HomeEVENTPTPN III Pacu Efisiensi Perkebunan Lewat Transformasi Digital

PTPN III Pacu Efisiensi Perkebunan Lewat Transformasi Digital

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau singkatnya PTPN III merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan.

PTPN III membawahi sejumlah anak perusahaan PTPN yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Komoditas utama yang diusahakan antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, dan berbagai tanaman lainnya.

Guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing, PTPN III begitu banyak mengimplementasikan inisiatif digitalisasi. Hal ini disampaikan oleh Prasetyo Mimboro, Head of DTO PTPN Group dan Sucipto Prayitno, Direktur SDM dan Umum PTPN Group dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025.

“Implementasi AI dan IoT sudah berjalan di PTPN Group. Ini ternyata bisa kami kembangkan dan kami manfaatkan, terutama untuk mendukung operasional. Sejalan dengan kondisi kami PTPN Group yang sedang melakukan transformasi digital. Dan salah satu yang bisa kami implementasikan dan men-support PTPN Group itu adalah
pemanfaatan blockchain nantinya di PTPN Group,” ucap Prasetyo, Kamis (24/04/2025).

PTPN III telah menerapkan teknologi IoT untuk memantau dan mengelola operasional perkebunan kelapa sawit secara lebih efektif seperti mencakup pemantauan kondisi lahan, cuaca, hingga pemupukan yang lebih presisi.

Sementara itu Sucipto juga menuturkan bahwa ada beberapa implementasi lain terkait digital yang sudah diterapkan oleh PTPN III seperti:

-SAP (S/4HANA)
Aplikasi enterprise PTPN Grup mencakup bidang operasional,
keuangan, pemasaran, dan lain-lain.

-IPS (Integrated Procurement System)
Aplikasi proses pengadaan barang dan jasa PTPN Grup

-AGHRIS (Agribusiness Human Resources Information System)
Aplikasi sistem informasi manajemen sumber daya manusia PTPN Grup

-SINUSA (Sistem Informasi Investasi Nusantara)
Aplikasi Sistem Informasi investasi PTPN Grup

-ERIN (Enterprise Risk Information Nusantara)
Aplikasi sistem informasi manajemen risiko PTPN Grup

-Eco Cycle
Aplikasi sistem informasi pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan (sustainability)

-TJSL
Potal TJSL Aplikasi Sistem Informasi pengelolaan Tanggung Jawab dan Sosial Lingkungan PTPN Grup

-IMS (Integrated Management System)
Aplikasi repository dokumen-dokumen pengelolaan sistem manajemen
PTPN Grup

Di sisi lain, menariknya, PTPN III menerapkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Control Tower yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja strategis PTPN Group secara keseluruhan.

Selain itu, Perusahaan berpelat merah ini juga mengimplementasikan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) 2025-2029. Implementasi ini sebagai roadmap transformasi digital, RSTI ini mencakup berbagai use case dan technology enabler untuk mencapai target menjadi Lighthouse di industri agritech.

Menilik lebih jauh PTPN III sebagai perusahaan induk, implementasi digitalisasi ini diperlukan agar menjadi langkah strategis PTPN III untuk memodernisasi industri perkebunan, meningkatkan transparansi, dan mendukung praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Dalam sesi penutup penjurian, Prasetyo mengungkapkan begitu banyak masukan yang diperoleh dari dewan juri terkait dengan beberapa hal teknis operasional teknologi informasi di PTPN Group agar terus meningkatkan security dan human awareness di lingkungan PTPN Group.

“Dari sisi SDM-nya tidak lupa juga sudah dipersiapkan oleh BOD kami bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia di PTPN Group untuk ready, untuk siap, untuk bisa memanfaatkan dan memaksimalkan mengimplementasikan digitalisasi di lingkungan PTPN Group karena yang seperti yang kita ketahui bersama kami sedang bertransformasi digital,” jelas Prasetyo.

“Pada penjurian ini yang sangat menarik adalah konsentrasi dari beberapa pertanyaan dewan juri yang menyangkut sumber daya manusia. Biasanya tim ekspert seperti ini konsentrasinya itu justru di aplikasi-aplikasi yang dibangun, kemudian kemanfaatannya dan sebagainya. Tapi kali ini saya apresiasi dan merasa diingatkan karena ini sangat penting, keberhasilan dari digitalisasi ujung-ujungnya adalah manusia. Dan itu menjadi konsen dewan juri ditanya mendalam. Saya kira ini sangat bermanfaat,” tutup Sucipto. (kiy)

Must Read