Home Blog Page 7

PLN IP Kembangkan Co-firing Pembangkit Listrik dengan Hidrogen dan Amonia

BusinessUpdate – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan pencampuran bahan bakar (co-firing) pembangkit listrik dengan hidrogen dan amonia untuk mendorong pembangkitan yang lebih efisien dan rendah emisi. Uji coba sudah dilakukan di PLTDG Pesanggaran, Denpasar serta PLTU Labuan, Banten.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan inovasi teknologi pembangkitan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Salah satunya dilakukan melalui pengujian co-firing hidrogen pada pembangkit gas serta co-firing amonia pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mendorong dekarbonisasi.

“Inovasi ini menjadi bagian dari langkah PLN Indonesia Power dalam mengoptimalkan teknologi pembangkitan sekaligus mengeksplorasi alternatif bahan bakar yang mendukung keberlanjutan sistem ketenagalistrikan nasional,” ujar Bernadus.

Pada pengembangan co-firing hidrogen, PLN Indonesia Power menjadikan PLTDG Pesanggaran, Denpasar, Bali, sebagai salah satu pionir pengujian teknologi tersebut di Indonesia.

Pengujian dilakukan dengan mencampurkan sejumlah gas hidrogen dengan gas alam sebagai bahan bakar mesin pembangkit untuk menyubstitusi sebagian penggunaan gas alam.

PLN Indonesia Power telah melakukan tiga kali pengujian co-firing hidrogen di PLTDG Pesanggaran dengan rasio campuran yang terus ditingkatkan. Rasio pengujian tercatat sebesar 2% pada 2022, meningkat menjadi 7% pada 2024, dan mencapai 23% pada 2025.

Berdasarkan hasil pengujian, penerapan co-firing hidrogen menunjukkan potensi peningkatan efisiensi mesin hingga 5%, pengurangan pemakaian bahan bakar fosil hingga 17%, serta potensi penurunan emisi karbon sebesar 9.600 ton CO2 per tahun.

Selain hidrogen, PLN Indonesia Power juga mengembangkan pengujian co-firing amonia di PLTU Labuan, Banten. Teknologi ini dilakukan dengan mencampurkan sejumlah amonia ke dalam bahan bakar batu bara di boiler PLTU, dengan tujuan mengurangi konsumsi batu bara.

Dalam pengujian dengan rasio campuran amonia sebesar 1%, teknologi ini menunjukkan potensi perbaikan efisiensi PLTU hingga 1,3%, penghematan konsumsi batu bara sekitar 19.700 ton per tahun, serta penurunan emisi karbon hingga 1,8%. Pengujian tersebut juga menunjukkan potensi penurunan emisi tahunan PLTU hingga 35.000 ton.

Untuk mendukung pengembangan co-firing, amonia hijau direncanakan atau dikembangkan melalui pemanfaatan ekses hidrogen dari PLTGU Cilegon, PLTGU Priok, dan PLTGU Tambak Lorok sebagai sumber bahan baku.

Pengembangan ini membuka peluang pemanfaatan potensi hidrogen dalam ekosistem pembangkitan, sekaligus memperkuat keterkaitan inovasi teknologi antarpembangkit dalam mendukung agenda transisi energi.

Bernadus menambahkan pengembangan teknologi alternatif bahan bakar merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjawab tantangan transisi energi, dengan tetap memperhatikan keandalan dan efisiensi pembangkit. “Transisi energi membutuhkan inovasi yang dapat diterapkan secara bertahap, terukur, dan tetap mengedepankan keandalan pasokan listrik,” ujarnya.

Pengujian co-firing hidrogen dan amonia menjadi langkah PLN Indonesia Power dalam mengembangkan alternatif bahan bakar yang berpotensi menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi pembangkitan.

PLN IP juga terus mendorong pengembangan teknologi ini melalui pengujian dan evaluasi agar manfaatnya dapat dioptimalkan secara berkelanjutan. (rn/jh. Foto: PLN IP)

Laba Bersih Bank Jago Kuartal III/2026 Naik 50 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Jago Tbk atau Bank Jago membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp298 miliar hingga kuartal III/2026, meningkat 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp199 miliar.

Peningkatan laba ini turut mengongkrak aset Bank Jago menjadi Rp42,1 triliun per September 2026, meningkat 22% dibandingkan posisi September 2025 sebesar Rp34,5 triliun. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, perseroan berfokus pada pertumbuhan bisnis yang berkualitas, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit.

Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja sekaligus memperkuat fundamental perseroan. “Dengan kemampuan mempertahankan kinerja positif secara terus-menerus, kami yakin kepercayaan nasabah akan semakin kuat dalam menggunakan produk dan layanan kami sebagai bank berbasis teknologi,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Kinerja Bank Jago hingga kuartal III 2026 juga tecermin dari pertumbuhan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,1 juta merupakan nasabah pendanaan (funding) yang menggunakan Aplikasi Jago.

Dari sisi penghimpunan dana, total DPK Bank Jago mencapai Rp28,9 triliun, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,9 triliun. Dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi struktur DPK dengan porsi 53% atau setara Rp15,4 triliun.

Sementara itu, deposito menyumbang 47% atau Rp13,5 triliun. Adapun penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp27,9 triliun per September 2026. Angka tersebut naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,5 triliun.

Arief mengatakan, perseroan tetap menjaga kualitas kredit dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan yang tecermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang tercatat sebesar 0,9%, lebih rendah dibandingkan rata-rata NPL perbankan nasional.

Dari sisi permodalan, Bank Jago memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,5% per September 2026. Tingkat permodalan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi perseroan untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. (ip/jh. Foto: Dok. transfez)

PalmCo Tebar 60 Ribu Bibit Ikan di 12 Sungai di Riau

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menebar 60 ribu bibit ikan baung dan nila di 12 sungai wilayah Riau, Pulau Sumatera untuk memperkuat ekosistem perairan serta mendukung ketahanan pangan masyarakat sekitar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pelestarian ekosistem perairan di sekitar kawasan operasional industri kelapa sawit.

“Kami melepasliarkan sedikitnya 60 ribu bibit ikan air tawar jenis baung dan nila ke belasan sungai yang mengalir di wilayah Riau, Sumatera,” kata Jatmiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Penebaran puluhan ribu bibit ikan itu dilakukan secara serentak di 12 sungai yang berbatasan langsung dengan area operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS). “Secara teknis, setiap titik lokasi sungai menerima alokasi pelepasan sekitar 5.000 bibit ikan,” ujarnya.

Jatmiko mengatakan penebaran kembali bibit ikan itu merupakan komitmen berkelanjutan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk memulihkan populasi fauna perairan.

Ia menegaskan kelestarian ekosistem, termasuk sungai, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis perusahaan.

Selain menebar bibit ikan untuk menjaga populasi fauna dan sumber daya perikanan bagi warga, perusahaan juga aktif melakukan revegetasi melalui gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang difokuskan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, khususnya di area Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sempadan sungai.

Meski pelestarian lingkungan juga mencakup aspek darat melalui penanaman pohon, fokus menjaga kehidupan di bawah air tetap berjalan secara konsisten.

Sepanjang 2026, total bibit ikan yang telah ditebar oleh PTPN IV PalmCo di wilayah Riau tercatat mencapai 70 ribu ekor.

Bibit ikan nila dipilih karena memiliki tingkat kelangsungan hidup serta kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan sungai.

Sementara itu, ikan baung dipilih karena merupakan spesies air tawar endemik yang populer di Riau dan memiliki nilai jual kompetitif di pasar tradisional.

Dalam proses pelepasliaran di lapangan, perusahaan tersebut turut melibatkan partisipasi warga pesisir sungai serta perangkat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan setempat.

Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal ini bertujuan untuk membangun sistem pengawasan lingkungan yang partisipatif dan menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap kondisi sungai.

Dia berharap keberadaan bibit ikan itu mampu memotivasi masyarakat untuk merawat kualitas air dan secara kolektif menghindari metode tangkap ikan yang destruktif. (pa/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Omzet Produk UMKM di Toko Kelontong Jaringan SRC Capai Rp12,9 Triliun

BusinessUpdate – PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) menyampaikan omzet produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipasarkan di jaringan toko kelontong mitra mencapai Rp12,9 triliun pada 2026, meningkat 128% dibandingkan 2023 berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026.

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto mengatakan peningkatan omzet itu berkat program Pojok Lokal yang menyediakan ruang khusus bagi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui jaringan SRC.

“Melalui Pojok Lokal, kami ingin mempertemukan potensi produk lokal dengan jaringan toko yang dekat dengan masyarakat, sehingga peluang pertumbuhan dapat dirasakan oleh pemilik toko maupun pelaku UMKM,” kata Romulus dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, toko kelontong memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih luas ketika terhubung dengan pelaku UMKM dan komunitas di sekitarnya. Keberadaan Pojok Lokal juga disebut memberikan nilai tambah bagi pemilik toko dengan menghadirkan pilihan produk yang lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.

