BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) sampai akhir 2024 sebesar Rp71,65 triliun. Adapun, penyaluran kredit tersebut melalui program ULaMM dan Mekaar.
Untuk mengejar target tersebut, Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti mengungkap sejumlah strategi yang diterapkan pada paruh kedua tahun ini.
Langkah pertama, yakni reengineering proses bisnis dengan menguatkan fundamental dan perancangan terhadap proses-proses bisnis organisasi yang membawa organisasi mencapai peningkatan kualitas.
“Business Process Reengineering mengarahkan PNM berfokus pada perbaikan proses. Nantinya akan tercapai efisiensi dalam aktivitas kinerja yang lebih baik,” kata Prasetya, dikutip dari Bisnis, Rabu (31/7/2024).
Kedua, rejuvenasi produk PNM yang pada akhirnya mampu memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah. Menurutnya dengan proses ini maka secara optimal produk akan berkembang dengan kualitas pembiayaan yang baik.
Ketiga adalah optimalisasi potensi kewilayahan yang disesuaikan dengan potensi daerah baik luasan, kepadatan yang berhubungan dengan potensi jumlah nasabah serta faktor-faktor lain supaya kinerja PNM di suatu daerah dapat lebih optimal.
Ia menambahkan ada beberapa sentimen yang bakal menjadi peluang dan tantangan dari ekosistem yang dibangun PNM. Salah satunya kualitas pembiayaan yang sehat dan kecukupan pencadangan.
keempat, peningkatan efisiensi melalui perluasan penerapan digitalisasi dalam pengelolaan bisnis dan operasional. Kemudian, upaya PNM meningkatkan maturitas penerapan tata kelola dan manajemen risiko terintegrasi dalam PNM Group.
“Bagaimana PNM meningkatkan program pemberdayaan yang memiliki dampak terukur terhadap usaha nasabah serta mendukung pertumbuhan bisnis PNM Group [juga perlu diperhatikan],” kata Prasetya.
Terakhir atau kelima adalah bagaimana PNM mampu meningkatkan produktivitas dan kompetensi pemberdayaan tenaga pemasar. Terlebih tenaga pemasar menjadi salah satu faktor yang menunjang penyaluran pada semester I/2024.
Adapun berdasar laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di media, pinjaman yang diberikan oleh PNM mencapai Rp45 triliun yang terdiri dari pinjaman yang diberikan Rp43,873 triliun dan pembiayaan modal Rp1,127 triliun, tumbuh 5,12% secara tahunan (yoy) dari Rp 42,8 triliun pada Juni 2023. (rn/jh)


