Home Blog Page 65

Bukalapak Raih Pendapatan Rp4 Triliun Sepanjang Semester I/2026

BusinessUpdate – PT BUKALAPAK.COM Tbk (BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp4,0 triliun pada Semester I/2026, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama 2025. Khusus kuartal II/2026 perseroan mencatatkan pendapatan Rp1,6 triliun.

Margin kontribusi perseroan tercatat sebesar Rp72 miliar pada kuartal II/2026 dan margin kontribusi selama semester I tahun ini tumbuh 11% menjadi Rp171 miliar.

Direktur PT BUKALAPAK.COM Tbk Victor Putra Lesmana, memaparkan perusahaan juga mencatat Adjusted EBITDA sebesar Rp6 miliar di kuartal kedua 2026, melanjutkan tren Adjusted EBITDA yang positif sejak awal tahun.

Sepanjang semester I/2026, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp10 miliar, meningkat sekitar Rp44 miliar dibandingkan negatif Rp34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I/2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan,” kata Victro dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, perseroan tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen.

Pada kuartal II/2026, segmen Gaming mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Secara kumulatif, pendapatan Gaming selama semester I tahun ini tumbuh 42% menjadi Rp3,5 triliun, didukung oleh pengembangan bisnis internasional. Segmen ini juga mencatat Adjusted EBITDA positif secara konsisten, yaitu sebesar Rp7 miliar pada kuartal kedua 2026.

Mitra Bukalapak mencatatkan pendapatan Rp152 miliar pada kuartal kedua 2026, dari sebelumnya Rp188 miliar pada periode sama 2025. Dampak dari langkah untuk fokus pada produk yang lebih selektif ini, juga mempengaruhi performa paruh pertama tahun ini, dengan pendapatan semester I/2026 mencatat penurunan sebesar 27% secara tahunan (yoy) dibanding periode sama 2025.

Hal itu sebagai bagian dari konsolidasi menuju profitabilitas yang lebih sehat, sejalan dengan fokus strategis untuk mendorong produk bermargin lebih tinggi.

Terbukti dari margin kontribusi Mitra yang tumbuh 48% menjadi Rp29 miliar pada kuartal kedua 2026. Adjusted EBITDA Mitra juga berbalik positif menjadi Rp8 miliar pada kuartal yang sama, dari negatif Rp9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Investment melalui BMoney melanjutkan pertumbuhan dengan pendapatan paruh pertama 2026 tumbuh 68% secara tahunan (yoy), dari Rp26 miliar menjadi Rp44 miliar. Pada 1H26, margin kontribusi turut tumbuh 62% menjadi Rp15 miliar, didukung oleh pertumbuhan assets under management (AUM) yang mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp60 miliar pada kuartal kedua 2026, di tengah fokus perusahaan dalam mengoptimalkan pipeline produk, mengelola persediaan, serta mengembangkan jaringan gerai secara selektif.

Efek dari pendekatan selektif ini tercermin pada performa paruh pertama, di mana pendapatan semester 1 tahun ini berada di angka Rp139 miliar, mengalami penurunan sebesar 14% dari posisi Rp162 miliar pada semester 1 tahun lalu.

“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, dan pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan,” tutup Victor. (pa/jh. Foto: Dok. BUKA)

Kementerian PKP Ajak Danantara Cari Solusi Mangkraknya Proyek LRT City

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggandeng Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, untuk membahas penyelesaian proyek LRT City yang mangkrak.

Pembahasan tersebut dilakukan setelah Maruarar berkoordinasi dengan sejumlah lembaga negara, yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Saya sudah ketemu BPK, saya sudah ketemu dengan BPKP, saya sudah ketemu dengan Pak Nyoman minggu lalu. Kemudian saya sudah ketemu Pak Ateh dua hari lalu. Saya sudah ketemu dengan Pak Dony BP BUMN dua hari lalu,” katanya, Selasa (28/07/2026).

Maruarar mengatakan, Kementerian PKP akan mengundang pengembang lama dan pengembang baru, direksi perusahaan, serta konsumen untuk membahas penyelesaian proyek tersebut. Keterlibatan seluruh pihak diperlukan karena jajaran direksi baru menjabat dalam beberapa pekan terakhir.

