Home Blog Page 65

Mudahkan Pengelolaan Devisa Bank Mandiri Hadirkan DHE Tracker

BusinessUpdate – Bank Mandiri, melalui Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, menghadirkan solusi terintegrasi yang memudahkan eksportir dalam memantau, mengelola, dan memastikan kepatuhan terhadap penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) pada rekening khusus (reksus) sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, DHE SDA merupakan devisa yang berasal dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau pengolahan SDA yang wajib ditempatkan dalam sistem keuangan nasional melalui mekanisme tertentu.

Dalam implementasinya, pengelolaan DHE SDA membutuhkan ketelitian administrasi dan pemantauan transaksi yang konsisten agar perusahaan dapat menjaga kepatuhan sekaligus mengoptimalkan arus kas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kopra by Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker yang dirancang untuk memberikan visibilitas menyeluruh atas transaksi incoming ke Reksus DHE SDA. Melalui fitur itu, Bank Mandiri dapat memantau dana yang masuk secara realtime sehingga proses rekonsiliasi dan pencatatan menjadi lebih akurat, cepat, dan efisien.

Senior Vice President (SVP) Digital Wholesale Banking Bank Mandiri Yohan Sugiono mengatakan, dengan inovasi berkelanjutan, perusahaan memastikan pengelolaan DHE SDA tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi bagi eksportir.

Melalui Kopra by Mandiri, bank tersebut dapat mengelola kewajiban devisa secara lebih terkontrol sekaligus mengoptimalkan likuiditas.

“Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam mendukung eksportir Indonesia tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global. Pada saat bersamaan, juga memperkuat sistem keuangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Yohan dalam rilis pers, Rabu (4/3/2026).

Melalui fitur DHE Tracker, eksportir memperoleh berbagai kemudahan dalam mendukung operasional bisnisnya. Seluruh informasi, mulai dari pelaporan hingga pemeriksaan, tersaji dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan dan duplikasi data.

Salah satu keunggulan utama fitur DHE Tracker adalah kemampuan self-flagging, yang memungkinkan perusahaan mengategorikan dana pendapatan berdasarkan jenisnya, seperti hasil ekspor minyak dan gas bumi (migas), nonmigas, maupun transaksi lainnya sesuai ketentuan.

Pengelompokan tersebut membantu tim keuangan menyusun laporan internal, mendukung proses audit, serta memastikan pemenuhan kewajiban regulasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.

Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan notifikasi otomatis setiap dana masuk ke Reksus DHE SDA. Informasi ini dapat diakses langsung melalui platform Kopra, sehingga perusahaan tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual secara berkala.

Melalui pendekatan yang lebih proaktif ini, pengawasan arus devisa menjadi lebih responsif dan memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan keuangan. Tak hanya itu, laporan transaksi incoming juga dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi untuk memudahkan perusahaan dalam menyimpan arsip dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan dalam pelaporan maupun pemeriksaan.

Dengan pemantauan yang transparan, pengelompokan transaksi yang sistematis, serta kemudahan akses informasi, DHE Tracker pada Kopra by Mandiri menjadi mitra strategis perusahaan dalam menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Melalui inovasi ini, Bank Mandiri tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan solusi yang memperkuat tata kelola keuangan eksportir. Langkah tersebut menegaskan peran aktif Bank Mandiri dalam mendorong penguatan ekosistem ekspor Indonesia melalui transformasi digital yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Strategi Terminal Peti Kemas Surabaya Hadapi Periode Idul Fitri 2026

BusinessUpdate – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 2026 atau 1447 Hijriah. Sejumlah langkah antisipatif disiapkan yakni pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan koordinasi lintas stakeholder.

Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

“Kami menata jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi agar aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” kata Senior Vice President Operasi Terminal Petikemas Surabaya Didik Kurniawan di Surabaya, Kamis (4/3/2026).

TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated Planning and Control (PnC) sebagai pusat koordinasi operasional.

Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian Electrical Rubber Tyred Gantry (E‑RTG) baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

Penguatan kesiapan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE).

Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, ia mengatakan TPS menyusun forecast Berth ​​​​​​​Occupancy Ratio (BOR) dan Yard Occupancy Ratio (YOR).

TPS juga akan menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway.

