BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) makin hari makin menonjolkan perfoma kinerjanya selaras dengan komitmen terhadap transformasi digital guna efisiensi dan peningkatan bisnis.
Hal ini diungkapkan oleh Ivan Gusmawan, Kadiv Pengadaan dan lT serta Wisnuaji Gagat Priambada Kasubdiv Tata Kelola & Pengembangan TI PTPN I, dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025 pada Kamis (12/06/2025).
Ivan menyoroti peran penting Sistem & Aplikasi TI terlebih terkait ERP-SAP dan Digital Farming (DFARM) dalam mendorong kemajuan perusahaan.
Ivan juga menjelaskan bahwa PTPN I telah mengimplementasikan ERP-SAP sebagai aplikasi yang dinilai krusial dalam transformasi digitalnya. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan, dari hulu ke hilir, mencakup berbagai aspek operasional dan manajerial.
“Implementasi ERP-SAP menjadi langkah strategis PTPN I untuk meningkatkan efisiensi operasional di seluruh unit usaha. Sistem SAP digunakan untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan, mulai dari keuangan, logistik, sumber daya manusia, hingga manajemen aset dan produksi,” ujar Ivan.
Dalam pengembangannya, PTPN I juga menggunakan Core Data Service (CDS) untuk integrasi aplikasi internal dengan data SAP.
Selain ERP-SAP, dalam waktu yang sama Wisnuaji juga turut menuturkan PTPN I memiliki aplikasi Digital Farming (DFARM). DFARM ini sebuah aplikasi inovatif yang dirancang khusus untuk mendukung proses bisnis di sektor pertanian, khususnya komoditas karet dan teh.
“DFARM merupakan aplikasi yang mendukung proses bisnis di On Farm dan Off Farm Komoditi Karet dan Teh yang meliputi presensi, produksi basah di lapangan hingga penerimaan produksi di pabrik,” tutur Wisnuaji.
Melalui inisiatif digital seperti ERP-SAP dan DFARM, PTPN I menegaskan komitmennya untuk menjadi perusahaan perkebunan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Transformasi digital ini diharapkan bukan hanya meningkatkan kinerja operasional melainkan juga memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder perusahaan.
Terakhir sebagai penutup penjurian Wisnuaji mengatakan, “Alhamdulillah, proses penjurian ini sangat-sangat berkualitas dan para Dewan Juri adalah orang-orang hebat semua. Tadi kami sempat kaget dan sedikit terkecil hati, namun kami juga mendapatkan masukan yang sangat berharga. Salah satunya mengenai bagaimana pengembangan AI yang sangat konsumtif, serta penguatan dari sisi perlindungan data pribadi dan lain-lain. Masukan ini akan kami perhatikan untuk pengembangan selanjutnya. Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak di forum ini apabila ada kata-kata atau poin yang kurang kami pahami, secara umum pertanyaan dan masukan dari Dewan Juri sangat-sangat berkualitas, jauh lebih berkualitas dibandingkan penjurian sebelumnya.” (kiy)


