HomeFINANCEBankHasil RUPST BTN Tambah Jabatan Direktur Baru

Hasil RUPST BTN Tambah Jabatan Direktur Baru

BusinessUpdate – Rapat Umum Pemegang Saham Tabungan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyetujui soal penambahan posisi direktur baru yaitu Direktur SME dan Retail Funding. 

Jabatan baru tersebut ditempati oleh Muhammad Iqbal, mantan Direktur Institutional Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Sebelum RUPST, jabatan tersebut tidak ada. 

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, posisi direksi baru ini untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan, termasuk pembiayaan di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Selain di kredit pemilikan rumah, segmen ini cocok dengan nasabah BTN yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dan bisnis turunan dari perumahan. Kita ingin KUR kami tumbuh lebih cepat,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers RUPST, Rabu (6/3/2024).

Selain itu, pihaknya juga ingin menggenjot dana pihak ketiga (DPK) ritel. Pasalnya, segmen tersebut tumbuh terbatas dibandingkan dengan pendanaan dari institusi. 

Nixon juga mengungkapkan salah satu upaya untuk mendorong pendanaan ritel adalah dengan menghadirkan direktorat baru untuk fokus pada digital sales. Namun, direktorat tersebut hanya akan dipimpin oleh SEVP. 

“Ini merupakan bagian untuk mendorong bisnis retail funding dan dana murah, karena kita merasa tertinggal dengan Himbara lain. Dengan pertumbuhan itu, kami juga akan memiliki biaya dana lebih murah lagi,” tuturnya. 

Sebagai informasi, dari segi pendanaan, BTN meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp349,93 triliun, naik 8,7%, dari sebelumnya Rp321,94 pada 2022. Adapun, dana murah atau current account savings account (CASA) BTN sebesar Rp188 triliun sepanjang 2023, tumbuh 20,36% dari sebelumnya Rp156,2 triliun atau porsinya mencapai 53,73% dari total DPK. 

Apabila dibandingkan dengan bank BUMN lain, porsi dana murah BTN masuk pada posisi paling kecil. Tercatat, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)  memiliki rasio dana murah mencapai 74,3%. Lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang mencatat rasio dana murah sebesar 71,23% per akhir Desember 2023. Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat dana murah sebesar Rp874,07 triliun sepanjang 2023 atau porsinya mencapai 64,35% dari total DPK. (pa/jh)

Must Read