Pelaksanaan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) pun akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cuka dan depo PLP. Saat ini, kondisi YOR TPS masih dalam batas aman yakni rata-rata 50,7% dengan YOR impor 47,86% dan YOR ekspor 53,61%.

Didik menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran. (pa/jh. Foto: Dok. TPS)

Penjualan Daihatsu pada Februari 2026 Capai 12.336 Unit

BusinessUpdate – Angka penjualan ritel kendaraan Daihatsu pada Februari 2026 naik 10% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 12.336 unit. Mobil penumpang mendominasi penjualan hingga 51%.

Lebih dari 90% kendaraan Daihatsu yang terjual selama kurun itu berupa mobil niaga Commercial Low serta mobil penumpang model Low Cost Green Car (LCGC) dan SUV Medium.

Penjualan mobil niaga mencakup 49% dari seluruh penjualan kendaraan Daihatsu, dengan angka penjualan Gran Max PU (Pick Up) sebanyak 4.010 unit serta Gran Max MB (Mini Bus) sebanyak 2.033 unit.

Mobil penumpang memberikan kontribusi 51% pada penjualan Daihatsu. Angka penjualan LCGC Sigra dan Ayla tercatat 3.906 unit dan SUV Medium Terios membukukan angka penjualan 1.351 unit.

Menurut perusahaan, data penjualan memperlihatkan konsistensi minat masyarakat pada kendaraan penumpang yang terjangkau, efisien, serta bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

“Capaian ini tak lepas dari komitmen Daihatsu dalam menyediakan produk sesuai kebutuhan pelanggan, harga terjangkau, biaya kepemilikan jangka panjang ekonomis, jaringan layanan luas, serta nilai jual kembali stabil, yang mendukung mobil Daihatsu sebagai aset investasi,” kata Direktur Pemasaran dan Komunikasi Korporat PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

Pada 2025 Daihatsu berhasil mempertahankan posisi di peringkat kedua dalam jumlah penjualan ritel kendaraan terbanyak selama 17 tahun berturut-turut di pasar otomotif Indonesia.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, perusahaan asal Jepang itu mengadakan program ​​​​​​DAIFIT untuk menarik lebih banyak konsumen.

Konsumen yang membeli mobil Daihatsu selama periode 1 Februari sampai 30 April 2026 berkesempatan memenangkan hadiah undian umrah untuk sembilan pemenang. Pengundian penerima hadiah akan dilakukan pada Mei 2026.

Program DAIFIT 2026 juga menawarkan layanan gratis administrasi kredit, paket spesial tukar tambah mobil, paket kredit khusus, potongan harga, dan hadiah langsung. (pa/jh. Foto: Dok. Daihatsu Indonesia)

Laba Bersih Jasa Marga Turun 19,43 Persen pada 2025

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp3,65 triliun sepanjang 2025, menurun 19,43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,53 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, JSMR membukukan pendapatan sebesar Rp28,89 triliun sepanjang 2025, turun 5,88% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp31,75 triliun.

Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh penurunan yang signifikan pada pendapatan konstruksi menjadi Rp10,07 triliun pada 2025, turun dari periode tahun sebelumnya Rp13,02 triliun.

Adapun pendapatan JSMR yang berasal dari kontributor utama, yakni tol mengalami peningkatan menjadi Rp18,15 triliun pada 2025, dibanding tahun sebelumnya Rp17,22 triliun.

Sementara itu, pendapatan usaha lainnya juga mengalami peningkatan menjadi Rp1,65 triliun pada 2025, dibanding tahun 2024 sebesar Rp1,51 triliun. EBITDA Perseroan tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa kinerja operasional perseroan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang solid di sejumlah indikator utama, meski dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.

“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” jelas Rivan dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Dari sisi biaya, perusahaan mencatat total beban pokok pendapatan yang mengalami penurunan menjadi Rp18,10 triliun pada 2025 dibanding pada 2024 sebesar Rp20,44 triliun. Ini sejalan dengan turunnya beban konstruksi menjadi Rp10,02 triliun pada 2025, dibanding 2024 sebesar Rp12,94 triliun.

Adapun beban umum dan administrasi mengalami kenaikan menjadi Rp2,48 triliun pada 2025, dibandingkan pada 2024 sebesar Rp2,33 triliun. Pada 2025, laba usaha perseroan tercatat Rp9,65 triliun, atau tumbuh sedikit dibanding tahun 2024 sebesar Rp9,51 triliun.

