Home Blog Page 37

Wisata Gunung Bromo Tutup untuk Percepat Pemadaman Kebakaran

BusinessUpdate – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan menutup total seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo, Jawa Timur untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran di kawasan tersebut. Penutupan dilakukan mulai Sabtu (12/9/2026) sampai dengan bartas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kebijakan ini menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di Bromo saat kemarau yang menyebabkan rerumputan mengering dan ditambah potensi munculnya angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Untuk mengefektifkan penanganan dan pemadaman kebakaran, maka kunjungan wisata ke Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total,” kata Rudi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (13/9/2026).

Adapun seluruh akses ke Bromo yang biasa dilalui oleh wisatawan, yakni Jemplang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.

Rudi juga menyampaikan keputusan menutup total seluruh jalur masuk ke kawasan Gunung Bromo juga memprioritaskan keselamatan dan keamanan para wisatawan. Sebab, saat ini kondisi di lokasi diselimuti asap tebal dari kebakaran yang berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara.

Penutupan jalur wisata ini berjalan hingga batas waktu yang belum ditentukan, sebab keputusan pembukaan aktivitas wisata akan terlebih dahulu mempertimbangkan perkembangan kondisi terbaru di lapangan, termasuk aktivitas pemadaman.

“Akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam kegiatan penanganan dan pemadaman sesuai dengan tugas dan kewenangannya,” ucapnya.

Dengan penutupan itu, Balai Besar TNBTS kini sedangkan mempersiapkan mekanisme penjadwalan ulang kunjungan dan pengembalian biaya pembelian tiket selama masa penutupan aktivitas wisata di Bromo diberlakukan.

Sebagai informasi, per harinya Balai Besar TNBTS membuka kuota kunjungan wisata sebanyak 2.752 orang. Pihaknya pun meminta masyarakat supaya benar-benar memperhatikan kebijakan yang berlaku ini dengan tidak mendekati lokasi kebakaran.

Selain itu, Rudi menyampaikan untuk aktivitas wisata di Ranu Regulo tetap dibuka. “Kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kali kedua terjadi dalam kurun waktu satu bulan. Kebakaran pertama terjadi pada Senin (3/8/2026) yang bermula dari area Blok Bantengan dan selanjutnya menjalar ke Watu Gede, serta sisi wilayah Pasuruan.

Kemudian, kebakaran kedua terjadi di area Saban Pengol yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (10/9/2026). Pada awal kejadian kebakaran kedua Balai Besar TNBTS sempat menutup sebagian akses wisata ke Bromo, yakni hanya dari Jemplang, Malang.

Pada Sabtu (12/9/2026), kembali muncul api di kawasan Pengol. Kondisi angin yang kencang turut memengaruhi perkembangan api sehingga kebakaran kembali membesar dan bergerak hingga mencapai Pos Jemplang pada sekitar pukul 16.20 WIB.

“Hingga saat ini, api masih belum berhasil dipadamkan dan penanganan terus dilakukan oleh petugas bersama seluruh unsur yang terlibat. Kondisi di lapangan masih dinamis sehingga pemantauan dan upaya pengendalian terus dilakukan secara intensif,” ujar Rudi. (pa/jh. Foto: Dok. BPBD Lumajang)

Ikan Hiu Paus Terdampar di Pantai Pengeragoan Bali, Polisi Jaga Lokasi

BusinessUpdate – Polsek Pekutatan, Kepolisian Resor Jembrana, Bali mengamankan hiu paus yang terdampar di Pantai Pengeragoan, agar tidak ada masyarakat yang mendekat sampai pihak terkait memeriksa satwa tersebut.

“Satwa laut ini ditemukan tadi pagi. Dari pola di tubuhnya, diduga kuat ini jenis hiu paus,” kata Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw di Jembrana, Bali, Sabtu (12/9/2026).

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya segera menuju dan mengamankan lokasi di wilayah pantai Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengergoan, Kecamatan Pekutatan.

