudian memberikan mandat kepada ormas GRIB Jaya pimpinan Rosario Marshal atau Hercules untuk menjaga lahan itu.

Kedua belah pihak sama-sama mengklaim kepemilikan lahan di dekat kawasan stasiun dan Pasar Tanah Abang tersebut. Ada pun luas lahan di Tanah Abang yang menjadi sengketa ini adalah 4,3 hektar yang terbagi ke 3 lokasi. Lokasi pertama seluas 1,3 hektar yang kini dikenal sebagai lokasi Pasar Tasik. Kemudian dua lokasi lainnya merupakan dua tanah berhimpitan atau disebut dengan tanah bongkaran.

Dasar kepemilikan yang dipegang Sulaiman Effendi dan GRIB Jaya adalah dokumen Eigendom Verponding nomor 946 tahun 1923 atas nama Ilias Rajo Mentari.

Ketua Satgas Anti-Mafia Tanah yang juga selaku Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Brigjen Pol Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya sudah meneliti dokumen kepemilikan lahan di Tanah Abang.

Pihaknya menyimpulkan, bahwa berdasarkan penelitian dari pihak BPN menjelaskan tanah yang saat ini di Tanah Abang itu tercatat di BPN sebagai aset negara dan juga sudah tercatat di Kementerian Keuangan juga sebagai aset.

“Oleh karena itu, kami sebagai aparatur pemerintah tentunya akan mempertahankan aset ini sekuat dan semampu kami,” kata Hendra, dikutip dari siaran pers Kementerian PKP, Minggu (19/4/2026). Satgas Mafia Tanah berupaya menjaga aset-aset negara bisa dikelola semaksimal mungkin guna mendukung program pemerintah.

Bila kemudian aset-aset negara itu masuk dalam sengketa hukum dan ditemukan unsur tindak pidana, maka Satgas Mafia Tanah meminta penyelesaian dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum.

“Terkait dengan apabila nanti ditemukan ada unsur-unsur pidana di dalamnya, maka kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan aparatur penegak hukum lainnya,” ucap Hendra.

Sebelumnya, kubu Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), Rosario de Marshal alias Hercules, menyampaikan sikapnya terkait sengketa lahan Tanah Abang. Sebagai informasi saja, GRIB Jaya saat ini menjadi pengelola lahan sengketa itu karena diberikan mandat oleh ahli waris atas nama Sulaiman Effendi.

Mereka mengklaim memegang dokumen kepemilikan atas lahan di dekat Stasiun Tanah Abang itu berupa Eigendom Verponding nomor 946 tahun 1923 atas nama Ilias Rajo Mentari. Wakil Kepala Bidang Hukum dan Advokasi GRIB Jaya dan Ahli Waris, Wilson Collin, mengungkapkan pihaknya keberatan dituding menduduki lahan itu secara ilegal.

Ia menegaskan, dalam perkara sengketa lahan Tanah Abang, pihak ahli waris Sulaiman Effendi yang memegang Eigendom Verponding, tidak pernah sekalipun menjual lahan tersebut ke pihak PT KAI. “Tidak pernah dilepas, kalau sudah dilepas berarti kami menduduki liar. Sekarang belum ada transaksi jual beli, bagaimana menduduki liar,” ujar Wilson. (pa/jh. Foto: Dok. Kompas)

Kebutuhan Dalam Negeri Prioritas, Pupuk Indonesia Siap Ekspor Urea

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka peluang ekspor pupuk urea ke pasar global dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan perseroan hanya akan mengekspor ketika pasokan domestik mencukupi, sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

“Ekspor hanya dilakukan jika kebutuhan dalam negeri cukup. Di tengah gejolak global, banyak orang selalu berpikir kita pasti rentan. Tapi ternyata di sektor industri pupuk kita itu kita tidak rentan, justru malah bisa mengambil posisi sebagai salah satu penyelamat ekosistem pangan regional. Karena kita bisa membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia justru berada dalam posisi strategis sebagai salah satu produsen urea terbesar dunia yang mampu berperan sebagai penyangga pasokan global. Kondisi ini membuka peluang bagi peningkatan kontribusi ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.

Peluang tersebut kian terbuka setelah sejumlah negara mulai menjajaki impor pupuk urea dari Indonesia. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut sedikitnya empat negara, yakni Australia, India, Filipina, dan Brasil, telah menjalin komunikasi di tengah gangguan distribusi global, termasuk akibat situasi di Selat Hormuz.