“SRC berkomitmen terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan tokonya agar semakin banyak produk UMKM memperoleh kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain membuka peluang pasar yang lebih luas melalui Pojok Lokal, SRC juga memperkuat kapasitas pemilik toko melalui komunitas Paguyuban SRC. Komunitas tersebut menjadi wadah bagi pemilik toko untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta mendorong pengembangan usaha.

Merujuk pada Riset KG Media 2026, sebanyak 86% pemilik Toko SRC menilai Paguyuban bermanfaat untuk memperluas jaringan bisnis dan menambah ide usaha. Menurut Romulus, interaksi antarpemilik toko menciptakan ruang untuk tukar pengalaman dan praktik baik yang dapat membantu anggota menghadapi berbagai tantangan usaha.

“Kami ingin komunitas ini menjadi ruang yang membantu para pemilik toko berkembang sekaligus memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitarnya,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. SRCIS)

KAI Sediakan Air Minum Gratis di 58 Stasiun Kereta Api

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 43.959.327 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI sepanjang Januari–September 2026. Jumlah tersebut meningkat 8,33% dibandingkan periode yang sama pada 2025, sebanyak 40.578.525 pelanggan.

Untuk memberikan kenyamanan pada pengguna, KAI menyediakan fasilitas air minum gratis di sejumlah stasiun. Berdasarkan data fasilitas terbaru, pemasangan fasilitas ini telah selesai di 58 stasiun, dengan total 124 unit yang tersebar di 70 area.

Fasilitas tersebut tersedia di berbagai wilayah, antara lain Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Malang, dan Tanjungkarang. Pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas sesuai lokasi dan petunjuk penggunaan yang tersedia di stasiun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, fasilitas pendukung di stasiun disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama menunggu maupun sebelum melanjutkan perjalanan.

“Setiap pelanggan memiliki kebiasaan berbeda saat bepergian. Kami berharap fasilitas air minum gratis ini bisa menjadi pilihan bagi pelanggan yang membawa tumbler, sehingga mereka dapat mengisi ulang air minum ketika fasilitas tersedia,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (28/10/2026).

Membawa botol minum yang dapat digunakan berulang kali juga membuka kesempatan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Dampaknya bergantung pada kebiasaan pelanggan, termasuk seberapa sering mereka mengisi ulang tumbler sebagai pengganti membeli minuman dalam kemasan.

Dalam konteks sustainability, penyediaan fasilitas air minum menjadi salah satu upaya yang dapat berjalan bersama perubahan kebiasaan pelanggan. Penggunaan tumbler secara berulang dapat membantu mengurangi kebutuhan kemasan sekali pakai, sementara pengelolaan sampah dan pemanfaatan fasilitas secara tepat tetap memerlukan dukungan bersama.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan membawa tumbler jika memungkinkan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan selama bepergian,” lanjutnya.

KAI terus memperhatikan kebutuhan pelanggan selama berada di stasiun, termasuk fasilitas yang mendukung kenyamanan perjalanan dan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Pelanggan dapat menanyakan lokasi fasilitas air minum kepada petugas stasiun. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

BCA Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM di Cibubur dan Pontianak

BusinessUpdate – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan program lokakarya yang memfasilitasi layanan sertifikasi halal gratis dengan menyasar 61 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dua lokasi, yakni Cibubur (Jakarta) dan Pontianak.

“Melalui inisiatif ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan menangkap peluang pasar yang lebih luas,” kata EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn dalam keteranganresmi di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan sertifikasi halal gratis di Cibubur dilakukan di Kantor Cabang Utama (KCU) Cibubur pada 13 Oktober 2026 dan menjaring 22 peserta. Kegiatan serupa berlangsung di KCU Pontianak pada 21 Oktober 2026 dengan mendatangkan 39 peserta. Peserta lokakarya juga mendapatkan solusi perbankan berupa pembukaan rekening dan QRIS.

Hera menambahkan, fasilitas sertifikasi halal gratis tersebut dilakukan BCA untuk mendukung kapasitas UMKM agar semakin tangguh, berdaya saing dan mampu memperluas jangkauan pasar. Terlebih, sertifikasi halal merupakan aspek penting bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Penyelenggaraan lokakarya kali ini merupakan lanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2023. Program lokakarya sertifikasi halal gratis BCA telah menjangkau 23 kabupaten/kota di 15 provinsi.

