BusinessUpdate – Untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja komunikasi terutama yang terkait dengan program dan kebijakan Kementerian, Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Digital (Humas Komdigi) menggelar pelatihan di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Pelatihan tersebut digelar untuk memperkuat tata kelola diseminasi konten kehumasan. “Kami telah mengidentifikasi, ada sekitar 80 kanal informasi berupa akun media social yang dikelola oleh berbagai unit di Kementerian Komdigi yang memiliki potensi untuk mengamplifikasi program kementerian,“ ujar Helmi Fajar, Ketua Tim Pengelolaan Media Biro Humas Kementerian Komdigi.
Menurut Helmi, Biro Humas Komdigi mencatat adanya penurunan kinerja dalam jangkauan dan interaksi media sosial resmi Kementerian sejak 2023. Oleh karena itu, Humas Komdigi merasa perlu untuk memberdayakan potensi kanal-kanal informasi yang ada agar program dan kebijakan Kementerian Komdigi dapat lebih efektif menjangkau publik.
Inisiatif ini menyoroti bahwa kolaborasi antar unit organisasi adalah kunci untuk mencapai tujuan komunikasi yang lebih baik. Humas Komdigi berharap dapat memformalkan proses kolaborasi melalui regulasi, sehingga distribusi tugas dan tanggung jawab di seluruh unit dapat ditingkatkan.
Di sisi lain, regulasi juga diharapkan dapat mengatur petunjuk teknis dan panduan kolaborasi bagi unit organisasi. Aturan formal ini akan menjadi dasar yang kuat untuk implementasi kolaborasi yang lebih efektif.
Untuk mendukung kolaborasi tersebut, maka dikembangkan sistem bernama SADA (Sistem Aksi Diseminasi Antarunit Organisasi). SIstem ini dirancang untuk mengelola kolaborasi secara digital. Dengan sistem ini, proses diseminasi konten kehumasan diharapkan menjadi lebih akuntabel dan efisien, serta memudahkan komunikasi antar unit organisasi.
Melalui sistem diseminasi yang terintegrasi, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur konten informasi kepada masyarakat. Humas Komdigi percaya bahwa inisiatif ini dapat menghemat anggaran hingga Rp5,7 milyar per tahun, yang setara dengan 1/3 anggaran Humas Komdigi di tahun 2024.
“Keberhasilan sistem ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi Kementerian Komdigi, tetapi juga dapat menjadi model yang bisa diadaptasi oleh Kementerian lain maupun bagi komunikasi publik di tingkat nasional,“ tutup Helmi. (jh. Foto: Dok. Humas Komdigi)