Kendati demikian, Rahmad memastikan ekspor hanya dilakukan di luar musim tanam untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri. Selain itu, realisasi ekspor juga akan mengacu pada penugasan resmi pemerintah.

Dari sisi kapasitas, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik yang berkisar 6 juta hingga 7 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut didukung oleh pasokan gas alam domestik yang terjamin.

Hingga 14 April 2026, stok pupuk tercatat sekitar 1,2 juta ton, yang terdiri dari pupuk subsidi dan nonsubsidi. Stok tersebut akan terus diperkuat dengan produksi harian yang berjalan dengan optimal. Produksi harian juga berjalan optimal, dengan output urea sekitar 25.000 ton per hari dan NPK sekitar 15.000 ton per hari.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani melalui kebijakan harga. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan 20% sejak Oktober 2025 dipastikan tetap berlaku, meskipun harga pupuk global berfluktuasi. (rn/jh. Foto: Dok Pupuk Indonesia)

OJK Minta BNI Selesaikan Kasus Nasabah di BNI KCP Aek Nabara Sumut

BusinessUpdate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami nasabah di BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara, Sumatera Utara guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

“OJK telah memanggil direksi dan manajemen BNI untuk meminta penjelasan dan menegaskan agar langkah penyelesaian dilakukan secara cepat, menyeluruh, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Agus menjelaskan proses penanganan yang sedang berjalan, BNI melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait telah melakukan langkah pengamanan terhadap aset yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan nasabah serta mendukung proses penyelesaian yang akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkait dana nasabah, hingga saat ini, BNI telah melakukan verifikasi dan merealisasikan pengembalian dana kepada nasabah sebesar Rp7 miliar. “OJK akan terus memantau proses verifikasi dan penyelesaian atas sisa dana dimaksud agar berlangsung secara transparan, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Agus.

OJK juga meminta BNI melakukan investigasi internal secara menyeluruh, termasuk pendalaman atas aspek kepatuhan, pengendalian internal, dan tata kelola. Langkah tersebut perlu diambil untuk memastikan akar permasalahan teridentifikasi dengan baik serta tindakan perbaikan dapat segera dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Menurut Agus, BNI juga telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan bertanggung jawab.

OJK akan terus mengawasi proses tersebut dan memastikan setiap langkah penyelesaian dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelindungan konsumen, transparansi, dan akuntabilitas. BNI pun diminta untuk menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada OJK.

Apabila dalam proses pendalaman dan pengawasan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, maka OJK akan mengambil langkah pengawasan dan tindak lanjut sesuai kewenangannya.

OJK juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Bagi nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi layanan resmi BNI atau Kontak OJK 157.

Sebagai informasi, kasus hilangnya dana nasabah BNI senilai Rp28 miliar milik Credit Union Paroki Aek Nabara, Sumatera Utara, terungkap pada Februari 2026, yang melibatkan oknum Kepala Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah. (ip/jh. Foto: Dok. BNI)

Pembiayaan Otomotif BSI Capai Rp791,2 Miliar, Naik 14,6 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pembiayaan BSI OTO dalam waktu tiga bulan terakhir mencapai Rp791,2 miliar dengan penjualan 4.000 unit kendaraan. Angka ini meningkat 14,60% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kinerja BSI OTO turut mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI secara keseluruhan yang tercatat sebesar 14,32% (yoy) atau senilai Rp323 triliun.

“Pertumbuhan pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap tinggi, bahkan di tengah tantangan global,” kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

BSI melihat faktor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan pada awal tahun ini salah satunya yaitu stimulus dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).

Faktor berikutnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

Di samping itu, dipengaruhi pula oleh berbagai program promo yang ditawarkan kepada nasabah, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas. “Kami optimistis tren ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan preferensi masyarakat terhadap layanan syariah yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi nasabah,” tambahnya.

Dengan pertumbuhan yang tetap solid pada segmen konsumer, BSI optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, BSI menyatakan akan terus memperkuat penetrasi pembiayaan konsumer melalui inovasi produk, kemudahan layanan digital, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra otomotif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

TransNusa Buka Layanan Penerbangan Rute Jakarta-Lombok

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) menambah layanan penerbangan maskapai TransNusa untuk rute Jakarta (CGK)-Lombok (LOP) pulang pergi.

