Home Blog Page 41

Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir

BusinessUpdate – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama 25 jam.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau mengatakan episode erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

“Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian,” kata Lana dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian ini sebagai penanda berakhirnya fase letusan terus menerus berdurasi panjang. Kendati demikian tingkat probabilitas terjadinya letusan susulan pada periode berikutnya dinilai masih tinggi.

Berdasarkan pengamatan instrumental periode 6-7 September 2026, Badan Geologi mencatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Grafik perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) yang sempat melonjak pada 5 September 2026 kini menunjukkan tren penurunan sejak 6 September 2026.

Sementara itu data deformasi tiltmeter Stasiun Tanjung mencatat indikasi inflasi tipis sejak awal Agustus 2026 dan Stasiun Lava93 menunjukkan pola konstan.

Atas evaluasi menyeluruh tersebut, Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Pihaknya merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki, untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, dan hujan abu lebat.

Selain itu warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang, tidak mempercayai isu hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi, serta dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. (rn/jh. Foto: Badan Geologi)

Bio Farma Kantongi Izin Edar untuk Vaksin Bio-RV

BusinessUpdate – PT Bio Farma (Persero) telah mengantongi Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk Bio-RV, vaksin rotavirus neonatal yang dikembangkan bersama Murdoch Children’s Research Institute (MCRI).

BPOM menerbitkan NIE Bio-RV pada 2 September 2026. Izin tersebut menandai vaksin telah melewati evaluasi regulator terkait keamanan, khasiat, dan mutu. Bagi Bio Farma, ini menunjukkan kemampuan Indonesia mengembangkan dan memproduksi vaksin melalui kolaborasi riset global hingga manufaktur di dalam negeri.

Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan pengembangan Bio-RV merupakan proses panjang. Tahapannya mencakup penelitian, pengembangan proses, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, registrasi, hingga persiapan manufaktur.

“Bio-RV bukan hanya tentang hadirnya satu produk vaksin baru. Di balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan proses, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, registrasi, serta penyiapan manufaktur,” ujar Shadiq dalam keterangan pers, Minggu (6/9/2026).

Menurut Shadiq, proses tersebut melibatkan peneliti, akademisi, industri, serta mitra global. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi untuk membangun kemampuan industri vaksin nasional.

Bio-RV memiliki karakteristik berbeda karena merupakan vaksin rotavirus hidup yang dilemahkan secara alami dan diberikan melalui oral. Vaksin ini ditujukan untuk mencegah gastroenteritis atau diare akut akibat infeksi rotavirus.

Pemberiannya terdiri dari tiga dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 0 hingga 5 hari, dosis kedua pada usia 8 hingga 10 minggu, dan dosis ketiga pada usia 12 hingga 14 minggu. Jadwal tersebut memungkinkan imunisasi dimulai sejak periode neonatal.

Perlindungan terhadap rotavirus pun dapat diberikan sejak fase awal kehidupan bayi. Rotavirus masih menjadi salah satu penyebab utama diare berat pada bayi dan balita.

Berdasarkan data Indonesia Rotavirus Surveillance Network periode 2001 hingga 2017 yang dirujuk Kementerian Kesehatan, rotavirus menyebabkan sekitar 41% hingga 58% kasus diare pada balita yang menjalani rawat inap. Diare yang berulang juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada anak.

Shadiq mengatakan kemampuan Bio-RV untuk diberikan sejak periode neonatal menjadi salah satu nilai strategis vaksin tersebut. “Yang ingin kami hadirkan adalah perlindungan sedini mungkin bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan vaksin secara mandiri,” jelasnya. (ip/jh. Foto: Dok. Antara)

Erupsi GAK ASDP Utamakan Keselamatan

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dengan memastikan keselamatan pelayaran dan pengguna jasa menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Kami mengoptimalkan layanan penyeberangan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta pelayaran tetap menjadi prioritas, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah layanan transportasi,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan, kondisi operasional penyeberangan Merak-Bakauheni saat ini berjalan normal. Namun, ASDP tetap melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan perairan serta memastikan kesiapan armada dan petugas di lapangan.

“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi pascaaktivitas GAK,” ujarnya. ASDP terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan.

Pada Minggu (6/9/2026), operasional penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni masih berjalan normal. Di sisi Merak, sebanyak 32 kapal disiapkan untuk melayani pengguna jasa, sementara dari sisi Bakauheni terdapat 28 kapal yang beroperasi.

ASDP terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan regulator, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan operasional penyeberangan tetap berlangsung dengan mengedepankan keselamatan.

Dari sisi layanan, Cabang Merak mencatat 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan pada Jumat (4/9). Sementara pada Sabtu (5/9), tercatat 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan.