Selain berukuran besar, satwa laut itu memiliki warna gelap dengan pola bintik-bintik putih serta memiliki sirip di punggung. Menurutnya, identifikasi lebih lanjut terhadap hewan laut itu masih menunggu ahli dari instansi terkait, yang memiliki kompetensi di bidang kelautan dan konservasi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa tersebut. Jangan menarik, memukul, menaiki, memindahkan maupun mengambil bagian tubuhnya. Kami bersama pemerintah desa dan instansi terkait melakukan koordinasi agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan aman,” kata Benyamin.

Untuk memastikan hal tersebut, personel Polsek Pekutatan tetap berada di sekitar lokasi untuk menjaga situasi kamtibmas, mengantisipasi kerumunan masyarakat serta mencegah adanya tindakan yang dapat membahayakan warga maupun satwa tersebut.

Ia menegaskan, pihaknya hanya melakukan pengamanan dan menyerakan proses identifikasi serta penanganannya kepada institusi yang lebih berwenang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas lintas instansi, hiu paus tersebut langsung dikubur di pantai,” kata lanjut Benyamin. Berdasarkan pemeriksaan, hiu paus ini memiliki panjang sekitar delapan meter, lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, lebar mulut 2,15 meter, dan berjenis kelamin jantan.

Setelah ditemukan terdampar di pinggir pantai Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, tim gabungan dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan(BBRBLPP) Gondol, Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Banyuwedang Buleleng, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Jembrana, serta TNI dan Polri memeriksa dan menangani hiu paus ini hingga dikubur. (rn/jh. Foto: Dok. Polsek Pekutatan)

Bluebird Tambah 300 Unit Innova Zenix Hybrid untuk Layanan Prime

BusinessUpdate – PT Blue Bird Tbk (BIRD) menambah 300 unit Toyota Innova Zenix Hybrid untuk mendukung layanan Bluebird Prime di Jakarta.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan, penambahan armada dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan permintaan dan produktivitas kendaraan. “Sepanjang 2026, Bluebird terus melakukan penambahan sekaligus peremajaan armada taksi secara bertahap,” ujar Adrianto dalam keterangan remsi, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Bluebird saat ini mengoperasikan lebih dari 20.000 armada taksi yang terdiri dari kendaraan berbahan bakar bensin, compressed natural gas (CNG), kendaraan listrik, dan kendaraan hybrid.

Adapun 300 unit Toyota Innova Zenix Hybrid telah ditambahkan sepanjang 2026 untuk mendukung layanan Bluebird Prime di Jakarta. Menurut Adrianto, penambahan Zenix Hybrid menjadi bagian dari upaya Bluebird meningkatkan penggunaan kendaraan rendah emisi dalam operasional.

Pengadaan armada masih berlanjut hingga akhir 2026. Bluebird belum mengungkapkan realisasi pengadaan dibandingkan target tahunan karena masih menunggu konsolidasi data kinerja. “Pengadaan armada pada 2026 terus berjalan secara bertahap, mencakup penambahan kapasitas sekaligus peremajaan kendaraan yang telah memasuki masa penggantian,” jelas Adrianto.

Bluebird akan menyesuaikan penambahan armada dengan perkembangan permintaan, produktivitas kendaraan, dan kebutuhan operasional di setiap wilayah. Toyota Innova Zenix Hybrid menjadi salah satu model yang digunakan untuk mengembangkan layanan Bluebird Prime. Layanan ini menyasar pelanggan yang membutuhkan ruang kabin dan kapasitas lebih besar.

Meski demikian, Bluebird tidak hanya mengandalkan Zenix Hybrid untuk ekspansi armada. Perseroan juga akan mengembangkan armada reguler, kendaraan listrik, dan lini mobilitas lainnya sesuai kebutuhan pasar.

Untuk mendukung penambahan dan peremajaan armada, Bluebird menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada 2026. Capex tersebut digunakan untuk peremajaan dan penambahan kendaraan, termasuk armada rendah emisi seperti kendaraan hybrid.

Dana tersebut juga dialokasikan untuk memperkuat fasilitas operasional. Dengan armada yang telah mencapai lebih dari 20.000 unit, Bluebird akan menambah kendaraan secara bertahap sesuai dengan perkembangan permintaan dan kebutuhan operasional. (rn/jh)

Jadwal Operasional LRT Manggarai-Kelapa Gading Tunggu Hasil Uji Coba

BusinessUpdate – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan jadwal waktu operasional moda Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Manggarai-Velodrome masih menunggu hasil keseluruhan uji coba.