Biaya keuangan juga mengalami penurunan menjadi Rp3,60 triliun pada 2025, dibanding Rp4,03 triliun pada 2024. Pada 2025, JSMR mencatat total beban pajak penghasilan sejumlah Rp1,54 triliun, dibandingkan Rp157,65 miliar pada tahun 2024. Adapun total aset JSMR meningkat menjadi Rp159,99 triliun pada 2025, dibanding tahun 2024, Rp148,72 triliun.

Sementara itu, total liabilitas mengalami kenaikan menjadi Rp97,63 triliun pada 2025, dibanding tahun sebelumnya Rp89,88 triliun. Rinciannya, liabilitas jangka panjang sebesar Rp81,63 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp15,99 triliun. Adapun total ekuitas JSMR per akhir 2025 sebesar Rp62,36 triliun, tumbuh 6% dibandingkan 2024, sebesar Rp58,83 triliun. (rn/jh. Foto: Dok Jasa Marga)

Pertamina Belum Berencana Naikkan Harga BBM

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) belum berencana menaikkan harga BBM di tengah melambungnya harga minyak global menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas di Iran akhir pekan lalu.

Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur ekspor minyak strategis dunia. Bila ini benar-benar dilakukan maka berpotensi meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait langkah yang akan diambil. Namun, ia memastikan belum ada rencana mengerek harga BBM, khususnya non-subsidi.

“Untuk tarif BBM ke depan ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut,” ungkap Baron di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Ia memastikan hingga saat ini stok BBM terkendali, khususnya dalam menyongsong periode libur dan arus mudik Idul Fitri 2026.

“Stok untuk Ramadan dan Idul Fitri aman. Insya Allah bisa berjalan dengan baik. Itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu,” kata Baron.

Baron mengakui bahwa harga minyak global saat ini melonjak imbas perang. Bahkan, harganya telah melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026 yang sebesar US$70 per barel.

Baron menuturkan, pihaknya secara intensif berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari alternatif impor minyak mentah dari Timur Tengah. Ia menyebut, saat ini impor minyak mentah dari Timur Tengah hanya mencapai 19% dari total impor. Menurutnya, koordinasi itu juga dilakukan demi memenuhi kebutuhan energi nasional.

Ia menambahkan bahwa impor akan dilakukan sesuai dengan tata kelola yang baik. “Kebutuhan nasional merupakan prioritas,” tutup Baron. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Strategi SiCepat Dongkrak Pendapatan Sebesar 25 Persen pada 2026

BusinessUpdate – PT SiCepat Ekspres Indonesia melakukan ekspansi ke segmen business to business (B2B), memperkuat pasar ritel, serta mengembangkan layanan pengiriman internasional guna meningkatkan daya saing dan menjawab kebutuhan sektor ini baik domestik maupun global.

CEO SiCepat Ekspres, Barry Lim mengatakan transformasi itu difokuskan pada penguatan fundamental perusahaan serta akselerasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan agar lebih adaptif terhadap dinamika industri.

“Melalui ekspansi segmen B2B, optimalisasi ritel, serta pengembangan layanan internasional, kami ingin menghadirkan solusi logistik yang semakin relevan dan kompetitif,” kata Barry dalam keterangan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Pihaknya memperkuat lini bisnis di segmen B2B melalui layanan logistik yang secara khusus menangani kebutuhan layanan logistik rantai pasok dan distribusi hingga logistik khusus.

Langkah itu diambil untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor manufaktur, FMCG, rantai ritel serta industri lain yang membutuhkan distribusi skala besar hingga kustomisasi proses logistik.

Selain penguatan B2B, perusahaan itu juga mengoptimalkan layanan pengiriman ritel baik secara daring maupun luring. “Untuk saluran ritel daring sudah tersedia SiCepat Apps dan SiCepat Dashboard untuk pengiriman di segmen C2C dan B2C,” katanya.

Perusahaan juga sedang memperluas jaringan ritel luring melalui mitra penjualan dan titik tujuan dengan cakupan pengiriman ke seluruh Indonesia pada kuartal kedua tahun ini.

Di sisi lain, perusahaan juga memperluas cakupan layanan hingga internasional yang akan beroperasi mulai kuartal kedua tahun ini guna mendukung kebutuhan pengiriman lintas negara yang terus meningkat.

