HomeCORPORATE UPDATEBUMNStrategi Semen Indonesia Hadapi Perlambatan Industri Semen

Strategi Semen Indonesia Hadapi Perlambatan Industri Semen

BusinessUpdate – Untuk menjaga pertumbuhan di tengah perlambatan industri semen sepanjang 2025, 5PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menjalankan tiga strategi yang menitikberatkan pada peningkatan daya saing, pangsa pasar, dan profitabilitas.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, manajemen menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. ”Transformasi bisnis berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” kata Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Permintaan semen domestik sepanjang 2025 tercatat turun 1,5% secara tahunan. Kondisi ini ikut menekan penjualan domestik SIG. Meski begitu, SIG mencatat volume penjualan mencapai 37,93 juta ton sepanjang 2025.

Kinerja mulai membaik pada akhir tahun. Volume penjualan pada kuartal IV/2025 mencapai 10,47 juta ton. Angka ini mendorong pertumbuhan total volume penjualan sebesar 1,1% secara tahunan. “Capaian ini membuktikan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi,” ujarnya.

Tren perbaikan terlihat sejak semester II/2025. Penjualan meningkat dari kuartal III ke kuartal IV. Penjualan semen kantong menjadi salah satu penopang utama. Pada kuartal IV/2025, segmen ini tumbuh 5,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini melampaui pasar yang hanya naik 2%.

Ekspor juga menjadi penopang penting. Volume ekspor meningkat 14,9% secara tahunan (yoy) hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Dua bulan pertama tahun ini mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 9,7%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen semen kantong yang naik 14,6%. Indrieffouny menyebut capaian awal tahun ini menjadi modal untuk menghadapi 2026.

Perusahaan akan melanjutkan transformasi secara konsisten. Fokus strategi meliputi penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan bisnis turunan dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola.

”Kami yakin SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. SMGR)

Must Read