BusnessUpdate – PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), emiten Grup Salim, melaporkan terjadi penurunan laba bersih pada kuartal I/2024 sebesar Rp2,44 triliun. Padahal, perseroan melaporkan kenaikan penjualan.
Berdasarkan laporan keuangannya, INDF membukukan penjualan sebesar Rp30,79 triliun, meningkat tipis 0,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,54 triliun.
Penjualan tersebut dikontribusi oleh produk konsumen bermerek sebesar Rp19,55 triliun, produk Bogasari sebesar Rp8,33 triliun, Agribisnis sebesar Rp3,72 triliun, dan pendapatan dari distribusi sebesar Rp1,97 triliun.
Sementara itu, beban pokok penjualan INDF turun 3,69% menjadi Rp20,2 triliun, dari sebelumnya Rp21,05 triliun secara tahunan (yoy). Perseroan juga mencatatkan peningkatan laba bruto 10,81% menjadi sebesar Rp10,5 triliun, dari sebelumnya Rp9,48 triliun.
Meski penjualan meningkat, laba bersih INDF tergerus menjadi Rp2,44 triliun pada triwulan pertama 2024. Laba bersih ini turun 36,36% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,84 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer INDF Anthoni Salim menuturkan seiring berlanjutnya berbagai tantangan global, INDF mencatatkan kinerja operasional yang positif di kuartal I/2024 ini.
“Ke depannya kami akan tetap sigap dalam menghadapi ketidakpastian, serta tetap menjaga posisi neraca yang kuat dan keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas,” kata Anthoni melalui keterangan resminya, dikutip Rabu (1/5/2024).
Lebih lanjut, INDF mencatatkan peningkatan laba usaha 29% menjadi Rp6,42 triliun, dari Rp4,97 triliun dan marjin laba usaha meningkat menjadi 20,8% dari 16,3% di kuartal I/2023. Core profit yang mencerminkan kinerja operasional INDF juga tumbuh 10% menjadi Rp3,20 triliun, dari Rp2,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. (rn/jh)