“Kami juga menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 25% di tahun ini, setelah tahun lalu, berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 16%,” katanya.

Lebih dari satu dekade perusahaan itu telah tumbuh menjadi salah satu pelaku logistik utama. Perseroan secara resmi juga memperkenalkan CEO dan susunan manajemen baru untuk memasuki fase transformasi bisnis dan arah strategi perusahaan melalui ekspansi pasar di segmen B2B, penguatan jaringan ritel hingga layanan pengiriman internasional.

Mereka adalah Barry Lim sebagai Chief Executive Officer, Imam Sedayu Pusponegoro sebagai Commercial & External Affairs Director, Andri Buchori sebagai Finance, Accounting & Tax Director, Maurian Dermawan sebagai Legal Director, Eko Pramudito sebagai Human Capital Director serta Rheza Sutedja sebagai Information Technology Director. (pa/jh. Foto: Dok. SiCepat)

Grab Naikkan Anggaran BHR 2026 Dua Kali Lipat Menjadi Rp110 Miliar

BusinessUpdate – Perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi (aplikator) Grab Indonesia menaikkan anggaran Bonus Hari Raya (BHR) sebanyak dua kali lipat bagi mitra pengemudi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1447 Hijriah.

“Melalui BHR 2026, kami ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mitra pengemudi,” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pada 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu menjadi sebesar Rp100 miliar-Rp110 miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.

Program BHR 2026 Grab dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk Mitra Pengemudi Roda 2 dan Mitra Pengemudi Roda 4, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.

Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar.

Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver. Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan.

“Program ini lahir dari itikad baik dan disusun berdasarkan produktivitas para mitra pengemudi,” ujar Neneng. Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel.

Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.

Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem.

“Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi yang berjumlah lebih dari 400.000 mitra pengemudi menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Grab Indonesia)

Mercedes Benz Rilis SUV Edisi Terbatas GLC200 Avantgarde Edition

BusinessUpdate – Mercedes-Benz merilis model SUV baru GLC200 Avantgarde Edition. Model baru ini diperkenalkan dengan harga jual di Australia sebesar $89.490 atau sekitar Rp1,5 miliar.

Dilaporkan Drive pada Selasa (3/3/2026) waktu setempat, harga reguler setelah periode promosi menempatkan GLC200 Avantgarde Edition pada harga $85.400 (Rp1,4 miliar) ditambah biaya jalan, $4800 (Rp80 juta) lebih murah daripada GLC200 standar.

Model edisi khusus baru ini secara resmi disebut GLC200 Avantgarde Edition, sementara GLC200 “reguler” dikenal sebagai GLC200 Avantgarde, tanpa akhiran “Edition”.

GLC200 Avantgarde Edition, seperti model reguler, hanya ditawarkan dalam bentuk bodi SUV dan bukan dalam gaya GLC Coupe yang tersedia pada GLC300.

Mobil ini tetap mempertahankan penggerak semua roda 4Matic, transmisi otomatis sembilan percepatan, dan mesin bensin turbo empat silinder 2.0 liter yang menghasilkan 150kW dan 320Nm.

Dari eksterior, GLC200 Avantgarde Edition mengganti velg alloy 19 inci (48,26 cm) standar GLC200 dengan velg aerodinamis 18 inci (45,72 cm) dengan finishing dua warna hitam dan bertekstur.

Silinder bawah berbahan aluminium dengan desain pijakan samping pada Avantgarde standar juga dihilangkan, digantikan dengan sill plastik profil datar tanpa cat.

Meski demikian, fitur-fitur seperti sunroof panoramik, pintu bagasi elektrik, kontrol iklim dual-zone, lampu depan LED, jok depan yang dapat diatur secara elektrik dengan fungsi memori, dan layar sentuh 11,9 inci (30,2) dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel tetap ada.

Edisi Avantgarde juga menyertakan cat metalik sebagai standar. Cat non-metalik Polar White tersedia, tetapi dapat ditingkatkan ke warna metalik seperti Verde Silver, Obsidian Black, Graphite Grey, High-Tech Silver, dan Spectral Blue tanpa biaya tambahan.

Adapun interior ditawarkan dalam warna Hitam, Sienna Brown dan Hitam, atau Macchiato Beige dan Hitam, sekali lagi tanpa biaya tambahan, tetapi model edisi terbatas dengan nilai tambah ini tidak tersedia dengan peralatan opsional lainnya.

