HomeCORPORATE UPDATEBUMNPertamina NRE dan Kementerian Koperasi Bangun PLTS di Pulau Sembur Batam

Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi Bangun PLTS di Pulau Sembur Batam

BusinessUpdate – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Sembur, Batam berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) dengan dukungan baterai 1 megawatt hour (MWh).

Keberadaan PLTS ini tidak hanya menghadirkan akses listrik bagi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi warga. Proyek ini dikembangkan untuk menggantikan ketergantungan masyarakat terhadap genset yang sebelumnya digunakan sebagai sumber listrik.

PLTS tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga, termasuk aktivitas ekonomi melalui koperasi. Salah satu fasilitas yang dikembangkan adalah pabrik es berkapasitas 4 ton per hari dan gudang pendingin (cold storage). Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mengembangkan usaha perikanan.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan manfaat energi bersih tidak hanya diukur dari tersedianya listrik, tetapi juga dari dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Bagi kami, energi bukan hanya tentang menghasilkan listrik. Yang lebih penting adalah bagaimana listrik tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung aktivitas mereka,” kata John dalam keterangan tertulis pada Senin (17/8/2026).

Menurutnya, ketersediaan listrik secara kontinu diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Pulau Sembur. “Dengan tersedianya fasilitas seperti penyimpan berpendingin (cold storage) dan pembuat es (ice maker), masyarakat nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan lebih baik dan mengembangkan usaha ikannya,” ujarnya.

Manfaat listrik dari PLTS tersebut juga terlihat dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pada Senin (17/8/2026), masyarakat Pulau Sembur untuk pertama kalinya menggelar upacara kemerdekaan di pulau tersebut dengan menggunakan pengeras suara yang sumber listriknya berasal dari energi surya.

Seluruh petugas upacara merupakan siswa SMP Negeri 49 Batam. Sementara itu, tiang bendera dibuat dari batang kayu yang tumbuh di pulau tersebut. Bagi warga, keberadaan listrik turut membuka ruang untuk kegiatan masyarakat yang sebelumnya terbatas.

“Kami belum pernah mengadakan upacara seperti ini di pulau. Tahun ini kami bisa berkumpul bersama dan merayakan 17 Agustus di sini. Ada lomba-lomba juga yang sangat menyenangkan bagi masyarakat, apalagi listrik untuk sound system juga bisa menggunakan tenaga surya,” ujar Rustam, warga Pulau Sembur.

John mengatakan pemanfaatan energi surya dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa energi bersih dapat digunakan secara langsung dalam kehidupan masyarakat. (pa/jh. Foto: Dok. PNRE)

Must Read