BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit melalui kontrak kerja sama dengan sejumlah pabrik kelapa sawit dapat direalisasikan tahun ini. dalam diversifikasi energi hijau melalui kontrak kerja sama yang terjalin tahun ini.
“PLN EPI itu kan, kita investasi bekerja sama pemilik konsesi perkebunan sawit. Limbahnya, seperti POME (Palm Oil Mill Effluent) kita olah bersama menghasilkan biometana. Biometana itu, bisa diolah menjadi Bio-CNG untuk pembangkit listrik,” ucap Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir usai menghadiri Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).
Ia mengatakan, sedang menggaet ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Utara karena sudah memiliki mitra teknologi dan sisi keuangan transisi energi bersih.
Bio-CNG ini akan dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW, di antaranya berkontribusi sebesar 30% di sistem Sumatera bagian utara. “Kita berharap bisa disambut baik oleh pemain-pemain PKS di Sumatera Utara yang notabene banyak sekali,” tambahnya.
Hokkop mengaku, hingga kini telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia sebagai pelopor dan pengembang teknologi energi bersih terbarukan yang mengubah limbah kelapa sawit menjadi Bio-CNG.
PT KIS Biofuels Indonesia ini telah mengolah sendiri limbah cair kelapa sawit berwarna gelap yang mengandung senyawa organik, dan jika tidak diolah bisa berubah menjadi gas metana. “Tapi kita sama PT KIS karena dia sudah bikin pengolahan sendiri, jadi kita beli Bio-CNG. Lalu kita distribusikan ke pembangkit kita di Belawan,” jelas Hokkop.
Kerja sama ini belum termasuk dengan pabrik kelapa sawit mengingat di Sumatera Utara memiliki potensi yang besar. “Ini belum sama PKS. Justru setelah diseminasi ini, kita melakukan kerja sama-kerja sama bersama PKS di Sumatera Utara harapannya,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara, di antaranya memiliki fasilitas pengolahan sebanyak 237 pabrik kelapa sawit. (pa/jh. Foto: Dok. PLN EPI)


