BusinessUpdate – PT PLN (Persero) menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan di ibu kota negara (IKN) Nusantara dengan prinsip Environment, Sustainability and Governance (ESG).
Untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur kelistrikan di IKN, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Evy Haryadi meninjau langsung ke lokasi untuk melihat konstruksi dan kebutuhan beban di beberapa titik di dalam kawasan IKN Nusantara.
“Hari ini selain meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan, saya juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk menyinergikan kebutuhan listrik selama masa konstruksi dan pasca konstruksi nantinya” ujar Evy saat meninjau IKN awal tahun ini.
Pada tahap pertama, populasi di IKN diperkirakan akan mencapai 487 ribu dengan proyeksi kebutuhan listrik mencapai 95 Mega-watt (MW).
Menurut General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (PLN UIP3B Kal) Abdul Salam Nganro, menjelaskan kondisi sistem kelistrikan di Kalseltengtim saat ini memiliki cadangan daya listrik hingga 372 MW.
Saat ini pihaknya tengah menyiapkan dua buah gardu induk mobile dengan masing-masing kapasitas 20 Mega Volt Ampere (MVA) dan 30 MVA. “Untuk dapat memberikan pelayanan yang andal dalam masa konstruksi IKN, kami menyiapkan dua buah gardu induk mobile yang akan dibangun di kawasan Gresik dan ditargetkan akan beroperasi pada April mendatang,” ujar Salam.
Selain itu, PLN telah mencanangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN dengan kapasitas 50 Mega-watt yang dilengkapi baterai berkapasitas 8,3 Mega-watt-hour (MWh). PLTS tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 161 hektar dengan total investasi mencapai US$115 juta.
“Dengan berbekal pengalaman kami menyelesaikan PLTS Apung dalam waktu satu setengah bulan, demi kepentingan negara, kami siap bersinergi dengan Kemenkomarves dan kementerian lainnya untuk menyukseskan pembangunan proyek ini,” ujar Evy. (pa/jh)