“Maskapai baru ini melayani frekuensi dua kali penerbangan setiap hari, dengan jadwal CGK-LOP pada pukul 05.00 WIB dan 15.00 WIB, serta LOP-CGK pada pukul 08.30 WITA dan 18.15 WITA,” kata General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip di Lombok Tengah, NTB, Sabtu (18/4/2026).

Pada rute ini, TransNusa mengoperasikan pesawat jenis Airbus A320 dengan fasilitas bagasi kabin gratis 7 kilogram serta bagasi tercatat 20 kilogram.

Ia menyampaikan apresiasi kepada maskapai baru ini atas pembukaan rute tersebut yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat jaringan transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Beroperasinya rute langsung Lombok-Jakarta ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan aksesibilitas dan memberikan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat,” katanya.

Pihaknya optimistis kehadiran rute ini akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas penumpang serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di wilayah NTB.

Lebih lanjut, peningkatan frekuensi penerbangan ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan domestik maupun pelaku perjalanan bisnis dalam mengakses destinasi unggulan di Lombok dan sekitarnya.

Dengan penambahan rute ini, Bandara Lombok saat ini melayani konektivitas langsung menuju 12 destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Bali (DPS), Yogyakarta (YIA), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Labuan Bajo (LBJ), Waingapu (WGP), Tambolaka (TMC), dan Banyuwangi (BWX).

“Sementara itu, untuk penerbangan internasional, terdapat dua rute tujuan, yakni Kuala Lumpur (KUL) dan Batik Air Malaysia (OD), serta Singapura,” katanya.

Kegiatan inaugurasi penerbangan perdana maskapai TransNusa ini ditandai dengan seremoni penyambutan berupa pengalungan bunga dan pemberian cendera mata kepada penumpang pesawat rute CGK-LOP yang tiba serta penumpang rute LOP-CGK yang berangkat. (rn/jh. Foto: Dok. Bandara Lombok)

KAI Kirim Ratusan Gerbong Datar ke Palembang

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melanjutkan pengiriman ratusan gerbong datar untuk mendorong layanan logistik nasional sekaligus dukungan terhadap produk dalam negeri. Gerbong datar digunakan untuk mengangkut material industri hingga energi.

Hal ini menjadi bukti komitmen KAI dalam memacu kemandirian industri nasional, khususnya di Sumatera Bagian Selatan. Sebanyak 780 unit gerbong (13 train set) telah tiba di Palembang hingga pertengahan April 2026 untuk memperkuat distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penguatan sarana angkutan barang diarahkan untuk memastikan distribusi komoditas strategis, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, dapat berjalan konsisten dan tepat waktu.

“Di sisi lain, penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, KAI mengalokasikan investasi sebesar Rp1,05 triliun untuk pengadaan 1.125 unit gerbong. Langkah strategis itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing angkutan barang berbasis rel, sekaligus mempertegas keberpihakan pada produk dalam negeri. Arah pengembangan tersebut juga mendukung pergeseran distribusi logistik ke moda yang lebih efisien dan rendah emisi.

Anne menambahkan, pengadaan itu menjadi bagian dari langkah jangka panjang KAI dalam mencapai target Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2029. Dalam RJPP 2029, angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton dan barang nonbatu bara sebesar 10,9 juta ton.

“Kami memastikan bahwa penguatan sarana ini berjalan selaras dengan upaya mendorong industri dalam negeri agar semakin kompetitif,” jelas Anne. Melalui penguatan sarana tersebut, KAI terus memperluas perannya dalam sistem logistik nasional.

Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 13 train set (TS) atau setara 780 unit gerbong telah berada di Simpang, Divre III Palembang. Gerbong-gerbong itu lahir dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Tingginya TKDN mencerminkan komitmen KAI dalam mendorong kemandirian industri nasional serta memperkuat ekosistem manufaktur perkeretaapian Indonesia.

Proses distribusi masih berlangsung secara bertahap. Saat ini, satu train set (60 unit gerbong datar) tengah menjalani proses bongkar muat di lokasi, sedangkan satu train set lainnya dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Simpang, Palembang.

Di sisi lain, satu train set dijadwalkan menjalani uji statis di Banyuwangi pada 20 April 2026 sebagai bagian dari tahapan kesiapan operasional. Rangkaian pengiriman itu merupakan bagian dari total 1.125 unit gerbong datar yang akan didistribusikan hingga Juli 2026.