Mercedes-Benz mengatakan GLC200 Avantgarde Edition akan tersedia dalam jumlah terbatas, tetapi belum ada informasi berapa banyak yang akan tersedia untuk pasar Australia. (rn/jh. Foto: Dok. Mercedes Benz)

Pertamina Percantik 1.647 SPBU untuk Tingkatkan Layanan

BusinessUpdate – Untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pelanggan, PT Pertamina Patra Niaga telah mempercantik 1.647 unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan program bertajuk “Retail Make Over SPBU” itu bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan transformasi menyeluruh pada aspek layanan dan pengawasan mutu.

“Retail Make Over ini bukan hanya memperbarui tampilan SPBU, tetapi juga memastikan peningkatan standar pelayanan dan kualitas produk yang diterima masyarakat. Kami ingin setiap SPBU Pertamina menjadi tempat yang bersih, aman, profesional, serta memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Mars Ega dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Melalui program yang dilakukan secara bertahap itu, Pertamina Patra Niaga melakukan peningkatan service level secara komprehensif, mencakup pembaruan totem, toilet, dan musala agar lebih bersih dan representatif.

Selain itu, penyegaran visual SPBU sesuai standar identitas terbaru, perbaikan area filling station termasuk kanopi dan dispenser, peningkatan kompetensi serta standar penampilan operator dengan mengedepankan prinsip 3S (senyum, salam, sapa), hingga optimalisasi sistem layanan dan transaksi, termasuk pemanfaatan pembayaran nontunai MyPertamina.

Pertamina juga memperkuat aspek quality and quantity monitoring guna memastikan mutu dan takaran BBM tetap sesuai standar.

“Pengawasan dilakukan melalui pengecekan free water content untuk memastikan tidak terdapat kandungan air dalam BBM, pemeriksaan densitas guna menjamin kualitas sesuai spesifikasi, serta pengujian takaran nozzle secara berkala untuk memastikan akurasi dispenser tetap terjaga,” jelasnya.

Program Retail Make Over diprioritaskan di SPBU berlokasi strategis dan memiliki volume transaksi tinggi. “Melalui transformasi ini, kami optimistis dapat semakin meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat citra SPBU Pertamina sebagai destinasi energi pilihan masyarakat dengan layanan yang unggul, transparan, dan andal di seluruh Indonesia,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Hari Nyepi Penyeberangan ke Bali Ditutup Sementara

BusinessUpdate – Saat Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tahun 2026, Kemenhub menetapkan pengaturan penyeberangan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Layanan penyeberangan dari dan menuju Bali ditutup sementara.

Pengaturan penyeberangan tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, Nomor: Kep/43/II/2026 tanggal 5 Februari 2026 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah, yang ditandangani oleh Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Kakorlantas Polri, serta Dirjen Bina Marga KemenPU.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, sejumlah penyesuaian operasional penyeberangan akan diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam SKB.

“Sehubungan dengan Hari Nyepi, layanan penyeberangan dari dan menuju Bali akan ditutup sementara. Langkah ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan memastikan pengaturan penyeberangan tetap terkendali karena juga waktunya berdekatan dengan Lebaran,” kata Aan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/3/2026).

Aan menjelaskan, penutupan operasional angkutan penyeberangan akan dilakukan di Pelabuhan Padang Bai – Lembar serta Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk. Seluruh layanan operasional penyeberangan di lintas tersebut akan dihentikan sementara sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan kembali beroperasi setelah periode libur Hari Nyepi berakhir.

Adapun layanan operasional angkutan penyeberangan di sejumlah pelabuhan akan ditutup sementara pada periode 18–20 Maret 2026. Penutupan di Pelabuhan Ketapang berlangsung mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat.

Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk, penghentian layanan diberlakukan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat. Adapun di Pelabuhan Penyeberangan Lembar, penutupan dilakukan sejak Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 waktu setempat.

Sedangkan di Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai, layanan dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 waktu setempat.

Aan mengingatkan masyarakat yang berencana melintasi jalur penyeberangan tersebut agar menyesuaikan waktu keberangkatan serta aktif mengikuti pembaruan informasi resmi dari Ditjen Perhubungan Darat maupun operator terkait, sehingga perjalanan dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)