BusinessUpdate – Emitan pelayaran PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyiapkan ekspansi armada dengan membangun hingga sembilan kapal baru untuk memperkuat kapasitas angkutan laut perseroan mulai 2027 hingga 2028.
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia mengatakan, ekspansi ini adalah strategi perusahaan untuk menangkap tingginya permintaan jasa pelayaran, baik di pasar domestik maupun internasional, yang saat ini dinilai melampaui kapasitas armada yang tersedia.
“Saat ini sudah ada 5 kontrak kapal yang sudah di-sign. 3 buah kapal peti kemas dan 2 buah kapal chemical tanker. Selain itu, kami juga sedang memfinalisasi pengusahaan 4 unit kapal lagi,” ujar Bani dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, lima kapal yang telah dikontrak terdiri dari tiga kapal peti kemas dan dua chemical tanker. Pembangunan kapal tersebut dilakukan di 2 galangan kapal di China dengan rencana penggunaan untuk melayani pasar Indonesia maupun internasional.
Adapun 4 kapal tambahan yang tengah dijajaki terdiri dari 2 unit yang sedang dinegosiasikan dengan galangan kapal di China dan 2 unit lainnya di Jepang. Keempat kapal tersebut memiliki ukuran lebih besar dibandingkan kapal yang telah dipesan sebelumnya.
Lima kapal yang telah dikontrak ditargetkan diterima secara bertahap mulai 2027 hingga 2028, sementara jadwal realisasi 4 kapal tambahan masih bergantung pada penyelesaian negosiasi. Meski demikian, Bani belum mengungkapkan nilai investasi pembangunan sembilan kapal tersebut.
Bani mengatakan, penambahan armada diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan jasa pelayaran. Saat ini perusahaan menghadapi keterbatasan kapasitas kapal untuk memenuhi seluruh permintaan pasar. “Permintaan terhadap pengisian kapasitas kapal tetap tinggi, bahkan sebenarnya kami membutuhkan kapal-kapal tambahan,” ujarnya.
Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana memiliki kapal lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat. Kapal-kapal baru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Kapal dengan teknologi lebih modern juga berpotensi memberikan efisiensi biaya dibandingkan armada yang lebih tua.
Sebagai informasi, SMDR membukukan laba bersih sebesar US$50,9 juta atau setara Rp923,6 miliarpada kuartal III/2026. Capaian tersebut meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$43,08 juta dollar AS. (rn/jh. Foto: Dok. SMDR)