Secara pergerakan kendaraan, volume pada Sabtu mengalami penurunan sekitar 6,42% dibandingkan hari sebelumnya, menunjukkan layanan penyeberangan tetap dapat berjalan dengan baik sesuai kondisi operasional.

Sementara itu, Cabang Bakauheni pada Jumat (4/9) mencatat 1.361 penumpang dan 7.371 kendaraan, sedangkan pada Sabtu (5/9) tercatat 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan.

Sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap kondisi lingkungan pascaaktivitas GAK, pada Minggu siang ASDP juga melakukan pembagian masker kepada crew KMP Jatra III serta pengguna jasa yang turun dan naik melalui kapal tersebut. Penggunaan masker diimbau sebagai langkah perlindungan, khususnya apabila terdapat paparan debu atau abu vulkanik di sekitar wilayah operasional.

Di tengah kondisi tersebut, ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca serta perkembangan aktivitas gunung api sebelum melakukan perjalanan.

Tidak hanya itu, pengguna jasa juga diharapkan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan perjalanan apabila terdapat perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan. Pastikan tiket dan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, pantau informasi resmi sebelum berangkat, dan ikuti seluruh ketentuan serta arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun kapal.

“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Heru. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

Bandara Soetta Tutup KAI Daop 6 Yogyakarta Operasikan Kereta Tambahan

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengoperasikan kereta api tambahan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

​Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan penambahan perjalanan ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam memberikan opsi transportasi darat yang aman dan terpercaya saat mode transportasi udara mengalami kendala cuaca.

​“KAI Daop 6 berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Kami menyiapkan perjalanan kereta api tambahan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat,” kata Feni dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026).

​Dua perjalanan kereta api tambahan yang disiapkan untuk mengakomodasi penumpang menuju Jakarta dan sekitarnya meliputi ​KA Tambahan Yogyakarta-Gambir berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.

Selanjutnya, ​KA Tambahan Malang-Gambir berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB, tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 02.32 WIB, dan melanjutkan perjalanan menuju Gambir pukul 02.37 WIB.

​Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 01.30 WIB hingga 17.30 WIB guna mengantisipasi bahaya abu vulkanik terhadap penerbangan.

​”Seiring dengan situasi tersebut, KAI Daop 6 turut mengimbau para penumpang yang beraktivitas di wilayah terdampak sebaran abu untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan dan keselamatan,” katanya.

Feni mengatakan pihaknya juga menyarankan masyarakat menggunakan masker serta pelindung mata, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan memastikan barang bawaan serta konsumsi tersimpan dalam wadah tertutup rapat.

​“Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi, pelanggan diimbau segera menghubungi petugas di stasiun maupun di atas kereta untuk mendapatkan bantuan medis,” tambah Feni.

​Masyarakat dapat memperbarui informasi perjalanan serta pemesanan tiket melalui kanal resmi, termasuk Contact Center KAI 121 dan media sosial resmi KAI. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif Antisipasi Gangguan Abu Vulkanik Anak Krakatau

BusinessUpdate – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tiga bandara yang disiapkan sebagai alternatif yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak,” kata Menteri Perhubungan Dudi Prawagandhi dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Minggu (6/9/2026).

Menurut Dudi, alternatif tersebut disiapkan mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan penerbangan, khususnya menuju Jakarta. “Jadi ada beberapa bandara yang di Jawa yang kami persiapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik, cuaca, serta aspek keselamatan penerbangan. Dudi menambahkan, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah juga telah dialihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati.

Berdasarkan hasil paper test yang dilakukan pada pukul 12.00 WIB, Kertajati belum terdampak abu vulkanik sehingga masih memungkinkan untuk digunakan. Namun, kondisi cuaca yang dinamis membuat pemerintah tetap meminta maskapai mengantisipasi kemungkinan perubahan arah sebaran abu.

“Mengingat cuaca yang selalu dinamis, sangat dinamis, kami minta supaya airlines juga mengantisipasi atau mewaspadai apabila penyebaran dari debu vulkanik ini mengarah ke Kertajati,” kata Dudi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menutup lima bandara akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kelima bandara tersebut yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Budiarto Curug. Pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan ditutup setelah terindikasi terdampak abu vulkanik.

Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus memperbarui kondisi bandara berdasarkan informasi dari BMKG dan berkoordinasi dengan PVMBG, AirNav, Angkasa Pura, serta maskapai penerbangan. (rn/jh)

PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari PLTP Gunung Salak

BusinessUpdate – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terus mengoptimalkan potensi energi bersih melalui pengembangan aset karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak, Jawa Barat. PLN IP berkolaborasi dengan South Pole AG dalam pengembangan aset karbon yang berasal dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan nilai tambah dari pengurangan emisi sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan PLN IP melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia.