“Pada keterangan sebelumnya, kami menginformasikan terkait jadwal waktu operasional terbatas. Namun saat ini informasi tersebut masih bersifat dinamis dan belum pasti, karena menunggu hasil keseluruhan uji coba,” kata Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Uji coba perdana operasional dan layanan telah dilakukan pada Kamis (10/9/2026), melibatkan berbagai kelompok peserta dari kalangan media dan kreator, meliputi media cetak dan elektronik, media luar ruang (out-of-home media), media daring, Key Opinion Leader (KOL), serta kreator konten.

Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai kesiapan operasional dan kualitas layanan LRT Jakarta kepada publik.

Selama masa uji coba, LRT Jakarta beroperasi dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam dan berkapasitas layanan maksimal 100 penumpang. Perjalanan melayani rute Stasiun Kelapa Gading–Stasiun Manggarai dan kembali ke Stasiun Kelapa Gading.

Paulus menyatakan, uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat. Untuk jadwal operasional lebih lanjut masih belum ditentukan dan Jakpro sebagai pemilik proyek akan menetapkan jadwal berikutnya.

Meski begitu dia menegaskan, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun itu telah rampung dikerjakan. Paulus pun memastikan, LRT Jakarta Fase 1B aman serta nyaman digunakan, karena sudah melewati berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.

Dalam proses konstruksi, Perseroan selalu mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.

“Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur,” jelas Paulus.

Perseroan membangun jalur LRT Jakarta sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun itu Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. (ip/jh. Foto: Dok. Kompas)

Bidik Pasar Bandung BSN Luncurkan Program Serbu Ekosistem

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas penetrasi layanan perbankan digital syariah di Bandung, Jawa Barat, melalui Program Serbu Ekosistem. Program ini untuk mendorong penggunaan layanan perseroan di kalangan pelaku usaha dan merchant di wilayah tersebut.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan program ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengintegrasikan layanan perbankan syariah dengan berbagai ekosistem masyarakat, mulai dari restoran, toko, kampus, rumah sakit hingga masjid.

“Salah satunya melalui berbagai Program Serbu, mulai dari Serbu Resto, Serbu Kampus, Serbu Rumah Sakit, Serbu Masjid hingga Serbu Toko. Hari ini di Bandung, semangat tersebut kita lanjutkan melalui Program Serbu Ekosistem,” kata Alex di Bandung, Jumat (11/9/2026).

Hingga 31 Agustus 2026, Bank BSN membukukan aset sebesar Rp81,5 triliun atau tumbuh 20,75% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut menempatkan perseroan sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Sementara dari sisi layanan digital, platform mobile banking Bale Syariah mencatatkan 238.897 pengguna dengan 3,29 juta transaksi dan volume transaksi sekitar Rp6,57 triliun. Layanan QRIS BSN telah digunakan oleh 2.102 merchant dengan akumulasi 2,07 juta transaksi senilai Rp552,1 miliar.

Peluncuran Program Serbu Ekosistem di Bandung yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pelanggan Nasional dilakukan di salah satu merchant BSN, Restoran Saji Marem. Melalui kegiatan tersebut, perseroan juga menyerap masukan dari pelaku usaha terkait layanan serta kebutuhan perbankan yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.

Program tersebut melibatkan sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor di Bandung, antara lain PT Bestow Harapan Indah, PT Verindo Klaras Utama, Mayoutfit, Rurik, Flottilicious & Ghalibia, Belyanza, serta institusi pendidikan Asy-Syifa. Bank BSN berharap perluasan ekosistem merchant dapat mendorong peningkatan transaksi digital sekaligus memperkuat penetrasi layanan perbankan syariah di daerah. (pa/jh. Foto: Dok. BSN)

Prudential Indonesia Raih Laba Bersih Rp800 Miliar pada Semester I/2026

BusinessUpdate – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan pendapatan premi sebesar Rp12,2 triliun pada semester I/2026, naik 25% secara tahunan (yoy) di mana periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,7 triliun.

“Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan nasabah yang terus berlanjut terhadap solusi perlindungan yang membantu keluarga menghadapi berbagai risiko kehidupan dan dinamika ekonomi, sekaligus mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri,” kata Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Adapun, laba setelah pajak sebesar Rp800 miliar dan total aset sebesar Rp58,9 triliun, dengan rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 580%. Hal ini mencerminkan kokohnya finansial perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada nasabah di tengah kondisi volatilitas ekonomi yang cukup tinggi.

Pada kanal keagenan, Prudential Indonesia mencatat peningkatan laba bisnis baru per agen aktif sebesar 5%, disertai dengan penguatan margin.

Inisiatif pertumbuhan perusahaan mencakup peluncuran produk-produk baru yang direncanakan pada kuartal ketiga 2026 serta pengembangan program PRUVenture untuk mendukung peningkatan produktivitas agen.

Selain itu, perusahaan mencatat pertumbuhan yang kuat pada kanal bancassurance, yang berkontribusi sebesar Rp4,4 triliun terhadap pendapatan premi, meningkat 155% dari Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini sekaligus menandai rekor kinerja semester I pada kanal bancassurance.

Adit menjelaskan, pencapaian tersebut diraih di tengah dinamika tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan jangka panjang bagi individu maupun keluarga.

Sepanjang semester I/2026, Prudential Indonesia terus berkomitmen untuk mewujudkan janji tersebut dengan membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp8,9 triliun, meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kepada lebih dari 149.000 nasabah.

“Pembayaran ini mencerminkan komitmen “Janji, jadi nyata” dari perusahaan, yang menyampaikan bahwa di balik setiap perencanaan keuangan, upaya, dan keputusan penting, terdapat sebuah janji untuk memberikan perlindungan, menghadirkan yang terbaik, serta menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia di setiap tahap kehidupan,” tambah Adit.

Seiring dengan perubahan yang terjadi pada kondisi ekonomi, kebutuhan layanan kesehatan dan gaya hidup, Prudential Indonesia berkomitmen untuk mendengarkan Nasabah serta memberikan solusi perlindungan yang terus berkembang.

Adapun di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih berlangsung, Prudential Indonesia menghadirkan PRUTreasure Dollar dan PRUFortune Dollar, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang melalui solusi berbasis dolar AS, mulai dari diversifikasi aset hingga perencanaan pewarisan aset antargenerasi.

Menyadari aspirasi generasi muda, Prudential Indonesia juga menghadirkan Asuransi Jiwa PRUMapan, solusi perencanaan keuangan jangka panjang dengan manfaat Dana Mapan yang dijamin serta fleksibilitas pembayaran manfaat. Solusi ini membantu Nasabah tetap fokus dalam mencapai tujuan mereka, terlepas dari dinamika ekonomi.

Selain itu, Prudential Indonesia terus mendukung perempuan Indonesia untuk menjalani kehidupan yang aktif dan percaya diri melalui Asuransi Jiwa PRULady, solusi perlindungan yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kanker payudara.

Dengan perlindungan dan dukungan yang tepat, para perempuan dapat lebih fokus mengejar aspirasi dan menjadi versi terbaik dari diri mereka.

“Seiring dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang, Prudential Indonesia tetap fokus dalam membantu keluarga Indonesia melindungi hal-hal yang paling berarti bagi mereka melalui solusi yang relevan, layanan yang mudah dan nyaman diakses, serta pengalaman berbasis teknologi yang sederhana dan seamless,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Prudential)

Kalbe Farma: Rupiah Melemah Margin Perseroan Turun

BusinessUpdate – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengungkapkan sejumlah strategi untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2026. Pelemahan rupiah masih menjadi tantangan bagi kinerja margin perseroan, karena biaya produksi sangat dipengaruhi oleh penggunaan bahan baku impor.

“Pelemahan rupiah ini tentunya berdampak cukup besar terhadap laba kotor atau gross profit kami, karena biaya produksi sangat dipengaruhi dengan bahan baku impor, sehingga pelemahan rupiah ini merupakan suatu tantangan untuk Kalbe,” kata Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy dalam konferensi pers Public Expose Live 2026, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Meskipun rupiah belakangan mulai menguat, Kartika mengatakan bahwa tekanan terhadap margin perseroan masih akan berlanjut hingga akhir 2026. Hal ini dampak dari persediaan atau inventory, sehingga perseroan belum melihat akan terjadinya perbaikan margin yang signifikan.