Ia memastikan hasil pembahasan tersebut nantinya akan disampaikan secara rinci kepada BPK dan BPKP. Maruarar menegaskan negara harus hadir untuk membantu penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam kasus proyek hunian yang mangkrak.

Ia mencontohkan langkah pemerintah saat menangani persoalan Meikarta yang telah menghasilkan pengembalian dana kepada konsumen. “Ini negara harus hadir. Seperti waktu soal Meikarta, negara hadir. Bisa dicek sudah berapa itu yang pengembalian. Negara harus hadir,” kata Maruarar.

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) baru-baru ini menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh salah satu mitra vendor genset, PT Tiyang Tehnik Seisoku. Perusahaan itu menggugat ADCP ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang terdaftar dengan nomor perkara 185/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst pada 17 Juni 2026.

Dikutip dari laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan kontrak itu, ADCP disebut masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pemohon sebesar Rp381.726.000.

“Bahwa atas pekerjaan tersebut Termohon mempunyai utang kepada Pemohon sebesar Rp 381.726.000,” tulis Direktur Keuangan ADCP, Achmad Wachid Abdullah, dikutip pada Selasa (28/7/2026).

Sementara itu, berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2026, hakim menolak permohonan PKPU. Meski demikian, manajemen ADCP menilai putusan penolakan PKPU tersebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Manajemen ADCP mengklaim operasional perusahaan masih tetap berjalan seperti biasa. Perusahaan juga mengklaim tidak ada pelanggaran dalam perjanjian utang dengan para kreditur. (ip/jh. Foto: Dok. ADCP)

Allianz Life Indonesia Cetak Laba bersih Rp510,21 Miliar pada 2025

BusinessUpdate – PT Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp510,21 miliar pada 2025. Sedangkan, laba komprehensif sebesar Rp789,06 miliar, naik 7,10% secara tahunan (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, dikutip Rabu (29/7/2026), hasil jasa asuransi bersih perusahaan tercatat Rp737,55 miliar. Hasil itu terdiri dari pendapatan jasa asuransi yang naik 18,12% secara tahunan (yoy) menjadi Rp10,10 triliun. Kemudian, beban jasa asuransi Rp9,01 triliun dan beban dari kontrak reasuransi milikan Rp353,96 miliar.

Sementara itu, hasil asuransi dan investasi bersih Allianz Life per 2025 sebesar Rp429,36 miliar. Terperinci, pendapatan investasi (termasuk PAYDI) Rp1,65 triliun, beban investasi (termasuk PAYDI) Rp140,62 miliar. Kemudian, keuntungan investasi yang direalisasikan dan belum direalisasikan Rp464,38 miliar, beban keuangan dari kontrak asuransi Rp1,61 triliun, dan pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi Rp62,46 miliar.

Adapun, laba sebelum pajak perusahaan pada 2025 sebesar Rp462,92 miliar dan beban pajak Rp47,28 miliar. Dengan demikian laba setelah pajak Rp510,21 miliar. Kemudian, pendapatan komprehensif lainnya – bersih Rp278,85 miliar, sehingga laba komprehensif Rp789,06 miliar, naik 7,10% yoy.

Berpindah ke neraca, sepanjang 2025 jumlah aset Allianz Life naik 4,05% yoy menjadi Rp36,42 triliun. Aset terbesar berasal dari aset investasi kontrak PAYDI Rp17,15 triliun, investasi Rp11,05 triliun, dan kas dan setara kas Rp4,52 triliun. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas terbesar berasal dari liabilitas kontrak PAYDI Rp17,21 triliun, akumulasi laba ditahan Rp9,16 triliun, dan liabilitas kontrak asuransi Rp7,83 triliun.

Allianz Life mencatat jumlah tingkat solvabilitas sebesar Rp2,70 triliun, naik 24,42% yoy. Sementara itu, jumlah Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) sebesar Rp1,04 triliun. Kemudian, rasio pencapaian solvabilitas pada 2025 sebesar 260%. (pa/jh. Foto: Dok. Allianz Life)

GMFI Bakal Lakukan Kuasi Reorganisasi untuk Perkuat Struktur Modal

BusinessUpdate – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan kuasi reorganisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan dan memperbesar ruang ekspansi bisnis.

Persetujuan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan di Auditorium Hanggar 4 GMF pada Selasa (28/7/2026).