Penambahan sarana ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang di Sumatera Bagian Selatan, terutama dalam mendukung distribusi komoditas strategis. Pengiriman dilakukan sejak 6 Juli 2025 dari fasilitas produksi PT INKA di Banyuwangi.

Adapun setiap train set terdiri dari 60 unit gerbong tipe BM 54 ton dengan kapasitas muat 15 ton per unit, sehingga satu rangkaian mampu mengangkut hingga 900 ton dalam sekali perjalanan. Gerbong datar tipe BM 54 dirancang untuk mengangkut berbagai komoditas berat dan berdimensi besar, mulai dari kontainer, material konstruksi, hingga batu bara.

Kebutuhan distribusi batu bara yang terus meningkat menjadikan peran angkutan rel semakin penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional. Dengan penambahan gerbong datar itu, kinerja angkutan batu bara KAI terus tumbuh.

Pada Maret 2026, volume angkutan mencapai 4.634.929 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4.436.996 ton. Secara kumulatif, angkutan batu bara telah mencapai 12.075.002 ton sepanjang triwulan I/2026. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasokan Energi Aman

BusinessUpdate – Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman Pemerintah Iran yang kembali membuka Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Hal ini menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, termasuk melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi.

“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” ujar Anggia.

Sebelumnya, pihak otoritas resmi Iran telah mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujar Abbas.

Pembukaan kembali Selat Hormuz langsung direspons positif oleh pasar global dengan penurunan harga minyak yang signifikan, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas.

Sementara itu, terkait dengan kapal milik Pertamina yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal dapat segera melintas.

“Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” kata Anggia.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah-langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Metropolitan Land Andalkan Segmen Residensial untuk Penjualan 2026

BusinessUpdate – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) tetap mengandalkan segmen residensial menjadi kontributor utama terhadap penjualan 2026.

Direktur MTLA Olivia Surodjo menegaskan perseroan menargetkan perbaikan kinerja, meskipun tantangan belum sepenuhnya mereda. “Dinamika global seperti konflik geopolitik dan isu energi berpotensi mendorong kenaikan biaya konstruksi sekaligus menekan daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat ruang pemulihan kinerja menjadi terbatas,” kata Olivia dikutip dari Bisnis, Jumat (17/4/2026).

Dari sisi pendapatan, segmen residensial masih diharapkan menjadi kontributor utama. Sementara itu, pertumbuhan laba ditopang oleh kombinasi penjualan residensial dan peningkatan pendapatan berulang atau recurring income yang dinilai lebih stabil.

Metropolitan juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mengerek kinerja tahun ini. Perseroan akan fokus pada peluncuran produk residensial yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mengoptimalkan penjualan proyek yang sudah berjalan, serta memperkuat kontribusi pendapatan berulang.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan pemasaran digital dan menjalin kolaborasi strategis guna memperluas jangkauan pasar. Ke depan, Olivia menyebut segmen residensial masih menjadi andalan utama, dengan dukungan tambahan dari kinerja segmen hotel dan komersial yang relatif stabil.

Adapun, permintaan properti selama 2025 yang cenderung tidak merata turut menekan kinerja MTLA. Segmen menengah yang menjadi penopang utama kurang berdaya, sementara segmen atas menunjukkan sikap lebih selektif dalam berbelanja. Ketimpangan ini berdampak langsung terhadap penjualan perusahaan yang belum mampu tumbuh agresif.

Di sisi lain, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta ketidakpastian global turut menahan daya beli masyarakat. Tekanan tersebut tidak hanya memengaruhi penjualan, tetapi juga merembet ke kinerja laba. “Dampaknya juga terlihat pada laba, meskipun tetap dijaga melalui strategi selektif dan pengelolaan yang hati-hati dan terukur,” uja Olivia.

Berdasarkan laporan keuangan Metropolitan Land yang berakhir pada 31 Desember 2025, pendapatan MTLA tercatat Rp1,78 triliun atau turun 11,89% dari Rp2,02 triliun pada 2024. Sejalan dengan penurunan pendapatan tersebut, MTLA mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp412,93 miliar di 2025 yang juga turun 12% secara tahunan dari Rp469,25 miliar pada 2024. (rn/jh. Foto: Dok. Metrpolitan Land)