Sebagai upaya menghadapi tekanan tersebut, perseroan akan menerapkan sejumlah strategi, salah satunya menaikkan harga secara selektif untuk beberapa produk konsumen. “Ke depannya, kita akan melakukan berbagai strategi, beberapa yang sudah kita lakukan tahun ini adalah secara selektif melakukan kenaikan harga untuk beberapa produk konsumen,” jelasnya.

Selain itu, perseroan dalam jangka panjang akan mengoptimalkan portofolio produk dengan mengarahkan bisnis ke produk-produk yang memiliki margin lebih baik. “Kita juga akan terus melakukan strategi portofolio untuk mengelola portofolio kami ke arah produk-produk yang memiliki margin lebih baik,” tambah Kartika.

Perseroan akan terus mendorong penggunaan produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yaitu untuk divisi alat kesehatan, strategi tersebut dilakukan melalui perakitan produk secara lokal.

“Tadi kita juga sudah bicarakan mengenai strategi untuk berinvestasi di TKDN. Tapi memang ini kita lakukan mungkin untuk divisi alat kesehatan dalam bentuk melakukan perakitan secara lokal. Untuk sektor obat resep sendiri memang masih terkendala dengan keterbatasan bahan baku obat yang tersedia secara lokal,” kata Kartika.

Adapun, tekanan terhadap margin terjadi di tengah pertumbuhan penjualan Kalbe Farma, dengan penjualan tumbuh 14,04% secara tahunan (yoy) mencapai Rp19,47 triliun pada semester I/2026, dibandingkan senilai Rp17,07 triliun pada semester I/2025.

Akibat tekanan margin tersebut, laba bersih justru menurun menjadi Rp1,91 triliun pada semester I/2026, dibandingkan senilai Rp1,97 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan perseroan ditopang oleh kenaikan pada seluruh segmen bisnis, dengan segmen obat resep membukukan penjualan Rp5,30 triliun, produk kesehatan Rp2,70 triliun, nutrisi Rp4,26 triliun, serta distribusi dan logistik Rp7,20 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. Kalbe Farma)

ASDP Siapkan Langkah Hadapi Kenaikan Trafik Penyeberangan

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kenaikan trafik kendaraan yang mencakup peningkatan kapasitas dermaga, optimalisasi pola operasi kapal, hingga penambahan kapal.

“Dalam tiga tahun terakhir itu menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di lintasan Ketapang dan lain-lain,” ujar Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Windy Andale dikutip dari Kompas, Jumat (11/9/2026).

Ia melihat penambahan trafik ini dampak dari adanya pembangunan jalan tol sehingga arus lalu lintas menjadi lebih cepat. Akhirnya penyeberangan yang menjadi gerbang terakhir.

Windy mengatakan, peningkatan trafik kendaraan menjadi salah satu tantangan bagi pengelola pelabuhan dan operator kapal. Kenaikan jumlah kendaraan perlu diimbangi kapasitas dermaga dan armada. Langkah tersebut diperlukan agar permintaan tidak melampaui kapasitas layanan.

Pada 30 Agustus hingga 5 September 2026, ASDP mencatat lonjakan kendaraan sekitar 16% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode tersebut, ASDP mengoperasikan sekitar 176 kapal dengan 1.210 perjalanan. Namun, peningkatan jumlah kendaraan tidak selalu bisa langsung diimbangi kapasitas yang tersedia.

Sejumlah faktor operasional turut memengaruhi daya serap pelabuhan. Salah satunya kondisi rute alternatif yang mengalami penurunan daya serap. Berkurangnya jumlah kapal di lintasan alternatif membuat sebagian kendaraan logistik beralih ke Ketapang Gilimanuk. Beban di lintasan tersebut pun meningkat.

Windy menilai kondisi tersebut merupakan efek berantai dari sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan. Penanganan kepadatan pun tidak cukup dilakukan ASDP sendiri. Koordinasi diperlukan dengan seluruh ekosistem transportasi dan penyeberangan.

