HomeNEWS UPDATENationalPolisi: One Way Opsi Terakhir Tangani Lalu Lintas Libur Nataru 

Polisi: One Way Opsi Terakhir Tangani Lalu Lintas Libur Nataru 

BusinessUpdate – Rekayasa lalu lintas one way merupakan pilihan terakhir dalam menangani mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023.

Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) Irjen Pol Firman Santyabudi mengatakan, kendati opsi one way tetap ada, pergerakan masyarakat di jalur darat diharapkan tidak terlalu padat. 

“Kami tidak berharap sampai ke sana [one way], tapi opsi bisa saja. Sangat dinamis di lapangan, mungkin contra flow 1-2 lajur bisa saja,” terangnya usai Rapat Kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (13/12/2022). 

Sebagai informasi, pemerintah memprediksi sebanyak 44,1 juta masyarakat akan melakukan perjalanan saat libur Natal dan tahun baru 2023. Jumlah tersebut merupakan 16% dari jumlah penduduk Indonesia. 

Seperti saat Idul Fitri tahun ini, mayoritas masyarakat yang merencanakan perjalanan saat libur akhir tahun akan menggunakan kendaraan pribadi atau sebesar 28%. Kemudian, jalur utama yang paling banyak akan dilalui oleh mobil adalah jalur tol dengan pergerakan sebesar 58,7%. Sementara itu, 41,3 % sisanya menggunakan jalur arteri. 

Di sisi lain, pembatasan di jalan pun tidak akan diberlakukan seperti saat penanganan pandemi Covid-19 yang lalu. Firman mengatakan peran masyarakat juga dibutuhkan untuk menjamin keamanan dari perjalanan mereka selama libur Nataru nanti. 

“Operasi apapun titik keberhasilannya ada pada masyarakat dan pemerintah. Ketertiban masyarakat di jalan itu menentukan titik keberhasilan kami ditugasi [dalam] melayani mudik Natal dan tahun baru,” ujarnya. 

Selain upaya rekayasa lalu lintas, kelancaran pergerakan masyarakat akan didukung dengan pembukaan sejumlah ruas jalan tol. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan telah membuka sejumlah ruas jalan tol secara fungsional untuk menyambut libur Nataru. 

“Kami membuka pada tahun ini secara fungsional beberapa ruas. Misalnya, Semarang–Demak 17 kilometer itu bisa mengurai kemacetan di Semarang–Demak,” tuturnya pada kesempatan yang sama. 

Khusus di Pulau Jawa, terdapat tujuh ruas jalan tol yang dioperasikan secara fungsional guna mendukung lalu lintas Natal dan Tahun Baru: 

1. Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Seksi 2 dan 3 Ranca Kalong-Sumedang, Sumedang–Cimalaka, 21 km) ; 

2. Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Seksi 2A Jaka Sampurna – Kayuringin – Ujung, 4,8 km); 

3. Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Tahap 1 Junction Wringanom, 7,4 km); 

4. Tol Semarang Demak (Seksi 2 Sayung – Demak, 16,31 km); 

5. Tol Jakarta Cikampek Selatan (Segmen Sadang – Kutanegara, 8,5 km); 

6. Tol Cinere – Jagorawi (Seksi 3A Kukusan – Cinere, 3 km); 

7. Tol Ciawi – Sukabumi (Seksi 2 Cigombong – Cibadak, 11,9 km). 

Must Read