HomeCORPORATE UPDATEBUMSLaba Kuartal III/2025 Naik Dua Digit, Unilever Indonesia Optimistis Kinerja Positif

Laba Kuartal III/2025 Naik Dua Digit, Unilever Indonesia Optimistis Kinerja Positif

BusinessUpdate – PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) optimistis dapat membukukan kinerja yang positif di sepanjang 2025 menyusul laba bersih yang didapatkan perseroan sepanjang kuartal III/2025 naik 10,81% secara tahunan (yoy) .

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap tidak menampik masih ada tekanan terhadap daya beli masyarakat di beberapa segmen penjualan produk perseroan, seperti produk kosmetik dan kecantikan yang terkoreksi pada kuartal III/2025. Meskipun begitu, Unilever menyiapkan sejumlah portofolio untuk menanggulangi berlanjutnya pelemahan daya beli itu.

“Jadi yang penting adalah bagaimana kita menetapkan portofolio yang tepat agar bisa mendukung kebutuhan konsumen ketika tekanan ekonomi menghantam mereka,” katanya dalam paparan publik Unilever, Kamis (23/10/2025).

Salah satu upaya penyesuaian dilakukan dengan meluncurkan ulang beberapa produk selama periode kuartal III/2025. Selain sebagai upaya memperkuat portofolio yang telah ada, peluncuran ulang produk juga diisi dengan nilai tambah baru terhadap produk tersebut. H

Selain itu, upaya memperluas pasar juga akan terus dilakukan oleh Unilever untuk mendorong pertumbuhan pendapatan. Adapun per September 2025, sales representative Unilever tercatat bertumbuh 19% dan 18% peningkatan direct coverage sebagai upaya Unilever memperluas pasar.

“Dan tentu kita akan meningkatkan profitabilitas dan memperbanyak dan meningkatkan kualitas store kami. Kami melihat ada kesempatan besar di masa depan bahwa e-commerce akan menjadi salah satu mendorong pertumbuhan kami,” tambahnya.

Selain itu, upaya menjaga harga produk juga disebut menjadi salah satu fokus Unilever, terutama di tengah tantangan daya beli masyarakat. Namun, Benjie menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak serta merta berarti Unilever akan menurunkan kualitas produk mereka.

Menurutnya, masih ada segmen produk yang diminati masyarakat tertentu, yang tidak terkena dampak yang signifikan terhadap penurunan daya beli masyarakat.

“Untuk saya sendiri, bukan berarti bahwa harga yang rendah itu artinya kualitas lebih rendah, dan harga yang tinggi harus lebih tinggi, tidak semudah itu. Karena memang pada masing-masing kelompok harga, konsumen juga memiliki demand yang berbeda-beda. Dan tentunya kami juga ingin memastikan bahwa ekspektasi dari para pembeli dapat terpenuhi,” tegasnya.

Ke depan, Unilever Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan sejumlah produk baru dari berbagai segmen penjualan. Bahkan, Unilever tidak menutup kemungkinan untuk memperluas pasar penjualannya ke berbagai negara di lainnya.

Sepanjang kuartal III/2025, Unilever mencatatkan penjualan ekspor sebesar Rp827,38 miliar. Pendapatan ekspor terbesar Unilever Indonesia disumbangkan oleh Unilever Asia dengan besaran mencapai Rp366,35 miliar.

“Dalam jangka pendek mungkin akan ada tantangan dari sisi, misalnya sentimen konsumen terkait dengan daya beli dan seterusnya. Tapi kami percaya bahwa kami dapat terus meningkatkan pertumbuhan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan keuangan, Unilever membukukan pertumbuhan penjualan bersih tipis 0,71% yoy menjadi sebesar Rp27,61 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan Rp27,41 triliun per kuartal III/2024. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,33 triliun per kuartal III/2025, naik 10,81% secara tahunan (yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp3 triliun. (pa/jh)

Must Read