“Ini memang multiplier effect dari beberapa hal yang mungkin terjadi yang nantinya juga butuh kolaborasi, tidak hanya dari kami selaku pengelola pelabuhan dan operator kapal, tapi dari seluruh ekosistem yang ada di pelabuhan dan penyeberangan,” katanya.

Untuk menambah kapasitas, ASDP secara bertahap meningkatkan fasilitas dermaga. Program tersebut ditujukan untuk memperbesar daya tampung dan mempercepat pelayanan kendaraan di pelabuhan. Namun, pengerjaan peningkatan dermaga dalam jangka pendek turut mengurangi kapasitas operasional. Sebagian fasilitas harus digunakan secara terbatas selama proses pembangunan.

ASDP juga menyiapkan optimalisasi pola operasi kapal. Salah satu strategi yang telah diterapkan adalah TBB dengan dukungan KSOP dan BPTD terhadap sejumlah kapal di lintasan Ketapang Gilimanuk.

ASDP juga menyiapkan kapal perbantuan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan. Salah satunya KMP Jatra I yang disiapkan untuk membantu layanan di lintasan Ketapang Gilimanuk. Kapal perbantuan juga disiapkan untuk mendukung rute Tanjung Wangi Lembar. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

KAI Logistik Catat Volume Pengiriman pada Agustus Tertinggi Sepanjang 2026

BusinessUpdate – KAI Logistik mencatat volume pengiriman melalui layanan KALOG Express pada Agustus 2026 mencapai 8.369 ton atau lebih dari 310.000 paket. Angka tersebut meningkat sekitar 30% dibandingkan rata-rata volume bulanan pada semester I/2026. Capaian itu sekaligus menjadi volume pengiriman bulanan tertinggi KALOG Express sepanjang 2026.

VP of Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan, peningkatan volume pengiriman pada Agustus menjadi sinyal positif bagi perkembangan bisnis angkutan ritel.

“Memasuki semester 2, kinerja KALOG Express menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan dan mencatatkan kinerja tertinggi pada Agustus 2026, dengan pertumbuhan sekitar 30% jika dibandingkan rerata kinerja volume pada semester 1/2026,” kata Ferdian dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Peningkatan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang memiliki konektivitas antardaerah terus berkembang. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang aman, andal, dan memiliki konektivitas antardaerah terus berkembang,” ujarnya.

Berdasarkan jenis kiriman, pengiriman KALOG Express pada Agustus 2026 masih didominasi paket. Jumlah paket yang dikirim mencapai 269.449 kiriman. Selain paket, KALOG Express juga mencatat pengiriman sepeda motor sebanyak 20.165 unit dan hewan peliharaan sebanyak 15.968 ekor.

Pengiriman sepeda motor pada Agustus 2026 menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan. Ferdian mengatakan, peningkatan pengiriman sepeda motor tidak terlepas dari momentum libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan.

“Momentum libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan turut meningkatkan mobilitas masyarakat, yang kemudian mendorong kebutuhan pengiriman sepeda motor guna menunjang mobilitas masyarakat di kota tujuan,” kata Ferdian.

Menurutnya, pertumbuhan pengiriman sepeda motor juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KALOG Express. Layanan tersebut menawarkan tarif pengiriman sepeda motor yang kompetitif dan relatif lebih terjangkau, sekaligus memberikan kemudahan dalam proses pengiriman.

Pertumbuhan ini juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KALOG Express, yang menawarkan tarif pengiriman sepeda motor yang kompetitif dan relatif lebih terjangkau dengan keunggulan dan kemudahan layanan.

KAI Logistik juga menyediakan sejumlah kemudahan bagi masyarakat yang ingin menggunakan KALOG Express untuk mengirim sepeda motor. Pemesanan dapat dilakukan melalui KAI Logistik TRAX. Pelanggan dapat memilih layanan penjemputan hingga pengiriman sepeda motor ke alamat tujuan. Selama proses pengiriman, pelanggan juga dapat memantau perjalanan kiriman secara realtime melalui fitur tracking.

Fitur tersebut tersedia melalui sejumlah kanal, termasuk aplikasi KAI Logistik TRAX, website, hingga aplikasi Access by KAI. Untuk memberikan keamanan selama proses pengiriman, setiap pengiriman sepeda motor juga dilengkapi perlindungan asuransi terhadap risiko kerusakan maupun kehilangan.