“RUPSLB menyetujui dua agenda utama, yakni pelaksanaan kuasi reorganisasi yang disertai pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan,” kata Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 117,1 miliar saham atau 93,85% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Kuasi reorganisasi merupakan langkah penataan ekuitas yang dilakukan melalui mekanisme akuntansi untuk menghapus saldo laba negatif akibat akumulasi kerugian pada masa lalu.

Proses tersebut tidak melibatkan tambahan setoran modal dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, maupun menimbulkan dilusi terhadap pemegang saham.

Andi mengatakan, kuasi reorganisasi menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat fondasi keuangan setelah mencatatkan perbaikan kinerja secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Andi.

Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Januari 2026, GMFI masih memiliki saldo laba negatif sebesar US$512,9 juta. Penghapusan defisit tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham senilai US$299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar US$1,1 juta, serta penurunan nilai nominal saham senilai US$212,2 juta tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar.

Perseroan menyatakan pelaksanaan kuasi reorganisasi telah memenuhi seluruh persyaratan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. Selama tiga tahun terakhir, GMFI secara konsisten membukukan laba usaha dan laba bersih.

Kinerja keuangan Perseroan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pendapatan meningkat dari US$373,21 juta pada 2023 menjadi US$491,88 juta pada 2025 atau tumbuh 31,8%.

alam periode yang sama, laba operasional melonjak 118,7% menjadi US$60,57 juta, sedangkan laba bersih meningkat 68,4% menjadi US$33,97 juta. Tren tersebut berlanjut pada kuartal I/2026 dengan laba berjalan mencapai US$6,76 juta.

Menurut Andi, struktur permodalan yang lebih sehat akan memberikan ruang lebih besar bagi Perseroan untuk memperkuat daya saing sekaligus mempercepat realisasi berbagai agenda pengembangan usaha. (rn/jh. Foto: Dok. GMFI)

PLN EPI: Keberhasilan Pemanfaatan Biomassa Tergantung Rantai Pasok dan Kualitas Bahan

BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan, keberhasilan pemanfaatan biomassa untuk PLTU, tidak hanya bergantung pada besarnya potensi bahan bakunya, tetapi juga rantai pasok yang efisien, standar kualitas bahan bakar yang konsisten, dan infrastruktur pengolahan yang andal.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, menjelaskan PLN EPI dibentuk untuk menjamin pasokan energi primer bagi sekitar 200 unit PLTU, 200 unit PLTG/PLTGU/PLTMG, dan 800 unit PLTD di seluruh Indonesia.

“Sekitar 90% pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil. Karena itu, kami terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai substitusi batu bara untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan pencapaian net zero emissions,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Hokkop, seluruh biomassa yang dimanfaatkan PLN EPI berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian, sehingga tidak berasal dari aktivitas penebangan hutan maupun deforestasi.

Pendekatan tersebut memastikan pengembangan biomassa tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular. “Kami memanfaatkan residu yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor kehutanan dan perkebunan, tanpa mengorbankan kelestarian hutan,” jelasnya.

Ia menambahkan melalui proses pengolahan dan pengendalian mutu yang tepat, biomassa dapat memenuhi spesifikasi teknis pembangkit, sehingga mampu menggantikan sebagian konsumsi batu bara tanpa mengurangi keandalan operasi PLTU.

Implementasi program co-firing PLN EPI juga terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, perusahaan memasok 2,35 juta ton biomassa yang berkontribusi pada penurunan emisi 2,72 juta ton CO2e. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 dan 4,07 juta ton pada 2027 untuk mendukung implementasi co-firing di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia.

Secara kumulatif selama periode 2023-2026, PLN EPI telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton. Pasokan tersebut didominasi biomassa berbasis kayu, terutama sawdust sebesar 54,6% dan woodchip 22,4%, yang telah memenuhi kebutuhan spesifikasi bahan bakar pembangkit.

Menurut Hokkop, peningkatan volume pasokan harus dibarengi dengan penguatan ekosistem biomassa secara menyeluruh. “Tantangan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kapasitas pengolahan, standardisasi kualitas, penyimpanan, serta sistem distribusi yang efisien,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Hokkop, PLN EPI mengembangkan model spoke-hub, yang mengintegrasikan titik pengumpulan bahan baku (sub hub), fasilitas produksi (hub), hingga main hub sebagai pusat pengolahan, pencampuran, penyimpanan, dan pengendalian mutu biomassa sebelum didistribusikan ke pembangkit.