Dalam penandatanganan tersebut, PLN Indonesia Power diwakili Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Julita Indah bersama Specialist, Business Development Sustainable Technologies SEA South Pole AG Fadri Mokolintad.

Potensi pengurangan emisi dari peningkatan kapasitas tersebut selanjutnya dapat dimonetisasi menjadi aset karbon bernilai ekonomi dan diperdagangkan.

Sejalan dengan arah percepatan transisi energi tersebut, PLN Indonesia Power terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mengoptimalkan potensi energi bersih, termasuk melalui pengembangan aset karbon dari pembangkit berbasis energi terbarukan.

Ia menegaskan pengembangan aset karbon menjadi salah satu peluang untuk menghadirkan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih.

“Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan. Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami melihat adanya peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia,” kata Bernadus dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen PLN IP dalam mengoptimalkan potensi pembangkit berbasis energi terbarukan melalui berbagai inovasi dan skema pengembangan yang dapat mendukung transisi energi.

“Geothermal memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang andal. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja aset pembangkit, tetapi juga membuka peluang nilai tambah dari aspek lingkungan dan pengurangan emisi,” tambahnya.

Melalui monetisasi aset karbon, pengurangan emisi yang dihasilkan dari pengembangan pembangkit energi terbarukan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan insentif bagi keberlanjutan investasi dan pengembangan sektor energi bersih.

PLN IP terus menjalankan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan sebagai bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia.

“Kolaborasi pengembangan aset karbon PLTP Gunung Salak menjadi salah satu langkah dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas dari energi bersih, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” sebut Bernadus. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

Erupsi Anak Krakatau Bandara Soetta Tutup Sementara

BusinessUpdate – Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) dini hari menyusul terdeteksinya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan itu diambil setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan metode paper test.

Penutupan dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26. Operasional bandara dihentikan sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Penutupan yang semula dijadwalkan hingga pukul 05.30 WIB kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan keputusan itu diambil setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan metode paper test. Pemeriksaan yang berlangsung pada Minggu dini hari, sekitar pukul 00.35-01.05 WIB, menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta. B

Langkah penghentian sementara operasional dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan penerbangan di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Puluhan penerbangan terdampak Dampak aktivitas vulkanik tersebut telah dirasakan sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB, terdapat 33 penerbangan yang terdampak. Pada penerbangan internasional, tercatat 16 penerbangan dibatalkan, tujuh mengalami penundaan, dan lima lainnya dijadwalkan kembali.

Sejumlah rute internasional yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur. Sementara itu, pada penerbangan domestik tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak mencakup penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya.

Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan. Koordinasi dilakukan bersama operator penerbangan, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kondisi sebaran abu vulkanik menjadi perhatian penting dalam operasional penerbangan karena keberadaan material vulkanik di jalur penerbangan dapat memengaruhi keselamatan pesawat. Karena itu, calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing.

Penumpang juga disarankan memperhitungkan kemungkinan terjadinya perubahan jadwal penerbangan. Pemerintah memastikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi operasional penerbangan terus dipantau. Informasi lanjutan akan disampaikan apabila terdapat perubahan signifikan terhadap aktivitas Bandara Soekarno-Hatta. (pa/jh. Foto: Dok. Injourney Airports)

Fuel Surcharge Naik Harga Tiket Pesawat Diprediksi Meningkat 8 Persen

BusinessUpdate – Harga tiket pesawat penerbangan domestik kelas ekonomi pada September 2026 diperkirakan naik rata-rata sekitar 8% menyusul adanya penyesuaian komponen fuel surcharge (FS) seiring meningkatnya harga bahan bakar pesawat atau avtur.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan, penyesuaian fuel surcharge dilakukan untuk merespons kenaikan harga avtur, bukan karena adanya kenaikan tarif dasar tiket pesawat.

“Penyesuaian fuel surcharge murni dilakukan untuk merespons dinamika harga avtur dunia, bukan merupakan kenaikan tarif dasar tiket pesawat,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026). Ia mengatakan, komponen fuel surcharge juga wajib dicantumkan secara terpisah dalam tiket pesawat. Ketentuan ini bertujuan agar masyarakat memperoleh informasi mengenai struktur tarif secara transparan.