Pertumbuhan KALOG Express menjadi bagian dari upaya KAI Logistik memperluas akses layanan logistik berbasis kereta api. KAI Logistik mengintegrasikan jaringan kereta api dengan layanan first mile dan last mile. Integrasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pilihan pengiriman yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat. (ip/jh. Foto: Dok. KAI Logistik)

Pembiayaan Sosial dan Lingkungan BRI Semester I/2026 Capai Rp842,1 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat hingga semester I/2026, portofolio pembiayaan terkait aspek sosial dan lingkungan tercatat mencapai Rp842,1 triliun, atau setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit BRI.

Portofolio tersebut meningkat dibandingkan posisi semester I/2025 sebesar Rp802,4 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi dan komitmen BRI dalam mengintegrasikan sustainable finance ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Pembiayaan terkait aspek sosial menjadi komponen terbesar dalam portofolio tersebut, dengan nilai Rp739,9 triliun. Portofolio ini terutama berasal dari kredit mikro sebesar 60,4%, diikuti kredit UKM sebesar 37,1% dan pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5%.

Besarnya porsi pembiayaan mikro dan UKM tersebut memungkinkan BRI berperan dalam mendukung keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat, sementara pembiayaan perumahan bersubsidi turut memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian.

Di sisi lain, pembiayaan terkait aspek lingkungan BRI mencapai Rp102,2 triliun, atau sekitar 7,1% dari total portofolio kredit BRI. Pembiayaan tersebut diarahkan kepada berbagai aktivitas yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Portofolio terbesar berasal dari sustainable land management dengan porsi 69,2%. Selanjutnya, pembiayaan untuk green transportation mencapai 3,1%, energi baru terbarukan 6,5%, produk ramah lingkungan 4,5%, efisiensi energi 2,6%, serta aktivitas lingkungan lainnya.

Penguatan pembiayaan sosial dan lingkungan tersebut berjalan seiring dengan pengembangan sustainable wholesale funding BRI. Hingga semester I/2026, sustainable wholesale funding BRI mencapai Rp37,6 triliun, meningkat dibandingkan Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024.

Instrumen pendanaan tersebut terdiri dari green bond, social bond, sustainability-linked loan, social loan, serta instrumen lainnya. Porsi terbesar berasal dari social loan sebesar 38%, disusul social bond sebesar 26,6%, sustainability-linked loan sebesar 23,8%, green bond sebesar 3,7%, dan instrumen lainnya sebesar 7,9%.

Melalui pengembangan instrumen pendanaan tersebut, BRI membangun keterkaitan antara sisi pendanaan dan pembiayaan. Proceeds dari instrumen seperti green bond dan social bond digunakan untuk mendukung pembiayaan yang memenuhi kriteria sosial dan lingkungan, sehingga dana yang dihimpun dari investor dapat turut mendukung aktivitas yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan.

Penggunaan proceeds tersebut juga diperkuat dengan pengukuran dan pelaporan dampak melalui impact report, sehingga investor tidak hanya memperoleh informasi mengenai penggunaan dana, tetapi juga dapat melihat manfaat yang dihasilkan dari pembiayaan yang didukung oleh instrumen tersebut.

Dari sisi sosial, komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penerbitan Social Bond BRI. Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan asset usaha nasabah, melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Dari sisi lingkungan, pembiayaan yang didukung oleh green bond BRI turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Berdasarkan impact report, penyaluran proceeds atas penerbitan green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO₂e per tahun, sekaligus mendukung praktik sustainable land management, melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO/RSPO.

Pengukuran dampak menjadi bagian penting dalam implementasi sustainable finance BRI karena menunjukkan bagaimana pembiayaan yang dilakukan Perseroan dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan menghubungkan sumber pendanaan, penyaluran pembiayaan, hingga pengukuran dampaknya, BRI terus membangun ekosistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap agenda sosial dan lingkungan.

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf menegaskan bahwa BRI akan terus mendorong pertumbuhan bisnis yang memberikan manfaat lebih luas bagi para pemangku kepentingan.

“Ke depan, BRI akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan. Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tutup Mahdi.

(rn/jh. Fot: Dok. BRI)