Model tersebut juga diperkuat melalui marketplace Biomassa, suatu platform digital yang menghubungkan pemasok dengan kebutuhan biomassa di setiap pembangkit.

Saat ini, PLN EPI telah mengoperasikan fasilitas pengolahan biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis, Jabar, dengan kapasitas masing-masing 10 ton per jam. Ke depan, perusahaan juga akan memperluas jaringan hub Biomassa di Lebak, Lamongan, Blora, Cilegon, hingga Suralaya sebagai bagian dari penguatan rantai pasok biomassa nasional.

Hingga 2028, PLN EPI menargetkan pembangunan 15 main hub/hub Biomassa di berbagai wilayah Indonesia melalui investasi perusahaan maupun kolaborasi dengan mitra strategis. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjamin kualitas dan kontinuitas pasokan, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik biomassa bagi pembangkit listrik di seluruh Indonesia. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

1,6 Juta Penumpang Kereta Api Gunakan Layanan Face Recognition

BusinessUpdate – Sebanyak 1.689.524 penumpang kereta api jarak jauh menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang semester I/2026.

“Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Selasa (26/7/2026).

Face Recognition Boarding Gate merupakan inovasi KAI untuk mempermudah pemeriksaan tiket berbasis teknologi pengenalan wajah. Melalui layanan tersebut, penumpang kereta api perlu memindai wajah pada mesin pemindai di pintu keberangkatan tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.

Menurut Franoto, penggunaan teknologi tersebut mempercepat proses pemeriksaan sekaligus memberikan kemudahan kepada pelanggan saat memasuki area keberangkatan. Pemanfaatan face recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. “Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” ujar Franoto.

Stasiun Gambir mencatat jumlah pengguna face recognition terbanyak, yakni 1.004.346 penumpang atau sekitar 61% dari total keseluruhan pelanggan yang melakukan perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir. Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 penumpang, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 penumpang.

Saat ini, fasilitas face recognition boarding gate tersedia sebanyak empat unit di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area peron 1 serta peron 3-4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.

Franoto menegaskan KAI menerapkan sistem perlindungan data dalam penggunaan layanan tersebut. Data pelanggan digunakan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan dikelola dengan memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi face recognition,” tegas Franoto.

Adapun, cara mendaftar face recognition dapat melalui aplikasi Access by KAI. Selanjutnya, pilih menu akun, kemudian pilih registrasi face recognition. Berikutnya, masukkan data yang diminta sesuai identitas penumpang, lakukan pengambilan foto wajah melalui aplikasi, dan pastikan proses pendaftaran berhasil sebelum menggunakan fasilitas boarding.

Selain melalui aplikasi Access by KAI, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas pada layanan registrasi face recognition di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan face recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Franoto. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Laba Bersih Indosat Melejit 84,5 Persen, Ini Sebabnya!

BusinessUpdate – PT Indosat Tbk. (ISAT) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp4,31 triliun pada semester I/2026, naik 84,5% secara tahunan (yoy) dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta keuntungan satu kali (one-off gain) dari monetisasi bisnis FiberCo.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, pendapatan perseroan pada periode ini tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp30,65 triliun, sedangkan EBITDA meningkat 13,6% menjadi Rp14,60 triliun dengan margin EBITDA terjaga di level 47,6%.

“Kinerja tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis yang semakin skalabel, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta kemampuan perseroan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah persaingan industri telekomunikasi,” jelas Manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Dari sisi operasional, pendapatan seluler masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp25,53 triliun atau sekitar 83,3% dari total pendapatan, tumbuh 12,2% dibandingkan semester I/2025.

Sementara itu, segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan tercepat sebesar 18,5% menjadi Rp4,69 triliun, sedangkan pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.

Perseroan menjelaskan kenaikan laba bersih terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan meningkatnya penghasilan operasional lain-lain. Salah satu faktor utamanya berasal dari keuntungan satu kali hasil monetisasi FiberCo pada semester I/2026, meskipun sebagian diimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan, pemasaran, serta administrasi.