Kemenhub mencatat harga rata-rata avtur meningkat sekitar 6,5% pada September 2026. Harga rata-rata avtur naik dari Rp21.892 per liter pada Agustus menjadi Rp23.315 per liter pada September 2026. Kenaikan harga avtur tersebut menjadi dasar penyesuaian batas maksimal fuel surcharge untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026, batas maksimal fuel surcharge pada September ditetapkan sebesar 40% dari Tarif Batas Atas (TBA). Ketentuan tersebut meningkat dari batas maksimal sebelumnya sebesar 30%.

Batas maksimal fuel surcharge sebesar 40% tidak berarti harga tiket pesawat secara keseluruhan naik 40%. “Angka 40 persen itu mengacu pada persentase maksimal dari Tarif Batas Atas untuk komponen fuel surcharge, bukan 40% dari total harga tiket,” ujarnya.

Lukman mengatakan, penyesuaian batas maksimal fuel surcharge tersebut membuat harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi diperkirakan meningkat rata-rata sekitar 8%. Meski demikian, besaran kenaikan harga tiket yang dibayarkan penumpang dapat berbeda-beda antar-maskapai karena maskapai tidak diwajibkan menerapkan fuel surcharge hingga batas maksimal 40%. (pa/jh)

PGN Gelar Program Bantuan Konversi BBG bagi Taksol

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberikan kesempatan bagi pengemudi taksi online (taksol) untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar gas (BBG) melalui pemasangan kit BBG secara gratis.

Perusahaan menyatakan program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 memberikan manfaat bagi pengemudi taksi online berupa penurunan biaya operasional hingga 55%.

“Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Selama periode Agustus – September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026. Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, lanjut Fajriyah total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.

Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp810 juta per tahun. Sedangkan, jika volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar per tahun.

“Dengan demikian, pemanfaatan BBG berpotensi menghasilkan penghematan biaya bahan bakar minimal sekitar Rp990 juta per tahun bagi 75 penerima manfaat secara keseluruhan,” katanya.

Selain memberikan manfaat secara ekonomi, menurut dia penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060. Dengan penggunaan energi yang setara, lanjutnya BBG menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 19% lebih rendah dibandingkan bensin subsidi.

Berdasarkan proyeksi penggunaan BBG hingga sekitar 180.000 LSP per tahun oleh 75 penerima manfaat, program konversi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 73 ton CO₂ eq per tahun.

“Dengan demikian, peralihan dari bahan bakar minyak ke BBG tidak hanya membantu pengemudi menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” katanya.

Fajriyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.

Penanggung jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengapresiasi dukungan PGN yang dinilai memberikan manfaat besar bagi pengemudi taksi online dengan intensitas penggunaan kendaraan dan konsumsi bahan bakar tinggi.

“Bantuan konversi kit BBG secara gratis ini sangat berarti bagi para pengemudi online. Biaya pemasangan konverter secara mandiri cukup besar, sehingga program ini membuka kesempatan untuk beralih menggunakan BBG dengan lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat yang paling dirasakan dari konversi adalah efisiensi biaya bahan bakar, selain harganya lebih kompetitif, BBG menghasilkan pembakaran yang lebih bersih sehingga diharapkan turut mendukung kinerja dan perawatan mesin dalam jangka panjang. (ip/jh. Foto: Dok. PGN)

Inalum Salurkan Bantuan Senilai Rp252 Juta untuk Korban Gempa NTT

BusinessUpdate – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyalurkan bantuan senilai Rp252 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diwujudkan dalam sejumlah kebutuhan dasar, antara lain 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, serta 84 dus air mineral.

Bantuan itu dihimpun melalui inisiatif sukarela Insan Inalum dan diperkuat perusahaan melalui kebijakan matching donation dengan skema 1:1. Melalui skema tersebut, setiap Rp1 donasi yang dihimpun Insan Inalum ditambahkan Rp1 oleh perusahaan dengan nilai yang sama. Total bantuan yang terkumpul dan disalurkan mencapai Rp252 juta.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut berawal dari kepedulian Insan Inalum terhadap masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan Inalum yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas,” ujar Melati dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Menurut Melati, dukungan terhadap masyarakat terdampak tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar. “Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” katanya.

Untuk itu, perseroan juga menerjunkan sembilan pegawai yang tergabung dalam Inalum Relawan (I-Wan) ke wilayah terdampak gempa di NTT. Para relawan tersebut berasal dari berbagai latar belakang kompetensi, termasuk tenaga medis dan personel keamanan.

Selama berada di wilayah terdampak, para relawan turut mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, serta melaksanakan kegiatan trauma healing dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Bantuan Inalum diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, pada 1 September 2026.

Hery mengapresiasi dukungan Inalum dalam penanganan bencana di NTT. “Kami mengapresiasi dukungan dari Inalum. Kami sadar, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” ujar Hery. (ip/jh. Foto: Dok. Inalum)