BusinessUpdate – Setelah ramai di media sosial soal rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan, manajemen JD.ID angkat bicara.
Manajemen JD.ID mengakui memang melakukan perampingan 30% atau sekitar 200-an pegawai. Bukan 50% hingga 85% seperti yang disebut oleh akun Twitter @ecommurz baru-baru ini.
Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara mengungkapkan langkah adaptasi perlu diambil perusahaan untuk menjawab tantangan perubahan bisnis yang sangat cepat.
“Salah satu Langkah yang diambil manajemen adalah melakukan perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan dengan perubahan,” kata Setya seperti dikutip oleh detikcom, Selasa (13/12/2022).
Ia menjelaskan JD.ID juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada 200-an karyawan yang terdampak.
“Dengan tetap memberikan manfaat asuransi serta memberikan dukungan berupa talent promoting, serta hak-hak lain yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,” lanjutnya.
PHK tersebut diumumkan saat town hall meeting. Kemudian para pegawai diminta untuk work from home atau bekerja dari rumah pekan ini dan menunggu email pemberitahuan untuk kembali ke kantor pekan depan.
Sebagai informasi, JD.ID merupakan anak perusahaan dari toko online terbesar di Asia (JD.com).
JD.ID hadir di Indonesia pada 2015 dan memiliki komitmen dan misi untuk ‘Make Joy Happen’ dan menyediakan produk berkualitas original yang terpercaya, cepat dan aman.
Bisnis JD.ID juga telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang lebih besar. Sejak 2018, JD.ID secara konsisten berinovasi menyediakan platform belanja Omni-Channel dengan menggabungkan dua channel bisnis berbeda daring dan luring. (rn/jh. Foto: Dokumen JD.ID)