Indosat juga mencatat laba usaha sebesar Rp7,74 triliun atau naik 49,3% yoy. Di sisi lain, beban operasional hanya meningkat 4,5% menjadi Rp22,92 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sehingga mendukung peningkatan profitabilitas.

Kinerja operasional turut ditopang oleh peningkatan kualitas pelanggan. ARPU (average revenue per user) seluler gabungan naik 17,3% menjadi Rp46.000, sementara trafik data meningkat 19,9% menjadi 9.892 petabyte (PB). Jumlah pelanggan seluler tercatat sekitar 93,4 juta hingga akhir Juni 2026.

Untuk menopang pertumbuhan trafik, Indosat memperluas jaringan dengan mengoperasikan sekitar 214.000 BTS 4G dan lebih dari 10.000 BTS 5G hingga akhir semester I/2026. Jumlah BTS 5G melonjak lebih dari 11 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain memperkuat infrastruktur, Indosat pada tahun ini membentuk kemitraan strategis dengan Arsari Group melalui PT Infra Fiber Teknologi (IFT) untuk mengembangkan infrastruktur fiber digital terbuka (open access).

Perseroan juga menggandeng Nokia dalam modernisasi jaringan melalui implementasi 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas layanan digital bagi pelanggan. (ip/jh. Foto: Dok. Indosat)

BTN dan BSN Dominasi Penyaluran FLPP Rumah Subsidi

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional atau BSN, mendominasi penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang Semester I/2026.

Kedua bank itu membiayai 67.518 unit rumah. BTN menyalurkan pembiayaan kepada 44.388 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan BSN membiayai 23.130 MBR. Mengacu pada data BP Tapera, total penyaluran FLPP secara nasional hingga 30 Juni 2026 mencapai 91.531 unit rumah. Itu artinya, realisasi pembiayaan FLPP BTN dan BSN mencapai hampir 74% dari total realisasi FLPP nasional.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, posisi BTN dan BSN di dua peringkat teratas mencerminkan besarnya kontribusi pembiayaan konvensional dan syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan pengalaman kami dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama, baik melalui skema konvensional maupun syariah,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Menurut Nixon, tingginya penyaluran FLPP menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap rumah layak dan terjangkau masih sangat besar. Hal itu juga tecermin dari meningkatnya jumlah penerima manfaat FLPP secara nasional yang semula mencapai 91.531 MBR per 30 Juni 2026 menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026.

Ia mengingatkan, peningkatan penyaluran pembiayaan harus diimbangi dengan kualitas rumah, ketepatan sasaran penerima, dan tingkat keterhunian. “Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya,” tambahnya.

Selain menjadi penyalur FLPP terbesar pada Semester I/2026, BTN juga meraih peringkat pertama sebagai bank penyalur Pembiayaan Tapera terbanyak selama periode 2021-2025 dengan realisasi sebanyak 12.637 peserta. Sementara BSN berada di posisi kedua dengan 2.811 peserta, sedangkan BRI menempati peringkat ketiga dengan 2.347 peserta.

Nixon menjelaskan, keberhasilan penyaluran rumah subsidi tidak hanya diukur dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari pemantauan pasca akad untuk memastikan rumah benar-benar dihuni oleh penerima yang berhak.

“Penyaluran bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut dipantau setelah akad. Pelaporan dan validasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program rumah subsidi,” kata Nixon.

BP Tapera telah memantau 48.958 rumah FLPP hingga akhir Juni 2026 dengan tingkat keterhunian mencapai 93,35%. Hingga akhir tahun, lembaga tersebut menargetkan pemantauan terhadap 75.000 rumah FLPP di sedikitnya 77 kabupaten dan kota. (pa/jh. Foto: Dok. Kemen PKP)

INET Luncurkan Layanan Digital Terintegrasi untuk Korporasi

BusinessUpdate – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang bergerak dalam pengembangan infrastruktur konektivitas memperluas portofolio bisnis ke layanan digital korporasi melalui peluncuran NewConnext guna menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan transformasi digital perusahaan.

Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan NewConnext dijalankan melalui anak usaha perseroan, PT Data Prima Solusindo, untuk menyediakan layanan digital terintegrasi yang mencakup konektivitas, pusat data, otomasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga penyediaan tenaga profesional.

