BusinessUpdate – Nintendo bakal menaikkan harga konsol Switch 2 dan aksesoris Nintendo lainnya mulai September 2026. Perusahaan video gim asal Jepang itu menyatakan kenaikan harga ini sebagai respons terhadap berbagai perubahan kondisi pasar yang diperkirakan akan berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang.
“Dengan mempertimbangkan perubahan kondisi pasar dan prospek bisnis global, Nintendo akan merevisi harga jual eceran yang disarankan pabrikan (MSRP) untuk sistem Nintendo Switch 2 dan sistem Nintendo Switch di Jepang,” tulis perusahaan dalam laman resmi, dikutip Minggu (10/5/2026).
Dari laman itu disebutkan kenaikan harga Switch 2 di negara asalnya, Jepang, dengan harga jual eceran yang disarankan pabrik dari harga saat ini 49.980 Yen menjadi 59.980 Yen yang akan efektif mulai 25 Mei.
Mengingat dampak berbagai perubahan kondisi pasar diperkirakan akan berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang, revisi harga juga direncanakan di luar Jepang yaitu kenaikan US$50 untuk pasar Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa per 1 September 2026
“Kami dengan tulus memohon maaf atas dampak yang mungkin ditimbulkan oleh revisi harga ini terhadap pelanggan kami dan pemangku kepentingan lainnya, dan kami sangat menghargai pengertian Anda,” tulis pernyataan di laman resminya.
Dikutip dari laman Cnet, Minggu (10/5/2026) waktu setempat perusahaan mengatakan sejak diluncurkan pada Juni tahun lalu, harga konsol baru Switch 2 dikhawatirkan akan terdampak pada tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump pada April 2025.
Sementara alasan kenaikan biaya juga termasuk peningkatan harga material yang berlaku untuk semua teknologi saat ini yaitu kekurangan memori global, atau yang dikenal sebagai “RAMageddon”.
Masalah ini dimulai pada akhir tahun 2025, ketika lonjakan permintaan akan perangkat AI generatif mendorong peningkatan kebutuhan komputer untuk mendukung pusat data AI. Hal ini menyebabkan kenaikan biaya modul RAM, dan pada gilirannya, harga perangkat yang menggunakannya juga harus naik untuk mengakomodasinya. RAM 16GB, 32GB, dan 64GB DDR5 masih beberapa kali lebih mahal daripada tahun 2024.
Perusahaan juga menaikkan harga pada Switch generasi pertama, Switch OLED, dan Switch Lite sekitar delapan sampai 10ribu Yen, sementara aksesorinya mengalami kenaikan harga sebesar US$5 atau US$10.
Selain RAM, komponen komputer lain seperti solid-state drive (SSD) dalam banyak kasus telah mengalami kenaikan harga berlipat ganda karena alasan yang sama.
Nintendo bukan satu-satunya yang merasakan dampak kekurangan memori ini. Sony harus menaikkan harga PS5 Pro , dari 750 menjadi US$900. Microsoft juga melakukan penyesuaian serupa pada konsol Xbox Series X dan S mereka. Sementara Valve harus menunda perilisan konsol PC rumahan Steam Machine karena kekurangan tersebut, dan masih belum jelas berapa harganya. (rn/jh. Foto: Dok. Nintendo)


