HomeLIFESTYLEKalangan Muda Portugal Kurangi Penggunaan Medsos

Kalangan Muda Portugal Kurangi Penggunaan Medsos

BusinessUpdate – Kalangan anak muda di Portugal mulai mengurangi penggunaan media sosial (medsos). Berdasarkan data riset, pegguna medsos di kalangan anak muda turun hingga 22%. Mencerminkan pergeseran menuju kebiasaan digital dengan kesadaran yang lebih tinggi.

Data dari perusahaan riset pasar Portugal, Marktest, menunjukkan bahwa proporsi kalangan muda yang menggunakan medsos turun 22%persen dalam dua tahun terakhir. Populasi umum juga mengurangi penggunaan medsos, dengan rata-rata durasi harian yang dihabiskan untuk menggunakan medsos turun 13% dalam setahun terakhir.

Data yang dirilis pada Jumat (12/12/2025) oleh Institut Statistik Nasional Portugal (INE) menunjukkan bahwa 79% penduduk saat ini menggunakan medsos, angka terendah sejak 2017.

Sejumlah peneliti mengatakan bahwa tren ini konsisten dengan perkembangan yang diamati di negara-negara lain, menunjukkan tanda-tanda kejenuhan seiring pengguna menilai kembali peran medsos dalam kehidupan sehari-hari mereka. Semakin banyak individu mengadopsi praktik detoks digital, termasuk membatasi screen time atau memutus koneksi dari platform daring untuk sementara waktu.

Sejumlah pakar menyebutkan bahwa penurunan di kalangan anak muda itu mencerminkan sebuah upaya sadar untuk membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat.

Patricia Dias, assistant professor di Fakultas Humaniora Universitas Katolik Portugal (UCP), mengatakan bahwa mengurangi penggunaan medsos sering kali merupakan keputusan yang disengaja dan berkelanjutan, bukan reaksi jangka pendek.

Berdasarkan penelitiannya tentang pemutusan koneksi digital di kalangan remaja Portugal, Dias mengatakan banyak remaja memilih untuk mengurangi penggunaan medsos karena mereka merasa manfaat medsos tidak lagi melampaui komitmen waktu dan tekanan psikologis yang dilibatkan.

Pengguna berusia muda sering melaporkan mengalami kecemasan, perilaku mengecek secara kompulsif, dan tekanan sosial, terutama rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO). Faktor-faktor ini mendorong mereka untuk menetapkan batasan pada aktivitas daring, mengurangi penggunaan, atau bahkan memutus koneksi untuk sementara.

Dias menekankan bahwa perilaku semacam itu mewakili proses regulasi diri. “Yang kita amati adalah meningkatnya kesadaran di kalangan generasi muda akan pentingnya melindungi perhatian dan kesejahteraan mereka, serta mengembangkan pola interaksi daring yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meskipun terjadi penurunan, medsos tetap memainkan peran yang signifikan di tengah masyarakat Portugal. Para analis mengatakan tren saat ini tidak menandakan hilangnya platform medsos, melainkan pergeseran menuju penggunaan yang lebih selektif dan intensional. (ip/jh)

Must Read