“Kehadiran NewConnext memperkuat kemampuan kami untuk masuk lebih dalam ke kebutuhan pelanggan korporasi, mulai dari konektivitas, infrastruktur pendukung, layanan digital, hingga solusi operasional yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan transformasi digital,” kata Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Peluncuran layanan tersebut dilakukan di Jakarta pada Senin (27/7/2026) di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional seiring perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan (cloud computing), dan pertumbuhan ekonomi digital.

Menurutnya, perusahaan kini membutuhkan layanan digital yang terintegrasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. “Segmen korporasi membutuhkan mitra yang memahami infrastruktur, teknologi, dan kebutuhan operasional bisnis. Melalui NewConnext, kami ingin memperluas peran INET dari penyedia infrastruktur menjadi mitra pertumbuhan digital bagi pelanggan enterprise,” ujarnya.

CEO NewConnext Noertattu Supanery mengatakan layanan yang dikembangkan mengintegrasikan infrastruktur kabel domestik dan internasional, pusat data, otomasi berbasis AI, serta solusi talenta profesional dalam satu ekosistem untuk mendukung transformasi digital pelanggan korporasi.

Layanan NewConnext mencakup konektivitas, infrastruktur teknologi informasi, dukungan pusat data, otomasi proses bisnis, serta penyediaan tenaga ahli sesuai kebutuhan operasional pelanggan.

Perusahaan berharap segmen korporasi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap konektivitas, keamanan data, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi digital.

Perseroan akan mengembangkan layanan NewConnext secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan operasional, tata kelola perusahaan, serta keberlanjutan layanan. (rn/jh. Foto: Dok. Inet)

Empat Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi

BusinessUpdate – Seorang dokter spesialis Jantung mengatakan sejumlah buah dan sayur menyediakan sumber nutrisi penting bagi kesehatan termasuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

“Jika Anda telah didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi, mengonsumsi beragam buah dan sayuran dapat membantu mengendalikan tekanan darah,” ujar David Sabgir, M.D, dokter tersebut, dikutip dari EatingWell, Selasa (28/7/2026).

Menurut Sabgir, buah dapat membantu menstabilkan atau menurunkan tekanan darah karena kandungan nutrisinya. Inilah empat buah penurun tekanan darah.

Pisang

Pisang mengandung kalium sebagai nutrisi yang membantu menjaga tekanan darah dan baik untuk jantung. “Pisang merupakan sumber kalium yang baik, telah terbukti membantu mengendalikan hipertensi dan dikenal dengan kemampuannya untuk mengurangi dampak natrium di dalam tubuh sekaligus meredakan ketegangan pada dinding pembuluh darah,” ujar Sabgir.

Alpukat

Menurut Sabgir, alpukat tidak hanya mengandung serat dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga kaya kalium.

Sabgir mengatakan dalam satu porsi alpukat terdapat sekitar 250 miligram kalium, atau sekitar sepertiga dari alpukat berukuran sedang.

“Pola makan yang kaya kalium dapat membantu mengimbangi sebagian efek buruk natrium terhadap tekanan darah,” jelasnya.

Beri

Buah jenis beri seperti raspberry, blueberry, maupun blackberry, berpotensi membantu mengatasi tekanan darah tinggi. “Buah beri mengandung antioksidan, termasuk antosianin, yang menurut penelitian dapat membantu menurunkan tekanan darah,” tutur Sabgir, mengacu pada sejumlah penelitian yang menunjukkan hubungan antara asupan total antosianin yang lebih tinggi dan penurunan risiko penyakit jantung.

Kiwi

Kiwi memiliki kandungan vitamin seperti vitamin C yang baik dan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

“Penelitian terbaru juga menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi kiwi setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik,” kata Sabgir.

Selain vitamin C, kiwi juga mengandung kalium yang diduga turut berperan dalam manfaat tersebut.

Dalam hal ini, makanan yang kaya kalium dapat membantu mengurangi efek natrium dengan meningkatkan pembuangan kelebihan natrium melalui ginjal.

Menambahkan satu hingga dua porsi pisang, alpukat, buah beri, dan kiwi ke dalam menu harian dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan kalium sekaligus mendukung kesehatan tekanan darah. (ip/jh. Foto: Ilustrasi AI Gemini)