Hingga saat ini, sertifikasi halal BCA telah diikuti sebanyak lebih dari 6.000 peserta lokakarya dengan lebih dari 4.000 sertifikat halal berhasil diterbitkan.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, BCA sebelumnya telah menyelenggarakan lokakarya sertifikasi halal gratis di KCU Kubu Raya yang diikuti 54 peserta dan di KCU Tanjung Priok dengan 114 peserta.

“Kami berharap program ini dapat membantu semakin banyak UMKM memenuhi ketentuan sertifikasi halal, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, serta memperluas peluang usaha di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif,” ujar Hera.

Ia menegaskan, BCA akan terus mendorong inisiatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia ke depannya. (rn/jh. Foto: Dok. BCA)

PLN EPI Operasikan Pipa WNTS Alirkan Gas Bumi dari Natuna ke Batam

BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) Pemping untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam.

Keberhasilan ini merupakan langkah strategis dalam menindaklanjuti penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa WNTS-Pemping.

“Alhamdulillah, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Konektivitas WNTS-Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” ujar Pelaksana harian (Plh) Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Pengaliran gas berhasil pada Selasa (27/10/2026) pukul 00.25 WIB dan dilanjutkan dengan peningkatan laju alir secara bertahap hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju pembangkit listrik Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB.

Dalam jangka pendek, pengaliran gas melalui WNTS-Pemping diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pelaksanaan pemeliharaan terencana fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.

Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam.

Infrastruktur WNTS-Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping Batam, Kepri.

Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD tersebut menjadi penghubung strategis yang membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.

PLN EPI telah memperoleh dua persetujuan, yakni Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berdasarkan Keputusan Nomor 088/KT.KOM/BPH.DGB/2026 yang berlaku hingga 17 Oktober 2046, serta Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM yang diterbitkan pada 26 Oktober 2026. Kedua persetujuan tersebut memperkuat kepastian pengusahaan infrastruktur WNTS-Pemping.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur hingga keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam.

Menurutnya, koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat terlaksana dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam,” ujar Erma.

Penyelesaian WNTS-Pemping ditujukan untuk memperkuat kepastian pasokan gas jangka panjang bagi kelistrikan untuk menyalurkan gas dari Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) yang ditandatangani pada 11 Juli 2025 untuk pemanfaatan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung yang direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun. (pa/jh. Foto: Dok. PLN EPI)

Kemenhub Gelar Program Mudik Gratis Nataru Tujuan 10 Kota di Jawa

BusinessUpdate – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan program mudik gratis selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Program mudik gratis tahun ini memiliki kuotas sebanyak 2.882 penumpang.

“Untuk layanan transportasi darat, Kemenhub menyediakan 70 bus dengan tujuan 10 kota di Pulau Jawa,” kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dikutip dari Kompas, Selasa (27/10/2026).

Ia mengatakan, pendaftaran program mudik gratis tersebut dijadwalkan dibuka pada 12-21 Desember 2026. Sedangkan, perjalanan mudik gratis direncanakan berlangsung pada 22-23 Desember 2026. Kemenhub menargetkan program tersebut dapat melayani sebanyak 2.882 penumpang.

Layanan yang disiapkan untuk periode Nataru kali ini mencakup tujuan di Pulau Jawa. Mengenai cakupan wilayah tujuan, Aan menjelaskan bahwa program mudik gratis untuk Nataru kali ini disiapkan bagi perjalanan menuju 10 kota di Pulau Jawa.

Tahun lalu, dari angkutan darat Kemenhub menghadirkan 70 bus dengan kapasitas 3.080 penumpang dari Terminal Pulogebang menuju 10 kota tujuan. Beberapa di antaranya Solo, Yogya, Semarang, Malang, Wonosobo, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Surabaya, Madiun, serta truk pengangkut motor. (ip/jh. Foto: Dok. Kemenhub)

Kuartal III/2026 BNI Raih Laba Bersih Rp16,1 Triliun

Geliat Ekonomi Indonesia

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun hingga kuartal III/2026, meningkat 6,6% secara tahunan (yoy). Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) juga tumbuh 11,6% yoy menjadi Rp27,5 triliun.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan menjaga pertumbuhan bisnis melalui penguatan fundamental dan pengelolaan risiko.

“Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Dari sisi intermediasi, kredit BNI meningkat 22,2% yoy menjadi Rp992,5 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut didukung penyaluran kredit di seluruh segmen. Dana murah atau current account savings account (CASA) meningkat 19,6% yoy menjadi Rp733,7 triliun.

Pertumbuhan kredit dan CASA turut mendorong pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) menjadi Rp33,2 triliun, naik 13,6% yoy. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income tumbuh 8,3% yoy menjadi Rp13,9 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan menerapkan standar analisis kelayakan kredit atau underwriting yang disiplin. Strategi tersebut mendorong pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 10,6%.

Dari sisi pendanaan, penguatan layanan perbankan transaksi melalui BNIdirect dan wondr by BNI turut mendorong pertumbuhan CASA. Hingga September 2026, giro BNI tumbuh 25,9% yoy, melampaui pertumbuhan industri sebesar 9,8% berdasarkan data Agustus 2026. Pangsa pasar giro meningkat 120 bps menjadi 13,2%, sedangkan pangsa pasar tabungan naik 10 bps menjadi 9,2%.

Capaian tersebut didukung pertumbuhan tabungan BNI sebesar 11,6% yoy. Meski demikian, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BNI turun 30 bps menjadi 3,5%, sejalan dengan penurunan NIM industri perbankan. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi penyesuaian imbal hasil kredit atau loan yield dari 7,3% menjadi 6,9%.

Di sisi lain, biaya dana atau cost of fund (CoF) relatif terkendali dan turun dari 2,83% menjadi 2,77%, didukung pertumbuhan CASA. “Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas,” tutur Paolo.

Sementara itu, Direktur Risk Management BNI David Pirzada menambahkan, kualitas aset perseroan terus membaik. Rasio loan at risk (LaR) turun dari 10,4% menjadi 7,8%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menurun dari 2% menjadi 1,9%. BNI juga menjaga rasio total pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 3,5%. Sedangkan, rasio pencadangan terhadap NPL atau NPL coverage ratio tercatat sebesar 193,3%.

Dari sisi likuiditas, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BNI tercatat sebesar 87,9%. Rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 143,4%, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 128,4%. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BNI mencapai 19,2%. Rasio tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis sekaligus mengantisipasi potensi risiko. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)

Pertamina Dukung Kebijakan Pemerintah Beli BBM dari Lemigas

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) siap membeli komoditas energi, seperti minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), hingga LPG dari Badan Layanan Umum (BLU) yang ditugaskan pemerintah, yaitu Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

“Kami berkomitmen menjalankan penugasan dari pemerintah secara profesional dan bertanggung jawab agar pasokan energi bagi masyarakat dan industri tetap terjaga,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan resmi di Bali, Selasa (27/10/2026).

Pernyataan tersebut merupakan wujud dukungan penuh Pertamina terhadap kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2026 yang memperkuat tata kelola pengadaan minyak bumi, bahan bakar minyak (BBM), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun impor, guna mendukung ketahanan energi nasional.

“Pertamina mendukung penuh Perpres 107 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global,” kata Simon.

Melalui kebijakan tersebut, pengadaan dari luar negeri dapat dilakukan melalui skema kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G) maupun pemerintah dengan badan usaha (government to business/G2B), dengan pelaksanaan oleh Badan Layanan Umum (BLU) yang ditugaskan pemerintah.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Pertamina siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian ESDM, BLU Lemigas, SKK Migas, serta pihak terkait sesuai dengan kewenangan dan penugasan masing-masing.

Pertamina juga memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional, mulai dari kilang, terminal, hingga jaringan distribusi, untuk mendukung pelaksanaan kebijakan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

“Perpres ini memperkuat jalur pengadaan untuk ketahanan energi nasional. Pertamina siap bersinergi dengan BLU Lemigas dan para pemangku kepentingan lain. Tujuan kita sama, yaitu pasokan bagi masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Baron menegaskan, pemanfaatan minyak mentah dalam negeri dan produksi kilang nasional tetap menjadi prioritas Pertamina. Bersama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Pertamina terus memperkuat pasokan minyak mentah bagi kilang nasional sesuai kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.

Baron menambahkan, fokus Pertamina saat ini adalah menjaga ketersediaan energi dan kelancaran penyaluran BBM serta LPG kepada masyarakat. Untuk itu, Pertamina terus mengoptimalkan kesiapan fasilitas, armada, dan jaringan distribusi agar pelaksanaan kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ketersediaan energi dan pelayanan yang semakin andal. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)