BusinessUpdate – Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta masih berjalan sesuai tahapan. Perseroan menargetkan IPO bisa terealisasi pada Juni 2027, meski pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kondisi pasar.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan perseroan masih melakukan berbagai persiapan menuju IPO. yang dilakukan secara bertahap sebelum perusahaan melangkah ke pasar modal. “IPO Bank Jakarta masih dalam proses, ada bertahap. Targetnya IPO Juni 2027, tapi tergantung situasinya,” ujar Agus dikutip dari Bisnis, Sabtu (29/8/2026).
Ia menyampaikan, target waktu pelaksanaan IPO masih dapat menyesuaikan dengan dinamika pasar modal maupun kondisi bisnis ke depan. Perseroan akan terus melihat momentum yang tepat untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut.
Sebelumnya, Bank Jakarta tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung rencana IPO. Salah satunya dengan membidik pertumbuhan kinerja melalui target laba bersih sebesar Rp1 triliun pada 2026.
Agus mengatakan tahun 2026 menjadi fase eksekusi bagi perseroan setelah sepanjang 2025 fokus melakukan penguatan struktur perusahaan. Penguatan fundamental tersebut menjadi bagian dari persiapan Bank Jakarta sebelum melangkah menjadi perusahaan terbuka.
Sementara itu, rencana IPO Bank Jakarta sebelumnya telah mulai dikomunikasikan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai pertemuan antara Bank Jakarta dengan tim BEI terkait rencana pencatatan saham tersebut.
Proses IPO Bank Jakarta dinilai relatif lebih sederhana dibandingkan dengan penerbitan obligasi daerah yang membutuhkan kesiapan lebih kompleks, termasuk dari sisi regulasi dan dukungan pemerintah daerah. Penjajakan IPO Bank Jakarta juga menjadi bagian dari upaya untuk melihat kesiapan badan usaha milik daerah (BUMD) lain di berbagai provinsi untuk masuk ke pasar modal.
Rencana IPO tersebut menjadi salah satu langkah strategis Bank Jakarta untuk memperkuat struktur permodalan serta membuka ruang ekspansi bisnis. Dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan diharapkan dapat memiliki akses pendanaan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ke depan. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Jakarta)


